Sukses

Penyebab Nyeri Sendi di Lutut

24 Nov 2015, 12:12 WIB
Pria, 47 tahun.

ibu saya punya penyakit sering nyeri di persendian terutama di lutut dan pinggul,sudah sering berobat ke klinik dan bidan tapi sembuhnya hanya sesaat,saya minta saran dari dokter obat apa ya.. yang seharusnya saya beli,usianya 64 thn trims suhandi se

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Tanya Dokter di KlikDokter.com.

Kami memahami kekhawatiran yang Anda rasakan.Ada beberapa kemungkinan penyebab nyeri lutut yang Ibu Anda keluhkan, salah satunya adalah osteoartritis.

Osteoartritis (OA) adalah suatu kelainan sendi kronis (jangka lama), di mana terjadi proses pelemahan dan disintegrasi dari tulang rawan sendi yang disertai dengan pertumbuhan tulang dan tulang rawan baru pada sendi. Kelainan ini merupakan suatu proses degeneratif pada sendi yang dapat mengenai satu atau lebih sendi. Umumnya OA mengenai sendi besar, seperti lutut, pinggul, bahu, dan tulang belakang.

Nyeri merupakan keluhan utama tersering dari pasien-pasien dengan OA yang ditimbulkan oleh kelainan seperti tulang, membran sinovial, kapsul fibrosa, dan spasme otot-otot di sekeliling sendi. Nyeri awalnya tumpul kemudian semakin berat, hilang timbul, dan diperberat oleh aktivitas gerak sendi. Nyeri biasanya menghilang dengan istirahat.

Kekakuan pada kapsul sendi dapat menyebabkan kontraktur (tertariknya) sendi dan menyebabkan terbatasnya gerakan. Penderita akan merasakan gerakan sendi tidak licin yang disertai bunyi gemeretak (krepitus). Sendi terasa lebih kaku setelah istirahat/tidur. Perlahan-lahan kekakuan sendi umumnya berkurang seiring dengan aktivitas. Sendi akan terlihat membengkak karena adanya penumpukan cairan di dalam sendi. Pembengkakan ini terlihat lebih menonjol karena pengecilan otot sekitarnya yang diakibatkan karena otot menjadi jarang digunakan.

Terdapat beberapa pemeriksaan yang dapat dilakukan, antara lain :

  • Foto polos sendi (roentgen) --> dapat terlihat penyempitan rongga sendi, pembentukan osteofit (tonjolan-tonjolan kecil pada tulang), perubahan bentuk sendi, dan destruksi tulang
  • Pemeriksaan cairan sendi --> dapat dijumpai peningkatan kekentalan cairan sendi
  • Pemeriksaan artroskopi --> dapat memperlihatkan destruksi tulang rawan sebelum tampak di foto polos

Walaupun belum ada pengobatan yang spesifik untuk penyakit degeneratif sendi; dan walaupun kerusakan pada sendi akan permanen dan bahkan progresif (semakin parah), pengobatan terbaik dapat diberikan bila tatalaksana secara umum dan lokal disesuaikan untuk setiap penderita. Tujuan pengobatan OA adalah :

  1. Membantu penderita agar mengerti penyakitnya
  2. Memberi bantuan psikologis
  3. Menghilangkan rasa sakit
  4. Menekan proses inflamasi (peradangan)
  5. Mempertahankan fungsi sendi dan mencegah perubahan sendi dengan mempertahankan aktivitas fisik
  6. Melakukan koreksi terhadap kelainan yang sudah terjadi
  7. Memperbaiki fungsi sendi Memperkuat otot-otot yang lemah
  8. Melakukan rehabilitasi terhadap penderita secara individu.

Tatalaksana terhadap OA secara umum dapat dibedakan menjadi tatalaksanan non bedah dan bedah. Tatalaksana non bedah berupa obat-obatan, perubahan pola diet, fisioterapi, serta modifikasi aktivitas. Terapi obat-obatan berupa antinflamsi non steroid merupakan penatalaksanaan utama pada OA. Pengobatan ini selain membantu menghilangkan gejala nyeri juga dapat mencegah perburukan yang dapat terjadi.Penyuntikan (injeksi) kortikosteroid pada sendi dapat mengurangi nyeri untuk sementara, namun injeksi ini tidak boleh sering diulang karena merupakan dapat menyebabkan destruksi tulang.

Fisioterapi bertujuan untuk memelihara mobilitas sendi dan meningkatkan kekuatan otot. Memperkuat otot-otot di sekitar sendi dapat memberikan efek proteksi terhadap sendi yang terserang OA dengan meningkatkan penyerapan tekanan dan mengurangi beban terhadap sendi. Latihan yang dilakukan dapat berupa gerakan aerobik, namun tetap menghindari aktivitas yang memberatkan sendi. Latihan secara teratur dapat berguna dalam menurunkan berat badan yang pada akhirnya membantu perbaikan OA, mengingat obesitas merupakan salah satu faktor risiko OA.

Terapi operatif pada pasien OA diindikasikan apabila penatalaksanaan secara konservatif tidak memberikan hasil yang adekuat berupa peningkatan fungsi sendi yang terkena serta adanya kelainan yang progresif.

Demikian informasi ini kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Salam sehat,

    0 Komentar

    Belum ada komentar