Sukses

Ingin Cepat Punya Anak dan Keputihan

25 Dec 2015, 09:27 WIB
Wanita, 18 tahun.

Malam dok , saya sudah menikah sekitar 6 bulan dibulan pertama saya mengkonsumsi pil KB planotab sebulan penuh . Dan saya lgsg berenti tapi sampe skrg saya belum hamil padahal setiap bulan saya haid tapi sya tidak tau apa siklus haidnya teratur atau tidak . Apa saya harus meminum susu perencanaan kehamilan , folavit dan vit e ? Dan satu lagi pertanyaan saya , saya kadang mengalami keputihan yg berwarna kehijauan tapi saya tidak mengalami gejala apapun , kadang sayapun mengalami keputihan yg normal . Pada saat saya memasukan jari diujung vagina saya menyentuh seperti bulatan dan seperti ada lubang kecil dan pada saat saya tekan dan jari saya keluarkan terdapat cairan putih susu kental , ini gejala penyakit apa dok ? Apa setiap wanita mengalami seperti saya ? Tolong dijawab dok terimakasih

dr. Karin Wiradarma

Dijawab Oleh:

dr. Karin Wiradarma

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Tanya Dokter di KlikDokter.com.

Kami memahami kekhawatiran yang Anda rasakan.

Siklus haid dapat bervariasi dari lama dan jumlah darah yang dikeluarkan. Namun penting Anda ketahui bagaimana tipe haid yang normal. Penyebab gangguan Haid cukup banyak. Izinkan kami menjelaskan tipe haid yang normal agar Anda mengetahui apakah haid Anda termasuk tidak normal.

Siklus menstruasi normalnya berkisar antara 21-35 hari dan berlangsung selama 3-7 hari. Jika siklus Anda masih dalam hitungan 21-35 hari maka, siklus Anda masih tergolong normal. 

Usaha-usaha yang dapat Anda lakukan dalam memperoleh keturunan diantaranya adalah dengan melakukan hubungan seksual di sekitar masa subur Anda. Masa subur adalah masa di mana telah terjadi ovulasi (pelepasan sel telur matang dari indung telur). Untuk mengetahui kapan masa subur, Anda harus mengetahui berapa rata-rata siklus haid Anda dari 3-6 siklus haid terakhir. Jika siklus menstruasi Anda berlangsung teratur selama 27-28 hari, maka waktu terjadinya ovulasi adalah perkiraan Hari Pertama Haid Berikutnya dikurangi 14 hari. Lakukanlah hubungan seksual terutama pada 3 hari sebelum waktu ovulasi hingga 3 hari setelah terjadinya ovulasi. Kemungkinan terjadinya pembuahan akan lebih tinggi jika Anda melakukan hubungan seksual pada masa-masa itu. Kemudian Anda dan pasangan juga perlu melakukan hubungan seksual yang teratur 2-3 x/minggu.

Di samping itu, yang perlu dilakukan dalam persiapan kehamilan bagi Anda dan suami adalah merubah pola hidup menjadi lebih sehat dengan makan makanan bergizi dan seimbang, asupan vitamin sesuai kebutuhan, istirahat teratur, dan berolahraga. Perlu juga diperhatikan: 

  • Hentikan segala kegiatan yang kurang baik. Hindari merokok, obat-obatan terlarang, dan alkohol
  • Hindari juga konsumsi obat-obatan termasuk yang dijual bebas
  • Menurut The Center for Disease Control (CDC), wanita yang berencana untuk hamil dianjurkan mengkonsumsi vitamin B dalam jumlah cukup dan asam folat sebanyak 400 mikrogram/hari agar dapat mengurangi risiko gangguan perkembangan otak embrio.

Apabila setelah satu tahun melakukan hubungan intim secara teratur (2-3x/minggu) tanpa menggunakan kontrasepsi kehamilan belum juga terjadi, perlu dicari penyebab yang mendasari baik dari pihak Anda maupun suami. Anda dapat  menjalani pemeriksaan hormonal, USG rahim, atau HSG. Untuk suami, dapat dilakukan pemeriksaan analisa sperma baik secara kualitas maupun kuantitas. Apabila ditemukan adanya kelainan agar dapat segera ditatalaksana sesuai penyebabnya.

Keputihan atau dalam kedokteran disebut flour albus, adalah cairan yang keluar dari vagina/liang kemaluan (bukan darah).  Keputihan ada 2 macam, fisiologis dan patologis. Yang dimaksud fisiologis adalah keputihan yang normal terjadi pada wanita akibat dari perubahan hormonal ketika menstruasi, stres, kehamilan, dan pemakaian kontrasepsi. Keputihan patologis adalah keputihan yang terjadi diakibatkan oleh parasit, jamur, bakteri, dan penyakit lainnya.

Apakah selain keputihan Anda merasakan gejala lainnya, seperti:
- rasa gatal pada kemaluan
- rasa terbakar pada kemaluan
- bau amis atau bau ikan busuk pada keputihan
- keputihan yang bergumpal atau berbusa

Apabila memang ada keluhan seperti yang saya sebutkan di atas maka kemungkinan ini adalah keputihan yang patologis. Keputihan yang fisiologis adalah keputihan yang berwarna bening, tidak terlalu banyak, tidak gatal, tidak berbau, dan tidak panas.

Keputihan yang terjadi akibat infeksi memerlukan pengobatan sesuai dengan kuman penyebabnya. Apabila keputihan ini berlanjut dan ada tanda-tanda yang saya tanyakan di atas maka sebaiknya Anda mengunjungi dokter spesialis kulit dan kelamin untuk konsultasi lebih lanjut.

Demikian informasi ini kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Salam,

    0 Komentar

    Belum ada komentar