Sukses

Cara Mempersiapkan Kehamilan
04 Nov 2015, 10:24 WIB
Wanita, 34 tahun.

Dear Dokter, Saya ingin menanyakan vitamin apa yg perlu di konsumsi untuk persiapan kehamilan? Saya baru saja menikah dan ingin segera punya anak, tapi umur saya sudah menjelang 35thn. Saya medapat rekomendasi dari seorang teman untuk mengkonsumsi Rainbow Prenatal Vitamin terutama Prenatal One, apa kah itu boleh untuk di konsumsi? Mohon saran dokter untuk vitamin apa yang dibutuh kan sebelum kehamilan terjadi, masa kehamilan dan menyusui. Terima kasih.

 

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Tanya Dokter di KlikDokter.com

Satu hal yang paling penting untuk mendukung keberhasilan kehamilan Ibu adalah persiapan asupan nutrisi yang tepat untuk tubuh sang calon ibu. Karena dengan memberikan nutrisi yang tepat dan baik untuk tubuh sebelum kehamilan, maka akan memberi keuntungan kesehatan bukan hanya untuk Ibu, tapi juga untuk persiapan bayi yang sehat kelak.

Status kesehatan tubuh dari semenjak ibu belum memasuki masa kehamilan jelas akan mempengaruhi kondisi tubuh Ibu dan janin ketika selama kehamilan berlangsung. Untuk itu mempersiapkan kesehatan tubuh sebelum memasuki kehamilan adalah yang terbaik.

Tidak luput untuk diperhatikan juga aspek perkembangan berat badan Ibu, dimana diperlukan pemantauan yang konsisten dari masa persiapan kehamilan, hingga pasca persalinan Ibu. Karena penting diketahui, pemantauan berat badan penting adanya guna menghindari risiko obesitas yang menenggarai risiko kesehatan ibu hamil dan janin di masa kehamilan. Di antara risiko lanjutan dari kondisi obesitas pada masa kehamilan antara lain diabetes hingga kepada risiko kelahiran prematur.

Nutrisi pendukung mempersiapkan kehamilan:

Asam folat:

Merupakan zat vitamin yang dapat ditemukan pada sayuran berdaun hijau dan sereal. Dapat juga ditemukan pada buah-buahan seperti jeruk, anggur dan buahan sitrus lainnya. Alternatif lainnya adalah dengan mengkonsumsi vitamin tambahan melalui suplemen yang sebelumnya telah diresepkan dokter Anda.

Asam folat merupakan salah satu nutrisi terpenting penunjang persiapan kehamilan dan selama masa kehamilan. Karena dengan memenuhi kebutuhan asam folat untuk masa kehamilan, Ibu mencegah dari risiko cacat otak pada janin sekaligus menekan risiko rusak sumsum tulang belakang.

Cara makan yang sehat

Begitu Ibu mempersiapkan diri untuk hamil, sebisa mungkin untuk memulai pola makan yang lebih sehat  dengan cara melakukan diet makanan yang seimbang. Jangan salah persepsi. Diet disini bukanlah berorientasi membatasi ataupun mengurangi porsi pola makan yang normal. Diet disini bermaksud adalah membantu membentuk pola makan yang sehat. Secara jumlah kuantitas porsi tidak ada yang dikurangi, namun secara kualitas asupan yang biasa dikonsumsi diperbaiki dan disesuaikan dengan kebutuhan.

Untuk mempersiapan kehamilan, 3-4 bulan sebelum masa konsepsi (pembuahan terjadi) merupakan momen yang baik untuk memulai makan dengan cara yang sehat. Masukkan dalam daftar makanan Ibu, makanan yang rendah lemak, kaya akan serat dan bervitamin juga mengandung asam folat. 

Ibu bisa mendapatkan makanan yang bervitamin, rendah lemak dan kaya akan serat serta mengandung asam folat dengan cara memilih buah-buahan. Seperti alpukat, pisang, jeruk ataupun lainnya. Atau akan lebih praktis jika Anda dapat menikmatinya dalam bentuk jus yang nikmat, tentunya dengan memperhatikan kadar gula yang digunakan dalam jus sebelumnya untuk menghindari risiko obesitas dan diabetes.

Stop minuman atau makanan yang mengandung kafein

Mengkonsumsi kafein akan menurunkan kemungkinan dari seorang wanita untuk dapat hamil. Dan juga kafein meningkatkan kemungkinan terjadinya keguguran.

Kafein terdapat pada kopi, teh, coklat, dan juga beberapa obat flu atau sakit kepala. Sangat dianjurkan bagi Ibu untuk mengkonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter untuk meminum obat-obatan selama masa kehamilan..

Gantilah pilhan menu Ibu kepada minuman dan makanan yang lebih bermanfaat kepada tubuh dan janin. Buah-buahan ataupun jus senantiasa dapat menjadi pilihan yang bijaksana. Karena selain lezat manisnya yang alami, dari buah, jus sekaligus dapat memenuhi kebutuhan vitamin dan asam folat Ibu dan janin.

Stop alkohol, merokok dan obat-obatan yang berpengaruh buruk pada bayi.

Untuk zat yang satu ini, dalam kondisi apapun Ibu sama sekali tidak dianjurkan mengonsumsi alkohol, rokok dan obat-obatan adiktif seperti kokain/morfin. Jelas sekali, 90% zat  terdapat pada semua Apalagi dikondisi Ibu sedang mempersiapkan keadaan kesehatan tubuh yang prima menjelang kehamilan.

Makanan khusus untuk hamil ? 

  • Zinc
    Dianjurkan para calon Ibu untuk banyak mengkonsumsi zinc. Kekurangan zinc dapat mempengaruhi kesuburan baik wanita atau pria. Zinc bisa didapat dari kerang. Oleh karena itu, beberapa ilmuwan menyarankan untuk memakan kerang karena pada kerang mengandung zinc. Namun jangan asal makan kerang sembarangan, konsultasikan kepada dokter Anda terlebih dahulu. Karena beberapa kondisi, kerang juga pemicu meningkatnya kolesterol jahat (LDL).

  • Asam Folat
    Asam folat berguna untuk mencegah cacat otak dan menekan risiko munculnya cacat tabung saraf pada bayi. Cacat tabung saraf adalah salah satu cacat lahir yang paling banyak menyebabkan kematian bayi dan kecacatan serius. Pastikan Ibu senantiasa memenuhi kebutuhan asam folat selama masa kehamilan. Asam folat banyak terdapat pada hati, telur, brokoli, kacang, jeruk, padi-padian, dan buncis. Apabila asupan asam folat tidak dapat dipenuhi dari diet makanan, umumnya dokter akan memberikan tambahan suplemen asam folat di masa kehamilan.

  • Kalsium
    Konsumsi kalsium penting untuk ibu hamil, terutama pada trimester kedua dan ketiga kehamilan. Kalsium akan banyak Ibu dapatkan melalui susu, ikan, keju, produk susu lainnya, sayuran hijau, dan masih banyak lagi. Apabila kebutuhan kalsium Apabila memang masih belum dapat mencukupi kebutuhan perhari, barulah akan diberikan suplemen kalsium. Akan sangat baik apabila kebutuhan zat gizi ibu dapatkan melalui makanan alami.

  • Zat Besi
    Pada masa kehamilan memang dapat terjadi anemia (kurang darah) karena jumlah cairan dalam tubuh Ibu memang meningkat dan juga jika mengalami mual-muntah hebat dan nafsu makan berkurang. Sehingga mengganggu asupan nutrisi termasuk bahan-bahan untuk membuat sel darah merah seperti zat besi, vitamin B12 dan asam folat. Anemia yang cukup parah dapat menyebabkan janin yang kecil dan juga lahir sebelum waktunya, untuk itu anemia Ibu memang perlu segera ditangani.

Untuk memenuhi kebutuhan nutrisi seimbang yang mungkin tidak selalu didapatkan dari makanan sehari-hari, Ibu dapat  meminum susu khusus untuk persiapan kehamilan. Aturan cara pakai yang dianjurkan dapat dilihat di kemasan susu tersebut. Pada dasarnya, konsumsi susu persiapan kehamilan dan minuman tersebut dapat dilakukan, asal tidak mengganti peran dari makanan sehari-hari yang bergizi.

Pada saat kehamilan Yang terpenting untuk memenuhi kebutuhan nutrisi bagi janin dan ibu hamil adalah melalui makanan yang dimakan oleh ibu. Suplemen hanyalah tambahan. Kebutuhan kalori untuk ibu hamil lebih banyak dibandingkan sebelum hami untuk memenuhi kebutuhan ibu dan janin. Yang dibutuhkan oleh ibu hamil terutama adalah:

  • Karbohidrat.  Pada bulan pertama, ibu butuh kalori ekstra agar pertumbuhan janin pesat
  • Protein: Untuk memperbaiki sel-sel dan jaringan-jaringan tubuh yang rusak. Protein yang dibutuhkan oleh ibu hamil lebih banyak (10 gram lebih banyak). Protein bisa didapatkan dari makanan sehari-hari seperti tempe, tahu, telur, dan daging.
  • Asam folat: untuk mendukung tumbuh kembang janin dan mencegah terjadinya cacat bawaan. Sumber: bayam, tomat, jeruk, kol, selada.
  • Kalsium: berperan untuk pertumbuhan tulang dan gigi, bisa didapatkan dari susu, sayuran hijau, dan kacang-kacangan.
  • Zat besi: mencegah anemia pada ibu dan mendukung pembentukan sel darah merah pada janin. Biasanya ibu hamil diberikan suplemen zat besi, sumber utama zat besi dari makanan adalah sayuran hijau (bayam).

Jika asupan gizi dan kondisi kesehatan Anda baik, maka Anda tidak perlu khawatir. Asupan terbaik untuk janin adalah makanan bergizi yang Anda makan. Suplemen yang umum diberikan adalah zat besi dan asam folat, serta vitamin B6 (untuk mual).

Pada saat menusui, ASI merupakan sumber makanan dengan gizi lengkap untuk bayi pada usia 0-6 bulan. 
Kualitas ASI dipengaruhi oleh kesehatan ibu secara menyeluruh, termasuk juga mutu dari asupan makanan dan kecukupan istirahat. ASI bukan langsung berasal dari bahan yang ada di perut, namun diolah terlebih dahulu sehingga merupakan bahan yang bergizi (nutrien) yang dihantarkan melalui darah.Bila bayi menunjukkan alergi, ibu harus hati-hati dalam memilih makanan. Demikian pula dengan obat-obatan, sepanjang Ibu meminum obat sesuai dengan anjuran dokter, tidak ada yang perlu Ibu khawatirkan mengenai pengaruh obat terhadap kualitas ASI.

ASUPAN nutrisi yang tepat merupakan hal yang sangat penting pada fase menyusui. Hal ini bukan hanya untuk kebutuhan ibu, tetapi untuk bayi yang bergantung penuh pada air susu ibu (ASI) pada awal kelahiran hingga bayi usia 6 bulan idealnya. Karena itu, ibu harus meyakinkan kalau ASI-nya mengandung semua nutrisi penting yang  dibutuhkan oleh bayi. Bagaimana caranya? Salah satunya adalah melalui diet. Bagaimanakah cara diet yang benar bagi ibu menyusui?

Menambah asupan kalori. Sebagian besar ibu menyusui memerlukan 500 kalori ekstra dari jumlah asupan kalori normal mereka sebelum masa kehamilan. Tetapi, kebutuhan setiap individu tetap bergantung pada metabolisme dan aktivitas fisik mereka. Pakar nutrisi menganjurkan agar ibu menyusui mengonsumsi 2.700 kalori per hari. Akan tetapi, studi-studi terbaru menemukan kalau ibu menyusui memerlukan asupan kalori sekitar 2.200 kalori per hari, sekitar 15% lebih sedikit dari anjuran pakar nutrisi. Makanan apa saja yang bernutrisi? Anda bisa mengonsumsi sayur-sayuran dan buah-buahan sebagai sumber kalori yang rendah lemak, kaya vitamin, mineral, dan serat. Pastikan juga menambah asupan makanan yang kaya vitamin A seperti wortel, bayam, ubi jalar, dan semangka.

Karbohidrat. Ibu menyusui sebaiknya mengonsumsi 6-11 takar biji-bijian. Sebaiknya pilih yang whole grain karena mengandung lebih banyak nutrisi (vitamin dan mineral) serta membantu mencegah konstipasi.

Asupan protein. Ada baiknya menambah asupan makanan yang kaya protein. Berdasarkan anjuran, Anda sebaiknya mengonsumsi 1 gram protein untuk setiap 1/2 kilogram berat badan per hari. Pastikan memasukkan protein dalam dua kali makan setiap harinya. Anda bisa memilih sumber protein dari daging, unggas, makanan laut, telur, kedelai, kacang-kacangan, tahu, serta produk-produk susu.

Kalsium. Sama seperti masa kehamilan, kebutuhan kalsium selama menyusui tetap tinggi. Teruskan mengonsumsi paling tidak 3-4 makanan kaya kalsium setiap hari. Ibu yang masih berusia remaja sebaiknya mengonsumsi 4-5 takar. Hasil studi menemukan, asupan kalsium tinggi selama menyusui terbukti mengurangi risiko osteoporosis di usia  selanjutnya. Anda bisa mendapatkan kalsium dari produk-produk susu. Selain kalsium, susu dan produk susu juga mengandung protein, vitamin, dan mineral.

Perbanyak air. Saat menyusui, ibu biasanya cenderung lebih cepat haus. Hal ini karena tubuh menggunakan air untuk pembentukan susu. Karena itu, sangat penting untuk menambah asupan air. Usahakan minum 2.25-2.7 liter sehari.

Selain itu, berikut beberapa hal yang perlu Anda ingat:

Batasi asupan gula, garam, lemak dan makanan olahan. Sangat tidak bijaksana menggantungkan asupan makanan dari junk food di saat menyusui. Anda sebaiknya menerapkan pola diet yang rendah lemak dan tinggi serat.

Hindari asap rokok karena hal ini bisa mengurangi produksi ASI dan pastikan menghindari asap rokok karena bisa mengganggu perkembangan paru-paru bayi.

Jauhi alkohol, karena alkohol bisa menghambat pertumbuhan buah hati Anda.

Pastikan berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan obat-obatan apa pun.

Hindari penurunan berat badan drastis selama masa menyusui. Banyak ibu baru melahirkan yang ingin cepat-cepat menurunkan berat badan karena mengimpikan bentuk tubuh sebelumnya. Tetapi, menurunkan berat badan dengan mengurangi aspan kalori secara drastis akan mengurangi produksi susu. Perempuan dengan berat badan normal sebelum kehamilan dianjurkan menurunkan berat badan tidak lebih dari 1 kg per bulan setelah bulan pertama menyusui. Sedang perempuan yang kelebihan berat badan bisa menurunkan hingga 2 kg sebulan.

Demikianlah informasi yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar