Sukses

Nyeri Perut Setelah Makan

29 Dec 2015, 09:08 WIB
Pria, 20 tahun.

Saya mau bertanya dok, teman saya perutnya selalu sakit, tapi teman saya menyangka itu gejala maag, karena teman saya mempunyai penyakit maag, kalau dia telat makan suka sakit, tapi aneh nya pas dia lagi makan dia suka mual-mual, terus setelah makan perutnya masih sakit, apa itu gejala maag dok?

dr. Karin Wiradarma

Dijawab Oleh:

dr. Karin Wiradarma

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Tanya Dokter KlikDokter.com.

Kami mengerti kekhawatiran yang Anda rasakan. Berdasarkan informasi yang Anda berikan, kemungkinan teman Anda mengalami ulkus peptikum yang menyebabkan nyeri pada perut teman Anda. Nyeri yang timbul setelah makan biasanya disebabkan oleh ulkus duodenalis (usus dua belas jari).

Ulkus peptikum adalah perlukaan terbuka pada lapisan lambung atau usus dua belas jari (duodenum). Terdapat beberapa faktor yang dapat menyebabkan ulkus peptikum, diantaranya adalah merokok, stres, faktor genetik, dan  dapat disebabkan oleh bakteri (misalnya Helicobacter pylori) atau obat-obatan yang menyebabkan melemahnya lapisan lendir pelindung lambung dan duodenum sehingga asam lambung bisa menembus lapisan di bawahnya.

Pemakaian NSAIDs (non-steroid anti inflammatory drugs, obat anti peradangan non-steroid) dosis menengah bisa menyebabkan kelainan saluran pencernaan dan perdarahan. Alkohol dan merokok dapat memicu terbentuknya ulkus. Selain itu, kopi, teh, soda, dan makanan pedas/asam juga dapat merangsang pelepasan asam lambung dan memicu terbentuknya ulkus.

Pengobatan ulkus peptikum adalah obat PPI (omeprazole, lansoprazole, pantoprazole, dll). Pada ulkus peptikum yang disebabkan oleh Helicobacter pylori, akan diberikan terapi antibiotik. Masa penyembuhan biasanya memerlukan waktu selama 8 minggu, tetapi nyeri biasanya akan menghilang setelah beberapa hari. Meskipun gejalanya telah mereda, obat harus diminum sampai habis agar infeksi benar-benar reda. 

Namun, untuk menegakkan diagnosis pasti diperlukan pemeriksaan penunjang pendukung, seperti endoskopi. Untuk itu kami sarankan teman Anda mengunjungi dokter spesialis penyakit dalam untuk wawancara medis mendetil, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang yang diperlukan.

Demikian informasi ini kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Salam,

    0 Komentar

    Belum ada komentar