Sukses

Tiroid

03 Dec 2015, 12:26 WIB
Wanita, 31 tahun.

Saya memiliki kondisi berat badan yang memang swlalu over. Belakangan menjadi obesitas akut. Saya sudah mencoba diet segala macam tetapi tetap tidak berhasil. Rekan kerja pernah menyarankan utk cek tiroid. Krn kadang saat saya naik lagi berat badannya selalu di barengi dengan sakit di tumit, perut terasa kembung, merasa lelah dan tidak ada semangat ( di ljhat orang lain spt prg depresi). Apakah memang sy perlu memeriksakan tiroid saya? Bila saya lihat-lihat artikel tiroid bisa menyebabkan gangguan fertilitas. Saya sempat keguguran 4 bulan lalu dimana janin saya meninggal di dalam kandungan di usia 12 minggu. Pertanyaannya: 1. Apakah memang dari gejala-gejala tersebut saya mengalami gangguan hormon tiroid seperti kata rekan kerja saya? 2. Langkah-langkah apa yang perlu saya lakukan? Terutama mengingat saya hendak melakukan perencanaan kehamilan tahun depan? 3. Apakah saya perlu melakukan tes lab? Terima kasih

dr. Melyarna Putri

Dijawab Oleh:

dr. Melyarna Putri

Terima kasih telah menggunakan layanan e-Konsultasi Tanya Dokter KlikDokter.com.

Berdasarkan perhitungan Indeks Massa Tubuh (IMT),saat ini berada dalam kondisi very obese .Penelitian yang diterbitkan bulan Deseber 2007 di dalam Jurnal Human Reproduction, mendapatkan data bahwa wanita dengan IMT 35 memiliki kemungkinan 26% lebih kecil untuk hamil secara spontan dibandingkan mereka yang memiliki berat badan normal. Wanita dengan IMT 40 ditemukan memiliki 43% kemungkinan lebih kecil untuk hamil spontan.

Berdasarkan salah satu penelitian yang disebutkan di atas memang terlihat adanya kaitan antara obesitas dengan gangguan kesuburan. Bagaimana mekanisme obesitas menyebabkan gangguan kesuburan masih belum dapat diterangkan secara jelas. Beberapa teori mengatakan bahwa hormon leptin, yaitu hormon yang mengatur pola makan dan pengolahan energi (meningkat pada orang obesitas) dapat mencegah proses fertilisasi (pembuahan sel telur oleh sel sperma).

Sel lemak sendiri dapat mengubah adrenal androstenedione (hormon dari kelenjar adrenal) menjadi estrogen yang disebut dengan estron. Apabila andaoverweight, ketika indung telur anda mencoba melakukan siklus normal, asupan estron dari ubahan sel lemak tersebut akan mengganggu. Akibatnya fungsi indung telur terganggu dan anda tidak berovulasi.

Selain itu, obesitas juga merupakan salah satu faktor risiko terjadinya sindroma polikistik ovari yang menyebabkan gangguan siklus menstruasi dan anovulatoar ovulation (siklus menstruasi tanpa pengeluaran sel telur).

Obesitas sendiri (seperti yang sudah ibu ketahui) memang dapat menyebabkan beberapa masalah di dalam kehamilan, seperti meningkatkan persentase melahirkan dengan operasi caesar, diabetes dalam kehamilan, DVT (deep vein thrombosis), dan banyak lagi.

Yang sebaiknya anda lakukan apabila ingin hamil dan melahirkan dalam kondisi sehat saat ini adalah menurunkan berat badan secara bertahap. Hal ini baik untuk kesehatan dan juga untuk kesuburan anda. Menurunkan berat badan pun tidak boleh dilakukan secara terburu-buru karena apabila terlalu cepat penurunan berat badannya dapat menyebabkan peningkatan risiko kehamilan. Turunkanlah berat badan perlahan-lahan dalam waktu 6 bulan sebelum perencanaan kehamilan.

Mengenai keputihan dan teman anda, selama keputihan itu jernih atau berwarna putih, tidak gatal, tidak panas, tidak terlalu banyak, tidak berbau, maka keputihan tersebut adalah normal dan tidak perlu dihkawatirkan. Mengenai teman anda, infeksi pada kehamilannya yang menyebabkan keguguran terjadi karena keputihan, bukan karena keputihan ia menjadi hamil anggur.

Infertilitas primer adalah kondisi belum terjadinya kehamilan setelah 1 tahunberhubungan seksual teratur (2 - 3x/minggu) tanpa menggunakan kontrasepsi. Jika memang ada infertilitas primer, perlu dicari penyebabnya baik dari pihak ayah maupun ibu. Pihak ibu dapat melakukan pemeriksaan USG untuk mengetahui anatomi alat kandungan, dan mungkin pemeriksaan hormonal (tergantung kebutuhan). Suami Ibu dapat melakukan pemeriksaan analisis sperma (kualitas dan kuantitas). Apabila ada kelainan yang ditemukan maka terapi yang diberikan sesuai dengan penyebab gangguan kesuburan tersebut.

Apakah yang Anda maksud adalah hipertiroid atau hipotiroid? Oleh karena itu, ijinkan kami menjelaskan sedikit mengenai hipotiroid. Pada dasarnya kelenjar tiroid adalah bagian dari sistem endokrin yang berlokasi di leher bagian depan. Kelenjar ini menghasilkan hormon yang membantu mengkoordinasikan banyak fungsi tubuh sekaligus mempengaruhi pertumbuhan dan metabolisme.

Hormon yang dikeluarkan kelenjar tiroid juga berperan dalam perkembangan normal organ seperti jantung dan otak, serta untuk fungsi reproduksi normal. Jumlah produksi hormon yang tepat penting pula untuk metabolisme tulang dan kalsium. Hipotiroid adalah suatu kondisi di mana kelenjar tiroid tidak memproduksi hormon tiroid dalam jumlah yang cukup. Hormon T3 yang rendah bisa dikategorikan hipotiroid. 

Kongenital didalam bahasa kedokteran berarti kondisi yang muncul sejak didalam kandungan dalam hal ini hipotiroid kongenital. Kami tidak dapat memastikan apa yang menjadi penyebab dari hipotiroid yang Anda alami, tanpa melakukan wawancara medis dengan lengkap dan tanpa pemeriksaan fisik. Oleh karena itu kami menyarankan Anda untuk berkonsultasi dengan dokter kandungan dan dokter anak Anda, agar kondisi yang dialami dapat ditangani secara maksimal. 

Hipotiroid merupakan penyakit keturunan, jika salah satu anggota keluarga menderita hipotiroid maka ada kesempatan didalam keluarga untuk menderita gangguan hipotiroid atau bahkan ada kemungkinan gangguan tiroid yang lain.

Hipertiroid adalah penyakit yang terjadi karena kelebihan produksi pada kelenjar tiroid tersebut. Hal ini dapat disebabkan karena gangguan hormon perangsang dari otak atau hiperfungsi dari kelenjar tiroid.  Penderita penyakit hipertiroid dapat mengalami pembesaran sekitar dua sampai tiga kali dari ukuran biasanya. Gejala hipertiroid dapat berupa mudah berkeringat, berat badan sulit naik, gemetar. 

Penanganan hipertiroid adalah dengan penggunaan obat, tidak ada cara lain yang sama efektifnya untuk pengobatan penyakit ini. Pentingnya pengobatan adalah untuk mencegah komplikasi hipertiroid, seperti krisis tiroid, bahkan dalam jangka panjang hipertiroid dapat menyebabkan gagal jantung karena aktivasi jantung yang berlebihan. Pengobatan akan disesuaikan dosisnya sesuai dengan kadar hormon tiroid Anda.

Makanan yang baik untuk penderita hipertiroid adalah makanan yang mengandung sumber vitamin b12 (hati sapi), vitamin C, sayuran hijau (brokoli, bayam), yodium (kacang, yogurt, produk susu, strawberi).

Hormon tiroid memang memiliki efek pada otot jantung, sirkulasi perifer dan sistem saraf simpatis yang berpengaruh terhadap hemodinamik kardiovaskuler pada penderita hipertiroid. Perubahan yang utama terjadi pada penderita hipertiroid meliputi : peningkatan denyut jantung, kontraktilitas otot jantung, curah jantung, relaksasi diastolik dan penggunaan oksigen oleh otot jantung serta penurunan resistensi vaskuler penggunaan oksigen oleh otot jantung serte penurunan resistensi vaskuler sistemik dan tekanan diastolic. 

Penderita hipertiroid sering mengalami keluhan sesak napas. Hal ini dapat dijelaskan karena pada penderita hipertiroid terdapat kenaikan curah jantung dan konsumsi oksigen pada saat maupun setelah melakukan aktivitas. Selain itu kapasitas vital pada penderita hipertiroid akan menurun disertai dengan gangguan sirkulasi dan ventilasi paru. Frekuensi nadi biasanya meningkat ( 90 – 125 kali/ menit ) dan akan bertambah cepat jika beraktivitas serta ada perubahan emosi.  

Demikian informasi yang dapat disampaikan. Semoga dapat bermanfaat. 

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar