Sukses

Alergi Susu Sapi dan Kulit Kepala Berkerak
23 Nov 2015, 10:47 WIB
Wanita, 3 tahun.

dok, anak saya bab nya warna hijau trs suka ngeden. ada kerak atau ketombe gitu di kepalanya.. sering buang angin (kentut) jg.. kadang ada luka d belakang telinga terdapat ruam merah d pantatx, d kulit kepala bagian belakang agak merah tiap saya oleskan salep tdk hilang gitu. yang ingin sy tanyakan apakah anak sy alegi susu sapi?? menurut dokt susu apa yg cocok untuk anak saya.. makasih

 

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Sebelumnya penting untuk kami mengetahui terlebih dahulu usia anak Anda, sudah mulai makan atau belum. Karena asupan yang saat ini anak Anda terima akan berpengaruh pada kemungkinan penyebab keluhan Anda.

Manifestasi klinis alergi protein susu sapi (APSA) pada anak paling banyak terlihat pada saluran pencernaan sebesar 50-60 persen. Sisanya terlihat di kulit dan saluran nafas. Gejalanya mulai dari ringan sampai berat hingga mengancam jiwa, seperti asma berat, udem laring, dan anafilaksis yang berakibat tidak sadar atau maut.Manifestasi pada saluran pencernaan biasanya dalam bentuk muntah, diare, dan diare berkepanjangan. Jika anak tidak mendapat pengobatan tepat, anak akan malnutrisi.apakah anak anda mengalami diare setelah mengkonsumsi susu?atau ada gejala-gejala alergi susu pada anak anda?

Alergi susu sapi adalah reaksi alergi yang melibatkan antibodi IgE terhadap satu atau lebih fraksi protein yang terdapat dalam susu. Alergi susu sapi sering dikacaukan dengan intoleransi lakstosa oleh karena gejalanya yang serupa. Bagaimanapun, intoleransi laktosa dan alergi susu sapi tidak berhubungan. Alergi susu sapi merupakan reaksi alergi yang dipicu oleh sistem imun, sedangkan intoleransi laktosa adalah masalah yang disebabkan oleh sistem pencernaan.

Alergi susu sapi adalah reaksi alergi sejati yang dapat dideteksi dengan tes darah dan/atau prosedur sederhana yang disebut uji cukit kulit untuk memastikan apakah anak anda alergi terhadap susu sapi.

Apabila anak Anda sudah mulai makan, maka buang air besar mengedan bisa jadi dikarenakan makanan yang ia konsumsi. Evaluasi kembali, apakah ada makanan tertentu yang Anda berikan yang kemudian menyebabkan anak Anda sulit buang air besar? Apabila anak anda benar menderita alergi susu sapi, sebaiknya anak anda menghindari segala makanan yang berbahan dasar susu sapi seperti keju, biskuit susu, dsb. Sebagai alternatif, susu kedelai, susu beras, susu gandunm, dan susu nabati lain dapat menggantikan susu sapi, namun perlu diketahui bahwa 20% anak yang alergi susu sapi juga memiliki alergi terhadap susu kedelai.

Untuk kulit kepala yang berkerak, nampaknya anak Anda mengalami Dermatitis Seboroik. Dermatitis seboroik merupakan suatu keadaan peradangan kulit yang ditandai dengan pengelupasan kulit yang berwarna putih hingga kekuningan dan berminyak, terutama pada daerah kulit kepala atau pada kulit di dalam telinga. Hal ini tampak dalam bentuk ketombe putih kekuningan yang tebal seperti kerak, dalam dunia medis disebut dengan cradle cap. Anda tidak perlu khawatir karena dermatitis seboroik bukanlah suatu penyakit yang berbahaya. Dapat memberikan rasa gatal atau terkadang juga tidak.

Dermatitis seboroik merupakan kelainan kulit atau peradangan (inflamasi), produksi kelenjar minyak kulit anng berlebihan dan peran kolonisasi jamur Malassezia furfur pada kulit yang terkena. Dermatitis seboroik merupakan kelainan kulit yang berlangsung kronik dan kambuhan. Dermatitis seboroik ditandai dengan kemerahan, gatal, dan kulit bersisik, paling sering mengenai kulit kepala (ketombe), tetapi juga dapat mengenai kulit pada bagian tubuh lainnya seperti wajah, dada, lipatan lutut, lengan dan lipat paha. Timbulnya dermatitis seboroik juga dipengaruhi oleh faktor keturunan. Biasanya pada orang tua yang berketombe, maka kemungkinan besar anaknya akan berketombe juga. Stress, suhu yang ekstrim, kurangnya menjaga kebersihan kulit kepala, penggunaan lotion yang mengandung alkohol dan lainnya dapat memicu timbulnya ketombe pada kulit kepala dan daerah kulit yang lainnya. Dermatitis seboroik tidak dapat disembuhkan sempurna namun dapat dikontrol.

Menjaga kebersihan memegang peranan penting di dalam mengontrol dermatitis seboroik. Membersihkan kepala secara teratur akan mengurangi tumpukan minyak di kepala. Aktivitas di luar rumah yang dapat memicu peningkatan produksi kelenjar keringat dan kelenjar minyak sebaiknya dihindari.

Pada dermatitis seboroik umumnya akan digunakan sampo yang berisi ciclopirox atau ketokonazol dan turunannya. Menurut  American Academy of Dermatology, dermatitis seboroik pada anak-anak (cradle cap) ditangani dengan sampo atau lotion yang mengandung kortikosteroid lemah atau antijamur seperti ketokonazol. Sampo ketokonazole lebih efektif dibandingkan Zinc pyrithione. Selenium sulfid juga sering dipakai. Selenium sulfid digunakan dalam bentuk sampo, pemakaiannya dianjurkan 2-3 kali dalam seminggu. Setelah rambut dibasahi dan dioleskan sampo, diamkan selama 2-5 menit, setelah itu bilas.

Preparat yang mengandung kortikosteroid dapat memiliki efek samping. Krim/sampo/gel/lotion yang mengandung kortikosteroid sebaiknya dipakai menurut petunjuk dokter. Pada kasus kambuh yang tidak dapat ditangani dengan antijamur dan kortikosteroid, agen supresi seboroik seperti isotretinoin dapat digunakan untuk mengurangi aktivitas kelenjar sebasea.

Diagnosis untuk keponakan Anda perlu ditegakkan melalui pemeriksaan fisik langsung. Kami sarankan anaknAnda mengunjungi dokter spesialis anak atau kulit dan kelamin untuk diagnosis pasti dan penanganan yang optimal.

Demikian informasi kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar