Sukses

Antibodi Anti Sperma

24 Nov 2015, 12:59 WIB
Pria, 35 tahun.

Saya mau tanya Dok mengenai fertilitas, Apakah kalau ASA isteri tinggi (sekitar 200 ribuan) mempengaruhi proses kehamilan, walaupun sperma suami baik? Apakah harus diobati menurunkan ASA dengan suntik PLI dahulu. Terima kasih

Terima kasih telah menggunakan layanan e-Konsultasi Tanya Dokter KlikDokter.com.           

Kelainan yang disebut ASA memiliki kaitan dengan kekebalan tubuh. Tepatnya, kekebalan tubuh yang mengenali sel sperma layaknya virus.

Normalnya, pada tubuh sel sperma terdapat pelindung unik yang menyebabkan ia tak dikenali tubuh wanita sebagai benda asing. Pada beberapa kasus, pelindung ini tidak berjalan dengan baik. Sperma pun bisa dikenali layaknya virus, sehingga diserang oleh antibodi pasangannya.

Saat berkontak pertama kali, tubuh wanita membentuk antibodi yang cukup kuat untuk menghalau sperma.

Bila antibodi terkena pada bagian ekor sperma, akan menyebabkannya sulit berenang secara terarah untuk mencapai tuba falopi guna bertemu sel telur. Dan bila antibodi terkena pada bagian kepala sel sperma, akan menyebabkan ia sulit membuahi sel telur.

Intinya, antibodi yang dibentuk spesifik terhadap sel sperma ini menyebabkan sel sperma sulit membuahi sel telur. Meskipun analisis sperma menunjukkan, sperma terdapat dalam jumlah cukup banyak dan mampu berenang cepat.

 Jika seseorang telah dinyatakan memiliki ASA, selanjutnya dokter perlu memberitahukan beberapa kiat untuk menurunkan derajat antibodi antisperma. Ada beberapa cara yang bisa ditempuh, baik secara klasik maupun dengan teknik tertentu.

Cara menurunkan antibodi antisperma secara klasik bisa dengan menggunakan kondom selama 6 bulan.

Tujuannya, untuk menurunkan antibodi terhadap sperma, sehingga setelah terapi dilakukan, peluang sperma untuk mencapai sel telur bisa meningkat. Cara lain bisa juga dengan memberikan imunosupresor yang mampu menekan kemampuan antibodi istri.

Reaksi imun yang lemah ini dapat memperbesar peluang sperma melakukan pembuahan. Dan cara yang paling mutakhir adalah dengan melakukan paternal leukocyte immunization (PLI) atau imunisasi sel darah putih suami terhadap istri. Cara ini dianggap lebih baik daripada menggunakan imunosupresor, yang menurunkan kekebalan tubuh secara menyeluruh.

Untuk memilih cara yang tepat sebaiknya konsultasikan hal ini ke Dokter kebidanan Anda agar terapi dapat berjalan efektif.

Demikian informasi ini kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Salam,   

    0 Komentar

    Belum ada komentar