Sukses

Menghitung Usia Kehamilan

04 Jan 2016, 15:44 WIB
Wanita, 28 tahun.

Dok, usia kehamilan sy berdasrkn tgl HPHT 09/04/15 sdah 37w TP 16/01/16, tp hr ini sy USG hasilnya usia janin 30-31w, TBJ 1500gr, TP 12/03/16, posisi sungsang. Knp terdapt hasil berbeda yg sangat jauh, dok? Mmng klo diperhatikan ukuran perut saya terlihat kecil, dgn tinggi fundus 22cm.

dr. Nadia Octavia

Dijawab Oleh:

dr. Nadia Octavia

Terimakasih atas kesetiaan Anda menggunakan layanan e-konsultasi dari klikdokter.

Secara definisi, kehamilan adalah suatu keadaan dimana terdapat hasil pembuahan (antara sel sperma dan sel telur) di dalam rahim seorang perempuan, hingga hasil pembuahan tersebut dilahirkan. 

Adapun cara penghitungan usia kehamilan yang paling sederhana dan lazim dipakai adalah berdasarkan hari pertama haid terakhir (HPHT) Anda. Namun perlu diketahui bahwa pada seorang perempuan yang memiliki siklus haid teratur, pada 10-14 hari pertama haid hormon reproduksi bekerja mematangkan sel telur hingga siap dilepaskan dari kandung telur (disebut juga ovulasi). Dengan demikian pembuahan baru mungkin terjadi setelah proses ovulasi tersebut hingga datang masa haid berikutnya. Atau dengan kata lain awal kehamilan yang sebenarnya baru dimulai sekitar 10-14 hari pertama setelah HPHT. Apakah Anda sudah yakin dengan penghitungan HPHT Anda? Bagaimana dengan siklus haid Anda sebelum hamil? Karena apabila siklus haid seseorang tidak menentu, maka penghitungan HPHT nya juga bisa jadi salah. 

Terkait hal tersebut di atas, sebelumnya kami juga telah menjelaskan bahwa hormon B-hCG baru diproduksi setelah terjadinya implantasi hasil pembuahan, yang (lagi-lagi) baru mungkin terjadi setelah proses ovulasi. Baik penilaian berdasarkan hasil pemeriksaan hormon B-hCG maupun HPHT memiliki prinsip yang sama yang pada akhirnya akan menghasilkan kesimpulan yang tidak jauh berbeda. Bagaimanapun, cara untuk mengetahui usia kehamilan yang paling akurat adalah melalui pemeriksaan USG. Untuk itu kami menganjurkan agar Anda dapat berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter spesialis kebidanan dan kandungan yang memeriksakan Anda. 

Demikian penjelasan yang dapat Kami berikan. Semoga dapat dipahami dengan baik. 

Salam, 

    0 Komentar

    Belum ada komentar