Sukses

Penyebab Gagal Ginjal

08 Nov 2015, 11:04 WIB
Wanita, 29 tahun.

kakak saya seorang wanita berumur 29 tahun 2-3 tahun yang lalu dia pernah terjatuh dalam posisi terduduk,dan dia di diagnosa patah tulang ekor... setelah 2-3 tahun dia tidak merasakan gejala apa-apa sampai akhirnya pertengahan tahun lalu dia merasa tidak percaya kalo dia di diagnosis terkena gagal ginjal dan akhinya sampai saat ini dia melakukan cuci darah... sekarang juga dia sangat merasakan sekali perubahan dari bentuk tubuh dia yang mulai memendek padahal dia itu dahulu sebelum jatuh duduk dia tinggi!!! pertanyaan saya apakah gagal ginjal kakak saya ini akibat dari patah nya tulang ekor kakak saya? dan apakah perubahan dari bentuk tubuh kk saya yang mulai memendek juga di akibatkan oleh patah nya tulang ekor kk saya? dan bagaimana saya harus menjalankan pengobatan saya dokter?

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi KlikDokter.com

Gagal ginjal merupakan kondisi di mana ginjal tidak dapat melakukan fungsinya untuk mengeluarkan sisa produk metabolisme dan cairan berlebih dalam tubuh.Terbagi menjadi gagal ginjal akut dan gagal ginjal kronik. Gagal ginjal akut terjadi sementara dan dapat diperbaiki dengan segera keadaan yang menyebabkannya sedangkan gagal ginjal kronik merupakan keadaan di mana fungsi ginjal telah memburuk dalam waktu yang lama karena beberapa penyakit yang mendasari.

Gagal ginjal dapat disebabkan karena banyak hal, misalkan pada gagal ginjal akut dapat disebabkan karena perdarahan, batu ginjal, infeksi ginjal. Demikian juga dengan gagal ginjal kronik.

Tanda-tanda yang dapat Anda waspadai adalah:

- Jumlah urin yang sedikit.

- Warna urin yang semakin pekat

- Bengkak pada wajah, kaki dan gatal-gatal pada kaki.

- Rasa cepat lelah dan lemas.

- Kehilangan nafsu makan, mual dan muntah.

Untuk menjaga kesehatan ginjal, perlu memperhatikan konsumsi air yang dikonsumsi. Konsumsilah air minum minimal 2 Liter sehari. Terkait perubahan tinggi badan bisa disebabkan oleh jarak antara tulang belakang yang memendek, harus dilakukan pemeriksaan ke dokter spesialis tulang terkait hal tersebut.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat. 

Salam

0 Komentar

Belum ada komentar