Sukses

Cerebral Palsy Dan Miopati

24 Nov 2015, 16:10 WIB
Wanita, 22 tahun.

Dok apa beda nya CEREBRAL PALSY dan MIOPATI?

Terima kasih telah menggunakan layanan e-Konsultasi Tanya Dokter KlikDokter.com. 

Cerebral palsy merupakan sebuah istilah yang digunakan untuk menggambarkan kumpulan kelainan yang memengaruhi pergerakan tubuh, keseimbangan, dan postur. Cerebral palsy dapat juga diartikan sebagai kelumpuhan pada otak (brain paralysis).

Penyebabnya antara lain adalah perkembangan abnormal atau kerusakan pada satu atau lebih bagian otak yang mengendalikan tonus otot dan aktivitas motorik (pergerakan)-dalam hal ini penyebabnya termasuk kejang yang disebabkan oleh infeksi dalam otak, atau benturan keras pada kepala anak.

Umumnya anak dengan cerebral palsy akan lambat mencapai tahapan perkembangan sesuai usianya seperti merangkak, duduk, berjalan, bahkan untuk gerakan sederhana sekalipun.

Juga dapat disertai berbagai masalah lain seperti keterbelakangan mental, masalah pernapasan, masalah kemih dan pencernaan, makan, dsb.

Bagaimanapun, banyak di antara anak dengan cerebral palsy memiliki tingkat intelegensia normal atau di atas rata-rata, namun dibatasi oleh kemampuan dalam berkomunikasi.

Kemampuan ini sebenarnya masih dapat diperbaiki dengan melakukan intervensi yang tepat, termasuk di dalamnya adalahfisioterapi, terapi okupasi, dan terapi berbicara/menelan.

Bagaimanapun, yang dapat menentukanatau menjelaskan kondisi anak Ibu maupun kemungkinan perkembangan saat ini adalah dokter anak yang menanganinya.

Kami sarankan sebaiknya Ibu berdiskusi langsung dengan dokter spesialis anak, khususnya divisi neurologi anak untuk untuk lebih jelasnya.

Miopati adalah penyakit otot di mana serabut otot tidak dapat berfungsi normal, akibatnya otot mengalami kelemahan atau kelumpuhan, atau terjadi sebaliknya, otot mengalami kekakuan, kram, atau tegang. Penyebab miopati dapat dibagi ke dalam dua golongan besar, yaitu: penyebab bawaan yang sudah ada sejak lahir dan penyebab dapatan.                                      

Secara umum gejala miopati antara lain adalah otot mengalami kelumpuhan, melemah, mengecil, nyeri, bengkak, atau kram. Walaupun demikian, setiap penyebab memberikan pola gejala yang berbeda. Pada penyakit polio misalnya, gejalanya adalah lumpuh layu, sedangkan pada penyakit tetanus gejalanya kaku otot dan kejang-kejang. Jika tubuh kekurangan cairan atau dehidrasi, timbul gejala kram otot, dimana otot tegang, kaku, rasa tertarik, dan nyeri. 

Selain itu, pada setiap orang gejala bisa berbeda walaupun penyebabnya sama. Misalnya pada penyakit stroke, ada yang mengalami gejala badan mati sebelah, ada yang bicara pelo, ada yang kehilangan penglihatan, ada yang terganggu daya pikirnya, dan sebagainya. Biasanya, jika lumpuh berlangsung lama dan otot jarang digunakan, otot cenderung mengecil. Keadaan ini disebut atrofi otot. Pengecilan otot juga dapat ditemukan pada mereka yang kurang gizi, terutama kekurangan zat protein.             

Demikian informasi ini kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Salam,

    0 Komentar

    Belum ada komentar