Sukses

Terapi Hepatitis C

24 Dec 2015, 09:02 WIB
Pria, 30 tahun.

Dok, saya mau tanya kalo obat buat hepatitis c apa ya dok, obat medisnya. Makasih dok.

Terima kasih telah menggunakan layanan e-Konsultasi Tanya Dokter KlikDokter.com.           

Hepatitis C adalah peradangan pada hati yang disebabkan oleh virus hepatitis C (VHC). Infeksi virus ini dapat menyebabkan peradangan hati yang bersifat asimptomatik (tidak bergejala), apabila infeksi berlanjut akan menyebabkan sirosis hati dan kanker hati. Virus hepatitis C menyebar melalui kontak darah-ke-darah dari darah orang yang terinfeksi. Diperkirakan 150-200 juta orang di seluruh dunia terinfeksi VHC. Walaupun sudah ditemukan vaksin pada hepatitis A dan B, tidak ada vaksin yang dibuat untuk 
hepatitis C.

Pengobatan untuk hepatitis C bergantung dari hasil pemeriksaan laboratorium dan timbulnya gejala pada pasien. Pengobatan yang bisa dilakukan adalah penggunaan obat antivirus spektrum luas yaitu kombinasi injeksi interferon alfa dengan obat oral (diminum) ribavirin dua kali sehari.  Obat ini digunakan selama 1 sampai 2 bulan bergantung dari jenis VHC. Hal ini diperkuat oleh penelitian yang diterbitkan oleh New England Hournal Medicine 2001. Transplantasi hati dilakukan pada orang dengan gangguan hati yang sudah stadium akhir. Terapi ini belum terlalu berkembang di Indonesia, hal ini disebabkan oleh 
kurang nya donor organ.

Di dalam jurnal yang sama juga diterangkan mengenai pegylated interferon yaitu interferon alfa dengan waktu paruh yang lebih panjang sehingga durasi aktivitas pengobatan lebih panjang sehingga hanya diberikan satu kali seminggu. Peginterferon alfa sudah disetujui oleh Food and Drug Administration. Kombinasi dengan ribavirin akan semakin meningkatkan potensinya sebagai antivirus.

Di dalam salah satu Journal of Antimicrobial Chemotherapy 2008, dikatakan bahwa kontrol dini di dalam fase akut dari hepatitis C adalah tujuan utama terapi guna memperpendek durasi penyakit dan infeksi, mencegah kondisi menjadi kronik, dan mencegah progresivitas dari hepatitis C. Dikatakan juga disini bahwa terapi pegylated interferon alfa dengan ribavirin merupakan standar dari terapi hepatitis C kronik. Untuk fase akut dari hepatitis C, prinsip yang digunakan adalah baik terapi konvensional (interferon biasa) 
maupun pegylated interferon dapat digunakan, belum memerlukan terapi kombinasi dengan ribavirin, dan durasi terapi akan tergantung dari jenis genotip HCV. Genotip 1 umumnya diterapi selama 48 minggu dan kadar virus di dalam darah akan diperiksa secara teratur selama dalam terapi. Penelitian juga memberikan data bahwa terapi ini berhasil sebanyak 50% pada pasien dengan genotip 1, dan sekitar 80% pada pasien dengan genotip 2 atau 3.

Baraclude berisi enteravir yang berfungsi sebagai antivirus yang diindikasikan untuk terapi hepatitis B, pumpitor berisi omeprazole yaitu salah satu golongan PPI yang berfungsi untuk melindungi lambung, hp pro merupakan salah satu vitamin untuk hati, motillium berisi domperidan yang berfungsi mengurangi rasa mual. Baraclude memang merupakan antivirus, namun berdasarkan beberapa literatur yang saya baca, terapi standar untuk hepatitis C tetap interferon.

Kesimpulannya adalah meskipun gold-standar terapi dari hepatitis C masih belum ditentukan, namun infeksi tersebut dapat diterapi dini dengan interferon, dan kombinasi interferon dan ribavirin pada hepatitis C kronik. Terapi sebaiknya dimulai sedini mungkin dengan durasi terapi tergantung dari genotip HCV. Selain itu juga sebaiknya Anda mengetahui tentang efek samping dari terapi yang akan Anda lakukan nanti.                                  

Demikian informasi ini kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Salam,   

    0 Komentar

    Belum ada komentar