Sukses

Hamil Sebelum Menikah

30 Dec 2015, 10:39 WIB
Wanita, 22 tahun.

Dok, saya bru hamil krg lebih 2 mingguan, pacar saya beniat buat nikah sama saya, cmn mslhnya ortu tak merestui. Gmn solusinya buat calon anaknya.. sya tdk mau aborsi.. tolong dibalas..

 Terima kasih atas pertanyaan Anda, 

Kami turut prihatin dengan kondisi Anda. Jalan keluar yang terbaik adalah memang melalui pembicaraan keluarga. Bagaimanapun pernikahan adalah suatu legalitas yang dibutuhkan anak untuk masa depannya kelak.

Aborsi buatan/sengaja adalah tindakan yang bertentangan dengan hukum dan dapat dikenakan hukuman.  Baik pelaksana (dokter atau tenaga medis lain) maupun orang tua yang melanggar dapat dikenakan tindak hukum pidana. Selain itu, selain bertentangan dengan agama, dokter juga mengucapkan sumpah kedokteran untuk menghargai kehidupan sejak terjadi pembuahan. 

Untuk menggugurkan kandungan harus ada alasan medis yang tepat, alasan tersebut meliputi: ada cacat janin yang tidak dapat disembuhkan dan mengancam nyawa janin, ibu memiliki penyakit dan kondisi kesehatannya terancam dengan kandungan yang dialaminya. Perlu juga diketahui risiko dari penguguran kandungan. Ada beberapa efek juga yang dapat muncul dari pengguguran kandungan yang salah seperti kelainan pada organ kelamin wanita, lalu dapat juga terjadi gangguan psikis pada sang Ibu.

Menggugurkan kandungan atau dalam dunia kedokteran dikenal dengan istilah “abortus” adalah pengakhiran kehamilan sebelum usia 20 minggu kehamilan atau berat bayi kurang dari 500 g (ketika janin belum dapat hidup di luar kandungan). Angka kejadian aborsi meningkat dengan bertambahnya usia dan terdapatnya riwayat aborsi sebelumnya. Proses abortus dapat berlangsung secara :

  1. Spontan / alamiah (terjadi secara alami, tanpa tindakan apapun)
  2. Buatan / sengaja (aborsi yang dilakukan secara sengaja),
  3. Terapeutik / medis (aborsi yang dilakukan atas indikasi medik karena terdapatnya suatu permasalahan atau komplikasi).

Bagaimanapun janin adalah seorang individu yang memiliki hak untuk hidup. Cobalah mendiskusikan lagi dengan keluarga Anda untuk mendapatkan jalan keluar yang terbaik untuk Anda, keluarga, dan juga buah hati Anda. Anda dapat melibatkan anggota keluarga lain yang mendukung dan berfungsi sebagai mediator antara Anda dan orangtua.

Demikian informasi yang kami dapat sampaikan. Semoga bermanfaat.

Salam, 

 

0 Komentar

Belum ada komentar