Sukses

Pengaruh Mioma pada Kehamilan

01 Dec 2015, 20:47 WIB
Wanita, 25 tahun.

siang dok, saya hamil 12 minggu, pas usg kata dokter ada miom, seperti kanker jinak jd tidak berpengaruh buat saat ini. yg mau saya tanyakan, apa pengaruh nya buat janin slama dikandungan smpai nanti melahirkan, dan pengaruhnya buat saya setelah melahirkan. saya mohon penjelasannya, karena pd saat periksa kehamilan saya blm sempat tanya, dokternya buru2 kasi resep dan mempersilahkan saya menebusnya.

dr. Suci Dwi Putri

Dijawab Oleh:

dr. Suci Dwi Putri

Terima kasih telah menggunakan layanan e-Konsultasi Tanya Dokter KlikDokter.com.

Kami mengerti kekhawatiran yang Anda rasakan. Untuk itu akan kami jelaskan sedikit mengenai Penyakit Mioma Uteri.

Mioma tersebut muncul pada 20% wanita usia reproduksi (usia subur) dan biasanya ditemukan secara tidak sengaja pada pemeriksaaan rutin.  Leiomioma yang tidak bergejala  terjadi sebanyak 40-50% pada wanita usia > 35 tahun. Pada umumnya unilateral (satu) atau kadang-kadang multipel (> 1).  Mioma bervariasi di dalam ukuran dan jumlah. Mioma sendiri juga dikatakan sebagai penyebab infertilitas (gangguan kesuburan) sebesar 27% pada wanita. Keguguran atau komplikasi dapat terjadi pada wanita dengan mioma dan salah satu penyebab histerektomi (operasi pengambilan rahim) terbesar. Leiomioma uteri dapat berlokasi di dinding rahim, menonjol melalui rongga endometrium atau permukaan rahim, dan dikenal sebagai subserosa, intramukosa, dan submukosa.

Tidak ada ukuran standar kapan mioma harus diterapi. Mioma besar tanpa gejala dan tidak mengarah ke keganasan tidak perlu diterapi. Pada mioma yang tidak diterapi, pemeriksaan fisik dan USG harus diulangi setiap 6-8 minggu untuk mengawasi pertumbuhan baik ukuran maupun jumlah mioma. Apabila pertumbuhan stabil maka pasien diobservasi setiap 3-4 bulan. Terapi medikamentosa untuk mioma terbagi atas 2, yaitu bedah (operasi) dan non-bedah. Untuk non-bedah, umumnya mioma ditangani dengan terapi hormonal, termasuk di dalamnya adalah Preparat hormonal tersebut akan memproduksi efek hipoestogen untuk mengecilkan mioma. Namun tentu saja terapi ini harus di bawah pengawasan dokter spesialis kebidanan dan kandungan.

Pada umumnya mioma tidak akan mengganggu proses kehamilan kecuali bila letaknya di bawah selaput dinding rahim (submukosa) atau di dalam otot rahim (intramural) yang berpotensi dapat tumbuh menekan ke arah rongga rahim yang biasanya ukurannya besar (diameter lebih dari 3cm).

Mioma saat proses kehamilan akan tumbuh menjadi lebih besar karena adanya peningkatan kadar hormon. Sehingga mungkin saja baru bisa terdeteksi dan mengganggu kehamilan yang semakin besar.

Mioma pada kehamilan (tergantung ukuran dan lokasi), dapat menyebabkan keguguran, lahir prematur, gangguan kontraksi rahim dalam persalinan atau pun pasca persalinan

Kami menyarankan Anda untuk mengunjungi/berkonsultasi kembali dengan dokter spesialis kebidanan dan kandungan untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut dan menentukan langkah yang perlu diambil saat ini.

Demikian informasi ini kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Salam,

    0 Komentar

    Belum ada komentar