Sukses

Efek Onani Dan Gejala AIDS

16 Nov 2015, 12:04 WIB
Pria, 21 tahun.

Selamat malam dok saya ingin nanya nih apakah onani dapat menyebabkan mandul / AIDS pada pria, dan bagaimana ciri - ciri orang yang terkena AIDS.

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi KlikDokter .

Onani atau masturbasi merupakan suatu perangsangan seksual pada alat kelamin yang sengaja dilakukan untuk mendapatkan kepuasan seksual. Kebiasaan melakukan masturbasi bukanlah hal yang positif oleh karena itu kami tidak menganjurkan hal tersebut, terlebih jika dilakukan dengan frekuensi yang sangat sering.

Efek dari kebiasaan melakukan masturbasi lebih condong kepada masalah psikis dimana timbul pikiran terus-menerus untuk melakukan masturbasi.

Selain itu, tindakan masturbasi juga dapat menyebabkan perlukaan dan peningkatan risiko infeksi pada kemaluan akibat penggunaan benda-benda yang tidak terjamin kebersihannya. Layaknya hal lain, sesuatu yang berlebihan tentunya tidak baik.

Seseorang dengan kebiasaan terlalu sering masturbasi dapat mengalami:

  • Perubahan pola tidur

  • Stres & depresi

  • Ansietas (kecemasan/panik)

  • Lemas

  • Kurangnya konsentrasi

  • Dan pada akhirnya dapat juga menyebabkan disfungsi ereksi dan impotensi (karena faktor-faktor psikologis tersebut).

Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengalihkan keinginan melakukan masturbasi adalah dengan melakukan hal-hal yang lebih positif seperti dengan:

  • Berolahraga

  • Melakukan hobi

  • Berpuasa

  • Beribadah, dan kegiatan positif lainnya.

Hindarilah hal-hal yang memicu anda untuk melakukan masturbasi. Pada dasarnya masturbasi tidak berhubungan dengan kemandulan seorang.  Jika Anda merasa bahwa keluhan masturbasi ini telah menganggu aktivitas Anda, kami sarankan agar Anda dapat memeriksakan diri Anda ke dokter umum terlebih dahulu.

Adakah hubungan antara onani dan AIDS?

Silakan klik next untuk melanjutkan.

Efek Onani Dan Gejala AIDS

Acquired Immunodeficiency Syndrome atau Acquired Immune Deficiency Syndrome (disingkat AIDS) adalah sekumpulan gejala dan infeksi yang timbul karena rusaknya sistim kekebalan tubuh manusia akibat infeksi virus HIV. Orang yang terkena virus ini akan menjadi rentan terhadap infeksi oportunistik ataupun mudah terkena tumor.

HIV umumnya ditularkan melalui kontak langsung antara membaran mukosa atau aliran darah, dengan cairan tubuh yang mengandung HIV, seperti darah, air mani, cairan vagina, dan ASI. Penularan dapat terjadi melalui hubungan intim, transfusi darah, jarum suntik.yang terkontaminasi, antara ibu dan bayi selama kehamilan, bersalin, atau menyusui, serta bentuk kontak lainnya dengan cairan-cairan tubuh tersebut.Pada beberapa tahun pertama, virus HIV ini mungkin tidak akan menimbulkan gejala apapun pada tubuh. Karena HIV/AIDS tidak selalu menunjukan gejala maka Untuk mengetahui apakah seseorang telah terinfeksi HIV, dapat dilakukan beberapa pemeriksaan laboratorium.

Berbagai gejala AIDS umumnya tidak akan terjadi pada orang-orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang baik. Kebanyakan kondisi tersebut akibat infeksi oleh bakteri, virus, jamur, dan parasit yang biasanya dikendalikan oleh unsur-unsur sistem kekebalan tubuh yang dirusak HIV.

Infeksi oportunistik (infeksi yang disebabkan oleh organisme yang biasanya tidak menyebabkan penyakit pada orang dengan sistem kekebalan tubuh yang normal, tetapi dapat menyerang orang dengan sistem kekebalan tubuh yang buruk) umum didapati pada penderita AIDS/HIV mempengaruhi hampir semua organ tubuh.

Biasanya penderita AIDS memiliki gejala infeksi sistemik seperti  :

  • demam

  • berkeringat (terutama pada malam hari)

  • pembengkakan kelenjar

  • kedinginan

  • merasa lemah

  • jamur di rongga mulut

  • penurunan berat badan.

Infeksi oportunistik tertentu yang diderita pasien AIDS diantaranya dapat menyerang :

  • Paru-paru : pneumonia preumocystis, TBC

  • Penyakit saluran pencernaan : esofagitis (radang pada kerongkongan) akibat jamur / virus

  • Penyakit saraf : toksoplasmosis (radang otak akut akibat parasittoksoplasma gondii), meningitis (radang selaput otak) akibat jamurcryptococcus neoformans

  • Kanker : sarkoma kaposi, limfoma

Banyak orang tidak menyadari bahwa mereka terinfeksi virus HIV. Umumnya pasien berobat karena infeksi oportunistiknya. Melalui pemeriksaan darah ternyata baru diketahui bahwa pasien menderita HIV/AIDS. Hingga saat ini belum ada pengobatan yang dapat menyembuhkan HIV/AIDS,seperti yang telah kami jelaskan diatas bahwa pengobatan biasanya diberikan justru kepada infeksi/penyakit lain yang menyertai HIV/AIDS.Sedangkan untuk HIV/AIDS sendiri pengobatan yang ada hingga saat ini hanya berusaha untuk menekan replikasi virus tetapi bukan untuk menghilangkan atau menyembuhkan HIV/AIDS.

Demikian informasi yang kami dapat sampaikan, semoga bermanfaat.

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar