Sukses

Mudah Lupa Pada Usia Muda

28 Dec 2015, 12:24 WIB
Wanita, 18 tahun.

Mau nanya dok mengenai ALZHEIMER saya mahasiswa kesehatan umur 18 taun mau bertanya kalau alzheimer itu apakah bisa menyerang usia muda? Saya sering lupa. Awalnya hanya lupa biasa. Lama lama saya lupa dengan nama teman saya. Saya lupa mengambil barang yang sudah dibeli. Saya lupa menaruh barang. Dan saya sering lupa minum setelah makan. Saya juga sangat kesulitan dalam mengingat apalagi dalam berhitung. Saya sering kebingungan dan kadang saya kesulitan dalam mengungkapkan kata kata. Apakah mungkin saya terkena alzheimer? Atau hanya lupa biasa. Seperti itu terimakasih dok

 

Terima kasih telah menggunakan layanan e-Konsultasi Tanya Dokter KlikDokter.com.

Alzheimer bukanlah penyakit menular, melainkan sebuah kumpulan gejala akibat kematian sel-sel otak pada saat yang hampir bersamaan, sehingga otak tampak mengerut dan mengecil. Alzheimer identik sebagai penyakit yang menyerang orang tua. Risiko mengidap alzheimer meningkat seiring dengan pertambahan usia. Umumnya seseorang dapat terkena alzheimer mulai usia 60 tahun. Jadi bila usia Anda masih muda, kemungkinannya sangat kecil Anda terkena alzheimer.

Gejala awal Alzheimer’s adalah gampang lupa untuk hal-hal yang sering dilakukan dan hal-hal baru , disorientasi khususnya masalah waktu dan kesulitan dalam fungsi kognitif kompleks seperti matematika atau aktifitas organisasi . Pertama kali untuk menentukan adanya dementia / pikun perlu dilakukan konfirmasi dengan test neuropsychologi . Gejalanya termasuk adanya gangguan daya ingat dan kognitif . Alzheimer’s berat mempunyai riwayat kehilangan daya ingat yang progresif sampai mengganggu aktifitas sehari-hari , disorientasi tempat dan orang ( misalnya usia ) , dan juga waktu . Serta mempunyai masalah dalam perawatan diri ( misalnya lupa mengganti pakaian ). Perubahan tingkah laku seperti depresi, paranoia, atau agresif .

Orang yang mempunyai riwayat keluarga Alzheimer’s mempunyai resiko terjadi Alzheimer’s dan resiko tersebut makin meningkat apabila kedua orang tua menderita Alzheimer’s .Orang dengan Down sindrom juga mempunyai resiko untuk terkena penyakit Alzheimer’s .

Faktor risiko penyakit alzheimer antara lain adalah trauma kepala yang serius , penuaan , postmenopause , defisiensi estrogen , riwayat keluarga dengan genotype ApoE positif , meningkatnya homosistein serum , dll. Sementara itu faktor yang dapat menurunkan kemungkinan penyakit ini adalah Estrogen Replacement Therapy lebih awal pada masa menopause , anti inflamatory drug ( termasuk nonsteroid agent ) , antioxidant ,dan penggunaan statin.

Sampai saat ini alzheimer belum dapat disembuhkan secara total, namun ada beberapa obat yang dapat mengurangi gejala dan menghambat perkembangan penyakit ini, di antaranya levodopa, obat antidepresan, anticemas, antipsikotik, dan lain-lain.

Pada usia Anda yang masih muda, terdapat beberapa cara untuk meningkatkan daya ingat :

  • Coba latih otak Anda tetap aktif dengan melakukan latihan yang mengasah otak seperti mengisi teka-teki silang, bermain scrable, puzzle, menulis, berlatih musik, dll.

  • Latihan mengingat. Cobalah ingat dan sebutkan beberapa kali nama orang setelah perkenalan atau cobalah mengingat angka.

  • Fokuskan perhatian. Terlalu banyak yang dipikirkan atau melakukan beberapa pekerjaan dalam satu waktu (multi-tasking) dapat membuat Anda sulit berkonsentrasi dan tidak fokus. Cobalah fokus dan kerjakan satu persatu untuk mendapatkan hasil maksimal.

  • Makan makanan yang tinggi antioksidan, zat besi, dan rendah lemak. Kekurangan zat besi/ anemia defisiensi besi dapat menyebabkan penurunan kognitif /kecerdasan. Namun konsumsi zat besi harus hati-hati, jika kelebihan justru akan meningkatkan risiko alzheimer's.

  • Olahraga teratur 3x/minggu selama minimal 30 menit setiap sesinya. Olahraga dapat meningkatkan aliran darah dan oksigen ke seluruh jaringan tubuh, termasuk otak.

  • Istriahat cukup. Saat tidur, terjadi proses konsolidasi memori pada otak. Kurang tidur akan menyebabkan gangguan memori dan kehilangan konsentrasi.

  • Hindari stres. Stres dapat mengganggu proses pembentukan memori.

  • Berhenti merokok! Rokok dapat meningkatkan risiko demensia dan penyakit berbahaya lainnya.

  • Buatlah agenda yang berisi jadwal/janji penting dan apa saja yang akan Anda lakukan agar Anda tidak lupa.

 

Demikian informasi ini kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar