Sukses

Mudah Merasa Sedih Saat Memikirkan Hal Kecil

05 Jan 2016, 16:23 WIB
Pria, 14 tahun.

Dok kenapa ya saya sering merasa sedih saat sedang melamun mikirin hal yang kecil aja bisa sedih...? jawab ya Dok

dr. Atika

Dijawab Oleh:

dr. Atika

Terima kasih telah menggunakan fasilitas e-Konsultasi Tanya Dokter KlikDokter.com, 

Kami memahami kekhawatiran Anda. Apakah Anda sedang mengalami suatu masalah psikologis yang cukup berat? Apakah kegiatan Anda sehari-hari terganggu dengan rasa sedih yang Anda alami, misalnya tidak mampu bekerja, tidak mau keluar rumah, tidak mau bersenang-senang keluar rumah? Bila tidak ad gangguan kegiatan sehari-hari, kemungkinan yang Anda rasakan saat ini  akibat penanganan stres/ mekanisme adaptasi Anda terhadap masalah  yang kurang baik, sehingga Anda mudah merasakan sedih saat mengingat hal kecil. Dalam menghadapi masalah, mekanisme pertahanan terbaik yang Anda harusnya miliki adalah menerima, menghadapi/ mencari solusi, dan mengikhlaskan. Saya sarankan Anda berbicara/ menceritakan perasaan Anda pada orang yang Anda percaya. Dengan begitu orang tersebut mampu memberikan pandangannya dan Anda akan merasa lega/ berkurang bebannya dengan bercerita pada orang lain. 'Orang lain' ini bisa saja orang tua, saudara, teman, bila perlu psikolog/ psikiater.

Namun bila jawaban Anda Ya, terdapat gangguan kegiatan Anda sehari-hari, maka terdapat kemungkinan Anda mengalami depresi. Depresi adalah suatu keadaan umum dimana terjadinya pengurangan atau penurunan keadaan emosi dan  mood dari suatu individu yang mengakibatkan gangguan di dalam aktivitasnya sehari-hari atau hilangnya fungsinya sebagai individu. Dasar umum untuk gangguan depresif tidak diketahui. Faktor penyebab dapat dibagi menjadi faktor biologis, faktor keturunan dan faktor psikososial, ketiga faktor tersebut dapat berdiri sendiri-sendiri maupun saling terkait yang menjadi penyebab dari gangguan bipolar/depresi.

GEJALA DAN TANDA 

  • Terdapat 5 (lima) atau lebih gejala yang ditemukan di bawah ini selama periode dua minggu yang sama dan mewakili perubahan dari fungsinya sebagai individu sebelumnya ( dari 5 gejala yang ada minimal ada salah satu gejala mood depresi atau hilangnya minat atau bahagia)

  • Mood depresi hampir sepanjang hari, setiap hari ( merasa atau tampak sedih atau kosong) PS: pada anak-anak atau remaja dapat bermanifestasi sebagai mood yang mudah tersinggung.

  • Hilangnya minat atau keseangan yang jelas pada semua aspek atau hampir semua aspek sepanjang hari hampir setiap hari.

  • Penurunan berat badan yang bermakna, tetapi individu yang bersangkutan tidak melakukan diet atau olahraga yang rutin.

  • Insomnia atau hipersomniat tiap harinya.

  • Agitasi atau redartasi psikomotor (aktivitas atau gerakan motorik )

  • Kelelahan atau hilangnya energi tiap hari

  • Perasaan tidak berharga atau perasaan bersalah  yang berlebihan atau tidak tepat.

  • Hilangnya kemampuan untuk berpikir atau memutuskan sesuatu.

  • Pikiran akan kematian yang berulang.

  • Gejala menyebabkan penderitaan yang bermakna secara klinis atau gangguan dalam fungsi social, pekerjaan atau fungsi penting lainnya.

  • Gejala bukan efek psikologis langsung dari obat

  • Gejala tidak lebih baik diterangkan oleh dukacita yaitu setelah kehilangan orang yang dicintai, gejala menetap lebih dari dua bulan atau diikuti oleh gangguan lainnya.

Pengobatan pasien dengan depresi harus tepat pada sasarannya, yakni keamanan dari pasien harus terjamin, pemeriksaan diagnostik yang lengkap harus dilakukan, yang ketiga adalah rencana pengobatan harus secara menyeluruh, bukan hanya mengatasi gejala tetapi juga mengatasi penyebab dari depresi itu sendiri. Untuk lamanya penggunaan obat Antidepresan tergantung dari keparahan kondisi pasien. Untuk mendiagnosis adanya depresi Anda harus melalui pemeriksaan secara langsung dari dokter psikiatri.

Demikian informasi yang dapat kami berikan, semoga bermanfaat.

Salam

    0 Komentar

    Belum ada komentar