Sukses

Lutut Nyeri Dan Bengkak

04 Dec 2015, 11:43 WIB
Wanita, 23 tahun.

dok,ada yang ingin saya tanyakan,,mengapa lutut saya sering terasa kaku dan ngilu,.,.apalagi klu sampe kena kipas,.apa yang terjadi pada lutut saya dok

Terima kasih Anda telah menggunakan fasilitas e-konsultasi KlikDokter.

Kami memahami kekhawatiran yang Anda rasakan. Nyeri pada daerah lutut dapat berasal dari lutut itu sendiri atau dari tempat lain (seperti pinggang, pergelangan kaki atau punggung bagian bawah) karena adanya persarafan yang saling berhubungan. Struktur dari lutut terdiri dari tulang, tulang rawang, tendon, ligamen dan bursa. Kelainan atau gangguan pada struktur tersebut dapat menimbulkan nyeri. Penyebab nyeri lutut yang paling sering antara lain infeksi, peradangan (rheumatoid arthitis, osteoarthitis, dll), atau cedera. 

Pada kasus Anda, kami menduga keluhan yang Anda alami dikarenakan oleh osteoartritis. Osteoartritis (OA), dikenal juga sebagai artritis degeneratif(penyakit degeneratif sendi), adalah kondisi di mana sendi terasa nyeri akibat peradangan yang timbul karena gesekan ujung-ujung tulang penyusun sendi. Osteoarthritis umumnya terjadi pada usia setengah baya dan orang tua. Berdasarkan penelitian, kebanyakan orang yang terkena osteoarthritis adalah wanita Gejalanya adalah nyeri sendi setelah aktivitas, lutut terasa sakit dan kaku, jari-jari tangan membesar, kaku, dan sakit. Tidak menyebabkan pembengkakan pada sendi dengan keluhan utama adalah nyeri dan kaku sendi.

Tatalaksana terhadap OA secara umum dapat dibedakan menjadi tatalaksanan non bedah dan bedah. Tatalaksana non bedah berupa obat-obatan, perubahan pola diet, fisioterapi, serta modifikasi aktivitas. Beberapa hal yang dapat dilakukan sendiri, antara lain:

  • Istirahat. Jika mengalami nyeri atau radang pada sendi, istirahatkan selama 12 - 24 jam. Atau istirahat dari aktivitas selama 10 menit setiap jam.
  • Berolahraga. Dosis olahraga yang diperlukan sebaiknya dengan persetujuan dokter. Lakukan olahraga ringan seperti berjalan atau renang. Namun jangan berolahraga saat sendi dalam keadaan sakit. 
  • Kurangi berat badan. Berat badan yang berlebih akan memberikan beban pada sendi-sendi yang menyangga tubuh. Kombinasi diet dan olahraga efektif menurunkan berat badan.
  • Kompres panas dan dingin untuk menangani nyeri. Kompres hangat dapat diberikan selama 20 menit, beberapa kali sehari. Kompres dingin dapat diberikan bila tidak ada gejala baal atau sirkulasi yang terganggu.
  • Lakukan fisioterapi dengan fisioterapis yang berpengalaman. Fisioterapi memelihara mobilitas sendi dan meningkatkan kekuatan otot. Memperkuat otot-otot di sekitar sendi dapat memberikan efek proteksi terhadap sendi yang terserang OA dengan meningkatkan penyerapan tekanan dan mengurangi beban terhadap sendi.
  • Gunakan krim atau jel yang tersedia di apotek untuk mengurangi nyeri. Beberapa krim bekerja dengan memberikan sensasi panas atau dingin atau mengandung zat aktif tertentu yang akan diserap melalui kulit dan mengurangi nyeri.

Terapi obat-obatan minum berupa antinflamsi non steroid merupakan penatalaksanaan utama pada OA. Pengobatan ini selain membantu menghilangkan gejala nyeri juga dapat mencegah perburukan yang dapat terjadi. Penyuntikan (injeksi) kortikosteroid pada sendi, seperti yang telah dilakukan terhadap ibunda Ibu, dapat mengurangi nyeri untuk sementara, namun injeksi ini tidak boleh sering diulang karena merupakan dapat menyebabkan destruksi tulang.

Terapi operatif pada pasien OA diindikasikan apabila penatalaksanaan secara konservatif tidak memberikan hasil yang adekuat berupa peningkatan fungsi sendi yang terkena serta adanya kelainan yang progresif. Debridemen (pembersihan) sendi efektif dalam mencegah atau menunda tindakan operatif. Sendi seperti sendi lutut cocok apabila dilakukan debridemen menggunakan alat yang disebut artroskopi.

Artroplasti atau prostatic joint replacement (penggantian sendi) merupakan tindakan pembuangan sendi yang dan membuat sendi palsu yang dapat terbuat dari plastik atau logam. Indikasi utama tindakan ini adalah adanya nyeri, terutama yang disertai deformitas dan instabilitas. Terapi ini memberikan hasil yang baik pada pasien-pasien OA yang berat dan tidak dapat ditangani dengan terapi konservatif.

Kami menyarankan Anda untuk melakukan konsultasi langsung dengan dokter spesialis penyakit dalam untuk mengetahui tatalaksana yang tepat untuk kondisi Anda saat ini.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan, semoga informasi ini bermanfaat.

Salam,

 

    0 Komentar

    Belum ada komentar