Sukses

Mata Lelah dan Sakit Kepala

01 Dec 2015, 15:51 WIB
Wanita, 22 tahun.

mata saya sering lelah. setelah itu diiringi dgn kepala bgian belakang sakit. nah, kdang" aja skitnya tu ampe ke rahang & ke telinga. kira" knp ya? trimakasih

dr. Melyarna Putri

Dijawab Oleh:

dr. Melyarna Putri

Terima kasih telah menggunakan layanan e-Konsultasi Tanya Dokter KlikDokter.com.

Gejala yang Anda alami adalah gejala sakit kepala, kemungkinan tipe cluster. Sakit kepala jenis ini merupakan sakit kepala primer (bukan dikarenakan sebab lain) dan penyebabnya masih belum diketahui. Diperkirakan bagian otak yang disebut hipotalamus berperan di dalam sakit kepala tipe cluster ini. Genetik atau keturunan serta pencetus lain seperti alkohol, coklat, udara panas, dan rokok juga berperan.

Yang sebaiknya Anda lakukan apabila sakit kepala datang menyerang adalah istirahat, minum obat pereda rasa sakit-panadol boleh apabila dapat mengurangi nyeri-atau obat jenis NSAIDs seperti asam mefenamat. Apabila sakit kepala masih belum mereda maka saya anjurkan Anda berkonsultasi lebih lanjut ke dokter spesialis saraf untuk diperiksa secara holistik. Yang harus Anda waspadai adalah apabila sakit kepala ini terus menerus terjadi, dikhawatirkan didapatkan gangguan di otak. 

Keluhan sakit kepala berbagai macam tipe dan penyebabnya. Pada Anda mungkin tidak berhubungan dengan maag yang Anda alami. Sakit kepala yang serius gejalanya sangat berat dan datang tiba-tiba dan dapat diserta gejala neurologis. 

Bila Anda mengalami keluhan-keluhan sakit kepala seperti tertindih benda berat dan melibatkan otot-otot leher maka kemungkinan Anda mengalami TTH (Tension Type Headache/Sakit Kepala Tipe Tension). Sakit kepala tipe ini seringkali disertai dengan adanya rasa sakit/kaku di bagian leher, yang dapat juga menjalar hingga ke punggung, mata atau otot-otot lainnya di tubuh.

Beberapa faktor dapat menjadi pemicu timbulnya TTH, antara lain :

  • Stress : biasanya sakit kepala timbul di siang atau sore hari setelah stress bekerja atau ujian

  • Gangguan tidur

  • Posisi tubuh yang salah saat bekerja

  • Waktu makan yang tidak teratur

  • Kelelahan mata

  • Penghentian konsumsi kafein

  • dll

TTH dapat diatasi dengan istirahat, pemijatan bagian belakang kepala dan leher, serta minum obat penghilang rasa sakit jika tidak tahan, seperti paracetamol atau asam mefenamat yang dijual bebas. Namun, penggunaan obat-obatan tersebut tidak akan banyak membantu jika anda tidak menghindari faktor pencetus terjadinya TTH pada diri Anda. Untuk mencegah berulangnya kejadian TTH pada diri Anda, Anda juga perlu menghindari faktor-faktor pencetus TTH pada diri anda. 50% penderita TTH mengalami kekambuhan penyakitnya akibat dipicu oleh rasa lapar atau stress. Bagaimana dengan diri Anda? Jika Anda perhatikan, faktor apa saja yang menjadi pemicu keluhan Anda untuk timbul?

Demikian informasi yang dapat disampaikan. Semoga dapat bermanfaat. 

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar