Sukses

Nyeri Haid Jadi Sulit Hamil?
31 Dec 2015, 10:19 WIB
Wanita, 25 tahun.

Dokter saya mau konsultasi,saat ini saya sedang merencanakan kehamilan anak kedua,awalnya KB pakai kondom n sudah lepas kondom mulai oktober,sampai saat ini masih haid tiap bulan.Berhubung saat haid mengalami keluhan,dihari pertama,kedua,ketiga haid terasa sakit nyeri di perut bagian bawah sampai ke dubur,dan itu juga terasa saat kencing dan buang air besar,sampai tidak berani bergerak saat nyeri itu tiba. Padahal dulu haid tidak ada keluhan sama sekali,dan ada keluhan baru sekitar 1,5th. Dulu juga melahirkan secara normal,nah Apakah ada pengaruhnya tidak ya dok sama kandungan dan perencanaan kehamilan kedua ? Trimakasih dok,mohon penjelasannya

 

Terima kasih karena Anda telah menggunakan fasilitas e-konsultasi dari KlikDokter.com

Kami memahami kekhawatiran Anda. Rasa sakit yang timbul setiap kali datang bulan sering dialami oleh banyak wanita. Rasa sakit ini biasanya dirasakan di perut bagian bawah yang timbul setiap hari ke-1 hingga hari ke-3 dari siklus menstruasi. Rasa nyeri yang diarasakan oleh setiap wanita berbeda beda, dapat berupa nyeri ringan maupun berat hingga mengganggu aktivitas sehari hari.

Jika nyeri yang dirasakan sangat berat dan mengganggu aktivitas sehari hari dikenal dengan nama dismenorea. Terdapat dua jenis dismenore, yaitu :

  • Dismenorea primer : dismenore tipe ini timbul sejak haid pertama dan akan pulih sendiri dengan berjalannya waktu dengan lebih stabilnya hormon tubuh . Nyeri haid ini adalah normal, dan tidak membahayakan kesehatan. Dismenorea ini terjadi murni karena kontraksi otot rahim saat menstruasi akibat dari hormon prostaglandin

  • Dismenorea sekunder : biasanya baru timbul di kemudian hari setelah menstruasi pertama. Berlangsunglebih dari 3 hingga 4 hari dan disertai mual, muntah atau bahkan diare. Dismenore ini dapat disebabkan oleh beberapa panyakit/kelainan penyebab, antara lain : kelainan atau penyakit seperti infeksi rahim, kista atau polip, tumor sekitar kandungan,dll.

Dari keterangan ini dapat ditarik kesimpulan bahwa nyeri perut bawah yang dirasakan pada hari 1 - 3 menstrusi adalah hal yang fisiologis (dianggap wajar). Namun bila nyeri tidak bisa tertahankan hingga mengganggu aktivitas, kami sarankan Anda untuk berkonsultasi langsung kepada dokter terdekat.

Perlu diketahui bahwa terjadinya kehamilan diawali dengan adanya proses pembuahan sel telur wanita oleh sperma laki-laki. Sel telur wanita dikeluarkan hanya satu kali pada tiap siklus menstruasinya, proses ini dikenal dengan ovulasi.

Untuk memperkirakan kapan Anda ovulasi, berikut adalah metode perhitungan yang dapat Anda gunakan:

1. Siklus haid teratur

Pada wanita dengan siklus menstruasi yang teratur (28 hari), waktu terjadinya ovulasi dapat diperkirakan sekitar 2 minggu sebelum terjadinya menstruasi berikutnya. Setelah dikeluarkan, sel telur dapat bertahan hidup selama 24 jam, sementara sperma yang telah dikeluarkan dapat bertahan hidup 48-72 jam, karena itu dianjurkan anda melakukan hubungan seksual 2 hari sebelum hingga 2 hari sesudah waktu perkiraan ovulasi.

*Hari Pertama dalam siklus haid dihitung sebagai hari ke-1
*Masa subur adalah hari ke-12 hingga hari ke- 16 dalam siklus haid
 

2. Siklus haid tidak teratur

Untuk yang siklus haid yang tidak teratur dapat menggunakan data siklus haid selama 6 bulan (6 siklus) terakhir. Jumlah hari terpendek dalam 6 kali siklus haid dikurangi 18. Hitungan ini menentukan hari pertama masa subur. Jumlah hari terpanjang selama 6 siklus haid dikurangi 11. Hitungan ini menentukan hari terakhir masa subur.

Contohnya:
Dalam siklus haid 6 bulan terakhir, yang terpendek adalah 23 hari, dan siklus terpanjang 33 hari (mulai hari pertama haid sampai haid berikutnya).
Perhitungannya : 23-18 = 5 dan 32–11 = 22. Jadi masa suburnya adalah mulai hari ke-5 sampai ke 22 dari hari pertama haid.

 

Cara lain adalah dengan mengetahui gejala yang dialami oleh wanita yang sedang dalam masa subur:

  1. Suhu tubuh
    Pada masa subur atau masa ovulasi, suhu tubuh akan meningkat. Suhu dapat diukur pada pagi hari.

  2. Lendir serviks
    Masa subur memiliki ciri lendir serviks yang lebih encer. Lendir yang keluar pada masa subur memiliki ciri lebih encer dari lendir pada hari yang biasa, tidak terputus jika dipegang dan jika ditarik dapat memanjang (seperti putih telur atau lem bening).

Untuk lebih pasti, Anda juga dapat melakukan test ovulasi dengan menggunakan test pack yang tersedia di pasaran. 

Namun masa subur bukanlah satu-satunya patokan untuk menentukan wanita bisa hamil atau tidak. Untuk itu kami menyarankan Anda untuk melakukan pemeriksaan dengan dokter spesialis kandungan terdekat, agar dapat mengetahui kesehatan organ reproduksi Anda. 


Demikian informasi yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar