Sukses

Usus Buntu, Apakah Selalu Harus Operasi?

18 Dec 2015, 10:34 WIB
Pria, 31 tahun.

dok adik saya mengalami penyakit usus buntu. Yang ingin saya tanyakan, apakah untuk sembuh adik saya harus menjalani operasi usus buntu? Ataukah adik saya dapat sembuh dari usus buntu tanpa operasi dok? Terima kasih

dr. Atika

Dijawab Oleh:

dr. Atika

Terima kasih telah menggunakan fasilitas e-Konsultasi Tanya Dokter KlikDokter.com, 

Apendisitis merupakan penyakit peradangan pada usus buntu atau apendiks, masyarakat sering hanya menyebut usus buntu jika mengalami gejala nyeri di perut kanan bawah. Perlu diketahui bahwa usus buntu (umbai cacing) adalah sebuah organ yang bentuknya menyerupai cacing, dan merupakan perpanjangan dari sekum (bagian dari usus besar). Panjang dari usus buntu biasanya sekitar 8-10 cm namun dapat bervariasi dari 2 hingga 20 cm.

Selama ini terdapat anggapan sering makan biji jambu atau biji cabai atau lari setelah makan bisa menyebabkan radang usus buntu, namun mitos ini tidak terbukti benar. Peradangan yang terjadi diakibatkan adanya sumbatan pada usus yang buntu, bisa oleh karena apa saja misalnya feses yang keras (disebut fekolit), atau sumbatan lainnya.

Apendisitis (radang usus buntu) merupakan sebuah prosses peradangan yang terjadi pada lapisan dalam dari apendiks (usus buntu), yang menyebar hingga ke area disekitarnya. Peradangan pada daerah ini menyebabkan rasa nyeri yang luar biasa dan dapat menyebabkan kematian jika terlambat mencari pertolongan.

Peradangan yang terjadi dapat pulih sendiri bila daya tahan tubuh penderita dalam kondisi baik. Hasil pemulihan peradangan di umbai cacing tersebut akan menimbulkan perlengketan ke jaringan di sekitarnya dan apabila daya tahan tubuh Anda sedang turun maka peradangan dapat terjadi lagi dan akan timbul gejala akibat dari peradangan dan perlengketan tersebut,

Gejala yang harus diwaspadai sebagai gejala dari usus buntu di antaranya adalah:

  • Timbul demam

  • Adanya nyeri perut yang diawali di daerah pusat kemudian akan berpindah ke daerah perut kanan bawah

  • Timbul rasa mual, muntah, dan dapat terjadi peningkatan jumlah sel darah putih dari hasil pemeriksaan darah.

Akibat peradangan pada umbai cacing tersebut akan terjadi penumpukan nanah di dalamnya, dan apabila nanah tersebut tidak segera dikeluarkan dan peradangan terus terjadi, lama kelamaan dapat timbul lubang pada umbai cacing tersebut dan nanah yang terkumpul di dalamnya dapat menyebar ke seluruh rongga perut sehingga dapat menyebabkan infeksi di seluruh rongga perut yang disebut peritonitis. Keadaan yang disebut usus buntu akut ini harus menjalani operasi pembedahan untuk memotong usus buntu (appendektom) secara segera. 

Lain halnya bila usus buntu yang terjadi berlangsung kronik (ada demam intermiten, nyeri perut kanan bawah hilang timbul, nyeri tidak terlalu berat, dari USG tidak ditemukan tanda-tanda peradangan di daerah usus buntu) maka mungkin saja belum perlu dilakukan operasi secara segera, melainkan didahului dengan pemberian antibiotik dan antinyeri. Adapun untuk membedakan kondisi akut dan kronik, maka diperlukan pemeriksaan secara langsung hingga pemeriksaan USG.

Berikut kami sertakan artikel yang dapat Anda baca : 

Usus Buntu - Apendisitis

Rahasia Kecil Si Usus Buntu

Seluk Beluk Sakit Usus Buntu

Fakta Mitos Usus Buntu

Demikian penjelasan yang dapat kami berikan. Semoga bermanfaat.

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar