Sukses

Penumpukan Feces

11 Dec 2015, 15:58 WIB
Wanita, 23 tahun.

Saya mempunyai keluhan susah BAB,perut seperti turun dan sakit di bawah perut,seperti kembung,sering BAK.Setelah USG ternyata tidak ada kista,tetapi ada penumpukan feses.Solusinya apa ya dok?saya khawatir usus saya meledak

 

Terima kasih Anda telah menggunakan layanan e-konsultasi di Klikdokter.

Kami memahami kekhawatiran yang Anda rasakan. Keluhan sulit buang air besar (sembelit) dalam dunia kedokteran disebut juga dengan konstipasi. Yang disebut konstipasi adalah apabila buang air besar kurang dari 3 kali dalam seminggu dan disertai dengan konsistensi kotoran/tahi/feces yang keras. Kotoran yang keras saat buang air besar dapat menimbulkan sensasi nyeri pada anus. Buang air besar yang tidak tuntas dapat  pula memberikan rasa tidak nyaman pada daerah sekitar anus. BAB tidak lancar memang dapat menjadi sumber kekhawatiran tersendiri karena menyebabkan rasa tidak nyaman dan gelisah. 

Jika frekuensi bab anda < dari 3 kali dalam seminggu maka Anda mengalami konstipasi atau sembelit. Faktor risiko konstipasi mencakup minum yang kurang (orang normal minum 2-3 liter/hari), kurang makan sayur-sayuran dan buah-buahan, dan aktivitas fisik yang kurang (sedentary life).

Untuk mengatasi konstipasi, dapat dilakukan beberapa hal berikut :

  • Makan makanan yang tinggi kadar seratnya. Makanan yang mengandung banyak serat, akan membantu tubuh membentuk tinja yang lebih lunak. Jenis makanan tersebut, diantaranya adalah kacang-kacangan, buah-buahan, dan sayuran. Hindari atau kurangi makanan yang tidak atau hanya sedikit mengandung serta, seperti keju, daging, dan makanan yang mengalami pemrosesan (misalnya diasap). Sebaiknya  jumlah konsumsi makanan tinggi serat ini dilakukan secara bertahap, awalnya hanya sedikit, lalu ditingkatkn sedikit-sedikit. Hal ini perlu dilakukan karena jka saluran cerna belum terbiasa dengan serat yang dimakan, justru akan menimbulkan keluhan kembung
  • Berolahraga secara teratur. Aktivitas fisik akan membantu menstimulasi aktivitas usus.
  • Asupan cairan yang cukup. Minum air atau cairan lain dalam jumlah cukup akan membantu melunakkan tinja
  • Jangan menunda dilakukannya BAB.
  • Menggunakan obat yang bersifat laksatif. Obat-obat ini hanya digunakan sebagai cara terakhir, jika cara-cara di atas tidak berhasil. Contoh obat yang bersifat laksatif adalah dulcolax. Dulcolax berfungsi sebagai stimulasi kontraksi ritmik di usus.

Mungkin saja yang Anda alami adalah gangguan buang air besar yang memerlukan waktu cukup lama untuk kembali normal. Masalah gangguan buang air besar juga membutuhkan penyesuaian pola hidup yang sehat agar tidak muncul kembali.

Untuk keluhan sulit buang air besar, kami sertakan artikel: 7 Tips Mencegah Sulit BAB. serta Fakta dan Mitos Sulit BAB

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat.

Salam

0 Komentar

Belum ada komentar