Sukses

Social Anxiety Disorder Atau Fobia Sosial

06 Dec 2015, 21:25 WIB
Wanita, 17 tahun.

Selamat sore dok. Dok, saya mau bertanya, apakah selama ini saya mengidap Social Anxiety DIsorder atau tidak? Karena saya selalu tidak percaya diri dengan diri saya sendiri dan saya org yg pemalu, dan saya kadang merasa seperti 'loser' dihadapan orang-orang. Saya setiap hari ditakuti dengan rasa takut diejek, takut dibully, takut dihina, tkt direndahkan org lain dan takut dibanding-bandingkan org lain/dianggap lemah. apakah saya mengidap penyakit yg satu ini dok? semoga jawabannya bisa membantu. Terimakasih..

dr. Suci Dwi Putri

Dijawab Oleh:

dr. Suci Dwi Putri

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Kami memahami kekhawatiran yang Anda rasakan. Pertama, izinkan kami menjelaskan tentang apa itu fobia sosial.

Fobia sosial atau biasa disebut "Social Anxiety Disorder" adalah suatu kelainan kecemasan yang kejadiannya cukup sering terjadi. Kelainan ini ditandai dengan ketakutan pada situasi-situasi sosial tertentu yang dapat menyebabkan stres dan berkurangnya fungsi kehidupan sehari-hari. Kelainan ini dapat disebabkan oleh rasa takut akan dihakimi, dipermalukan oleh orang lain akibat perilaku diri kita sendiri.  Kelainan ini dapat muncul dalam usia berapa saja, bahkan sejak usia muda. Kelainan ini dapat dipicu oleh berbagai macam penyebab seperti dari lingkungan sekitar. 

Gejala yang dapat muncul adalah berkeringat berlebihan, deg-degan, gemeteran, mual, susah berbicara, hingga serangan panik.  Ada beberapa pengobatan untuk penyakit/kelainan fobia ini seperti obat dan psikoterapi.

Namun sebelum Anda mencoba hal tersebut, Anda bisa mencoba lebih santai dalam bergaul dan menjalani kegiatan sehari-hari. Cobalah lebih sering mengajak bicara teman-teman Anda, bercanda dan lebih sering terlibat dalam kegiatan sosial yang melibatkan banyak orang dan mengharuskan Anda berinteraksi dengan sesama. Namun, jika keluhan fobia sosial sedemikian parah sampai menganggu aktivitas, kami anjurkan agar Anda berkonsultasi dengan Dokter Psikiatri agar dapat dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. 

Demikian, semoga informasi ini bermanfaat.

 

Salam,

    0 Komentar

    Belum ada komentar