Sukses

Rematik

02 Dec 2015, 14:27 WIB
Pria, 24 tahun.

dok nama saya didik umur saya 24 mengidap penyakit rematik dan encok,,bagaimana cara mengobatinya,,rematik kambuh ketika kena angin dingin,,serta encok saya nyeri sekali dok,,terimakasih

dr. Nadia Octavia

Dijawab Oleh:

dr. Nadia Octavia

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Rematik atau dalam bahasa medis disebut dengan Rheumatoid Arthritis atau RA adalah suatu kondisi penyakit dimana sel - sel imun tubuh menyerang jaringan persendian. Sel - sel imun tubuh ini seiring dengan berjalannya waktu dapat menyebabkan peradangan pada persendian dan gangguan bentuk sendi. Penyebab penyakit ini belum diketahui secara pasti tetapi para ahli berpendapat bahwa merokok, infeksi, dan riwayat cedera dapat menstimulasi terjadinya reaksi sel - sel imun tubuh menyerang jaringan sendi.

Gejala RA adalah sebagai berikut

  • Nyeri pada persendian terutama bila tersentuh atau tertekan

  • Sendi menjadi bengkak

  • Anggota gerak menjadi kemerahan

  • Lemas

  • Demam

  • Berat badan turun

  • Anggota gerak menjadi kaku

Seiring dengan perjalanannya, mula - mula sendi sendi kecil seperti sendi jari baik tangan maupun kaki akan terkena. Setelah itu penyakit ini akan merambat ke pergelangan tangan, siku tangan, lutut, hingga sendi leher, panggul, rahang, dsb. Penyakit ini lebih banyak diderita wanita daripada pria.

Diagnosis penyakit ini ditegakkan melalui wawancara mendalam, pemeriksaan fisik umum, pemeriksaan fisik anggota gerak, dan pemeriksaan penunjang. Pemeriksaan laboratorium yang dapat dilakukan meliputi pemeriksaan CRP, Laju endap darah, Rheumatoid Factor dan ANA.

Orang dengan RA pemeriksaan laju endap darah (LED) cenderung meningkat, pemeriksaan ini dapat memperlihatkan adanya proses peradangan dalam tubuh. Untuk menentukan adanya peradangan juga dapat dinilai melalui pemeriksaan C-reactive protein (CRP). Jika hasil CRP Anda meningkat dapat dikonfirmasi dengan pemeriksaan faktor reumatoid (RF) untuk mengetahui apakah benar artirtis reumatoid. Faktor reumatoid merupakan antibodi yang didapatkan pada sekitar 70-90% penderita artritis reumatoid. Pemeriksaan terbaru untuk mengkonfirmasi artritis reumatoid adalah anti-cyclic citrullinated peptide antibody (anti-CCP). Pemeriksaan Anti nuclear antibody (ANA) ditujukan untuk mengetahui apakah seseorang menderita penyakit autoimun, dapat digunakan untuk mendiagnosis pasien lupus, polymyositis, sjrogen syndrome, artritis reumatoid. 95% pasien yang menderita lupus menunjukan hasil ANA positif dan sekitar 50% pasien yang positif ANA nya menderita artritis reumatoid.

Selain itu juga dapat dilakukan pemeriksaan pada cairan sendi. Cairan sendi diambil dengan jarum lalu diteliti komponennya. Selain itu dapat juga dilihat dengan pemeriksaan rontgen untuk mengetahui seberapa besar keparahan atau keterlibatan tulang di dalam penyakit ini.

Tidak ada diet khusus untuk penderita artritis reumatoid dikarenakan penyebabnya yang autoimun. Tetapi ada makanan yang dapat mencegah peradangan pada artritis seperti ikan yang kaya akan omega-3 sehingga dapat menurunkan kadar inflamasi/peradangan dalam darah, selain itu juga perbanyak konsumsi buah dan sayuran yang kaya antioksidan seperti stroberi, anggur, jeruk, bayam.

Cobalah untuk berolahraga minimal 3x/minggu, masing-masing sesi dilakukan minimal 30 menit. Nyeri sendi dapat dikurangi dengan mengkonsumsi obat anti nyeri seperti paracetamol, ibuprofen, natrium diklofenak, aspirin. Namun obat tersebut tidak boleh digunakan sembarangan dan berlebihan karena dapat menimbulkan efek samping.

Kami menyarankan Anda untuk berkonsultasi dengan dokter sub - spesialis rheumatologi untuk mendapat kesembuhan yang optimal.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan, semoga dapat bermanfaat.


Salam dan semoga lekas sembuh.

 

    0 Komentar

    Belum ada komentar