Sukses

Gabag dan Campak
14 Dec 2015, 16:24 WIB
Wanita, 26 tahun.

Dok, saya mau tanya beda gabag dan campak,,atau malah kedua penyakit tersebut sama sbtulnya?kmudian bila anak sudah terkena gabag,,apa bisa terkena lagi atau hanya sekali seumur hidup?kemudian pengobatannya gimana ya dok?terima kasih

dr. Nadia Octavia

Dijawab Oleh:

dr. Nadia Octavia

Terimakasih telah menggunakan layanan E-Konsultasi Tanya Dokter di Klikdokter.com.

Di kalangan masyarakat awam gabag seringkali disamakan dengan campak. Namun terkadang biduran pun disebut sebagai gabag. Padahal biduran dan campak merupakan kedua hal yang berbeda. Untuk itu perlu dipastikan apakah yang diderita adalah campak. 

Campak, measles atau rubeola adalah penyakit virus akut yang disebabkan oleh virus campak. Penyakit ini umumnya memang diderita hanya sekali seumur hidup. 

 Campak mempunyai gejala pada awalnya demam tinggi, batuk, pilek, mata merah yang muncul, silau bila terkena cahaya dan seringkali diikuti diare. Setelah itu muncul bintik-bintik kemerahan yang muncul pertama kali di wajah pada daerah batas rambut dan dahi, serta belakang telinga, menyebar ke badan sampai pada kaki. Bintik-bintik merah ini terasa gatal dan bertahan selama 5-6 hari. Setelah itu, bintik-bintik merah akan berangsur-angsur menghilang sesuai urutan timbulnya dan menjadi kehitaman lalu mengelupas yang akan menghilang setelah 1-2 minggu. Penyakit ini disebabkan oleh virus, sehingga dapat sembuh sendiri.

Istirahat total disarankan untuk mempercepat penyembuhan penyakit ini. Obat-obat yang dapat diberikan adalah obat-obat simtomatik untuk meredakan gejalanya saja seperti obat penurun panas (paracetamol, ibuprofen), obat batuk pilek (OBH, efedrin, CTM).

Konsumsi Vitamin C juga berguna untuk meningkatkan kekebalan tubuh dan mempercepat penyembuhan penyakit campak. Pemberian cairan yang cukup diperlukan untuk mencegah dehidrasi akibat diare. Bila ada komplikasi seperti dehidrasi akibat diare berkepanjangan, anak menjadi sulit makan, kejang, demam > 40 derajat celcius, segera bawa anak tersebut ke dokter untuk penanganan lebih lanjut.

Kami sarankan anda konsultasi dengan dokter spesialis anak untuk diperiksa lebih lanjut dan dicari penyebab dari gejala yang dialami anak anda, sehingga dapat diberikan pengobatan yang sesuai dengan kemungkinan penyebab seperti diatas.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan, semoga dapat bermanfaat. 

Salam, 

    0 Komentar

    Belum ada komentar