Sukses

Keluar Lendir Kecoklatan Setelah Berhubungan Intim

09 Dec 2015, 09:59 WIB
Wanita, 0 tahun.

Dok..saya mau tanya.. Tanggal 5 november 2015 saya mens..stlh H+5 sudah bersih dan ga flek lg..pas H+9 stelah berhubungan intim ada lendir kecoklatan..itu apa ya dok?apakah bahaya?ada efek apa ke suami ga dok?? Terima kasih atas waktunya..

dr. Suci Dwi Putri

Dijawab Oleh:

dr. Suci Dwi Putri

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Kami memahami kekhawatiran yang Anda rasakan. Lendir kecoklatan yang keluar dari vagina bisa saja merupakan lendir serviks yang bercampur dengan darah pasca berhubungan intim.

Perdarahan setelah berhubungan seksual atau Post Coital Bleeding dapat terjadi karena beberapa alasan. Perdarahan pasca berhubungan seksual juga dapat terjadi karena adanya erosi di vagina dikarenakan baru pertama kali berhubungan atau berhubungan seksual  belum terlalu sering sehingga vagina masih sempit, akibatnya penetrasi (penis masuk ke vagina), terutama bila wanita masih belum penuh terangsang dapat menyebabkan gesekan yang mengakibatkan luka atau lecet.

Apabila perdarahan yang timbul hanya sedikit dan tidak berlanjut, Anda tidak perlu merasa khawatir karena mungkin perdarahan tersebut timbul akibat robekan pada vagina (misal karena kekeringan, kondom, gesekan kuat, kuku jari, dsb). Namun lebih baik sementara ini Anda tidak melakukan hubungan seksual, mengingat bakteri vagina dapat menginfeksi luka tersebut.

Kemungkinan penyebab lain, dapat juga berupa keputihan yang abnormal. Lendir dari vagina yang berwarna kecoklatan merupakan suatu jenis keputihan yang patologis (tidak normal). Dalam keadaan normal, sebenarnya seorang wanita dapat mengalami keputihan yang biasanya timbul pada masa subur seorang wanita, sebelum dan sesudah menstruasi. Keputihan yang normal ini biasanya berwarna jernih, tidak berbau dan tidak terasa gatal. Namun ketika warna lendir yang keluar dari vagina berubah warna (menjadi seperti kepala susu, kuning kehijauan, abu-abu, kecoklatan atau bahkan keluar darah), menjadi berbau dan terasa gatal menunjukkan bahwa keputihan yang terjadi sudah patologis (tidak normal). Hal tersebut dapat terjadi akibat infeksi pada vagina (baik infeksi bakteri, jamur atau parasit), akibat adanya benda asing dalam vagina atau akibat adanya keganasan. Pada sebagian besar kasus, keputihan yang tidak normal ini terjadi akibat infeksi mikroorganisme pada saluran reproduksi.

Banyak hal yang dapat memicu terjadinya infeksi kuman pada vagina, diantaranya adalah pemakaian antiseptik untuk daerah vagina bagian dalam. Pemakaian antiseptik akan membunuh kuman-kuman normal dalam vagina yang berfungsi untuk melawan kuman jahat yang masuk ke dalam vagina, sehingga kuman jahat tersebut dapat tumbuh subur dalam vagina dan menimbulkan keputihan yang tidak normal.

Wanita yang sudah menikah juga berisiko tinggi untuk mengalami infeksi di daerah vagina yang menimbulkan keluhan berupa keputihan, karena saat wanita melakukan hubungan seks maka wanita tersebut sangat terbuka terhadap kuman-kuman jahat dari luar. Bahkan keputihan tersebut bisa juga didapat dari pasangan yang juga mengalami infeksi yang sama.

Selain itu kebiasaan bertukar celana dalam dengan orang lain, penggunaan handuk bersama, kurangnya menjaga kebersihan vagina dan cara cebok yang salah juga dapat memicu timbulnya keputihan.

Saran kami jika kondisi ini berlanjut adalah segera berkonsultasi dengan dokter spesialis kebidanan dan kandungan untuk dapat dicari penyebabnya segera. Dengan demikian, Pengobatan akan disesuaikan dengan penyebabnya.

Demikian, semoga informasi ini bermanfaat.

 

Salam,

    0 Komentar

    Belum ada komentar