Sukses

Penularan Virus HIV

11 Dec 2015, 00:09 WIB
Pria, 20 tahun.

Dok apakah penularan virus HIV (seks) karena sering berganti pasangan sehingga memicu munculnya virus tsb dengan sendirinya , Atau karena hanya ada salah satu seseorang yg mengidap HIV yg dapat menularkannya?

Terima kasih telah menggunakan layanan e-Konsultasi Tanya Dokter KlikDokter.com.

Berikut cara penularan HIV:

  • Lewat cairan darah:
    Melalui transfusi darah / produk darah yg sudah tercemar HIV
    Lewat pemakaian jarum suntik yang sudah tercemar HIV, yang dipakai bergantian tanpa disterilkan, misalnya pemakaian jarum suntik dikalangan pengguna Narkotika Suntikan
    Melalui pemakaian jarum suntik yang berulangkali dalam kegiatan lain, misalnya : peyuntikan obat, imunisasi, pemakaian alat tusuk yang menembus kulit, misalnya alat tindik, tato, dan alat facial wajah

  • Lewat cairan sperma dan cairan vagina :
    Melalui hubungan seks penetratif (penis masuk kedalam Vagina/Anus), tanpa menggunakan kondom, sehingga memungkinkan tercampurnya cairan sperma dengan cairan vagina (untuk hubungan seks lewat vagina) ; atau tercampurnya cairan sperma dengan darah, yang mungkin terjadi dalam hubungan seks lewat anus.

  • Lewat Air Susu Ibu :
    Penularan ini dimungkinkan dari seorang ibu hamil yang HIV positif, dan melahirkan lewat vagina; kemudian menyusui bayinya dengan ASI.
    Kemungkinan penularan dari ibu ke bayi (Mother-to-Child Transmission) ini berkisar hingga 30%, artinya dari setiap 10 kehamilan dari ibu HIV positif kemungkinan ada 3 bayi yang lahir dengan HIV positif.

Bila tidak ada kontak dengan darah (misalnya pertemuan luka dengan luka) dan tidak ada pertukaran cairan vagina/mani maka risiko untuk tertularnya HIV tidak ada.

Namun jika Anda pernah melakukan hubungan seksual dengan seseorang bisa saja Anda memiliki risiko penularan HIV karena belum tentu Anda mengetahui kondisi kesehatan pasangan Anda.

Bila Anda terkena cairan vagina penderita HIV maka ada resiko tetular, namun masih faktor resiko, kalau ingin pasti dalam waktu 3 bulan Anda dapat melakukan pemeriksaan HIV.

Atau bila memang Anda pasti kontak dengan penderita HIV kami sarankan coba lakukan pengobatan profilaxis infeksi HIV yaitu pemberian obat anti-HIV selama 1 bulan.

Sebelumnya coba lakukan konsultasi ke dokter penyakit dalam terlebih dahulu.

HIV dapat terdeteksi dengan tes darah dengan cara mendeteksi adanya antibodi HIV di dalam sample darahnya.

Tes darah yang dilakukan adalah Tes ELISA dan Western Bolt. Antibodi HIV biasanya dapat dideteksi sekitar 3-8 minggu setelah terinfeksi.

Kami sertakan artikel yang dapat Anda baca : 

Demikian informasi ini kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Salam,

    0 Komentar

    Belum ada komentar