Sukses

Sulit BAB Karena Susu Soya?
03 Nov 2015, 11:48 WIB
Wanita, 16 tahun.

Selamat siang dok,langsung saja anak saya kena bronchitis dokter menyarankan untuk ganti susu soya,setelah berganti ke soya anak saya BAB nya susah trus makannya juga gak mau?minta solusinya dok biar anak saya suka makan dan BAB nya lancar.trimakasih

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klkdokter.

Kami memahami kekhawatiran Anda.

Apabila anak Anda benar menderita alergi susu sapi, sebaiknya anak Anda menghindari segala makanan yang berbahan dasar susu sapi seperti keju, biskuit susu, dsb. Sebagai alternatif, susu kedelai, susu beras, dan susu nabati lain dapat menggantikan susu sapi, namun perlu diketahui bahwa 20% anak yang alergi susu sapi juga memiliki alergi terhadap susu kedelai .Protein susu sapi dapat menimbulkan alergi yang menetap sampai akhir masa anak-anak. Meskipun demikian, biasanya alergi susu sapi akan hilang dengan sendirinya seiring dengan matangnya saluran pencernaan bayi (pada usia 2-3 tahun.

Pada kasus yang terjadi seperti yang anak Anda alami, dimana Anda rasa susu soya yang dikonsumsi mengakibatkan sulit BAB, Anda perlu mengevaluasi kembali karena banyak hal yang dapat mengakibatkan anak sulit BAB, misalnya dari makanan yang dikonsumsi atau kurangnya asupan cairan.

Apa saja yang dapat terjadi dan perlu Anda waspadai jika anak Anda mengalami sulit buang air besar?
  1. Pada bayi baru lahir hingga usia 4-6 bulan, tidak mengeluarkan kotoran dan kesulitan untuk buang air besar dapat merupakan suatu pertandan adanya penyakit Hirschprung. Pada penyakit ini usus besar tidak dapat bergerak karena tidak adanya sel-sel saraf pada suatu bagian tertentu usus besar.
  2. Pada bayi usia sampai 1 tahun, konstipasi dapat disebabkan karena perubahan makanan, seperti perubahan dari ASI ke susu formula, penambahan MPASI dan perkenalan terhadap makanan yang lebih padat).
  3. Pada anak usia 1-3 tahun, sulit buang air besar dapat disebabkan karena kurangnya asupan cairan, belum terbentuknya kebiasaan untuk buang air besar yang teratur dan adanya gangguan pada daerah bokong seperti penyakit ruam popok.
  4. Pada anak usia sekolah, konstipasi dapat disebabkan karena perubahan pola buang air besar. Anak yang sudah mulai sekolah biasanya enggan untuk buang air besar di sekolah sehingga cenderung menahan buang air besar yang mengakibatkan kotoran menjadi semakin keras dan semakin sulit untuk dikeluarkan. Selain itu, makanan rendah serat juga berperan menyebabkan kesulitan buang air besar.
 
Penanganan sulit buang air besar pada anak-anak perlu disesuaikan dengan penyebabnya. Bila konstipasi tidak disebabkan karena suatu masalah kesehatan yang serius, maka orang tua dapat mencoba beberapa hal berikut:
  1. Memberikan makanan-makanan tinggi serat untuk anak-anak seperti gandum, buah, dan sayur.
  2. Meningkatkan asupan cairan bagi anak.
  3. Menghindari konsumsi susu sapi dan produk susu sapi (keju, es krim). Konstipasi dapat diperparah karena proses mencerna protein susu sapi.
  4. Hindari penggunaan obat pencahar, suplemen serat dan pelunak kotoran secara berlebihan karena dapat menyebabkan gangguan pada kerja saluran cerna. Gunakan obat-obatan ini hanya dengan konsultasi dan pengawasan dokter.

Apabila Anda sudah melakukan hal- hal tersebut namun keluhan sulit BAB masih saja terjadi pada buah hati Anda, sebaiknya Anda mengkonsultasikan kembali kepada Dokter Spesialis Anak Anda tentang kemungkinan mengganti susu anak Anda dengan formula hipoalergen (HA).

Untuk menambah nafsu makan anak, Anda dapat memvariasikan menu makanan agar anak tidak jenuh atau membentuk makanan dengan bentuk-bentuk unik agar anak Anda tertarik dengan aktivitas makan atau dengan menggunakan perlatan makan bergambar tokoh favoritnya. Bila diperlukan, Anda dapat menambahkan suplemen yang mengandung curcuma atau lisin untuk menambah nafsu makan anak.

Demikian informasi yang dapat kami berikan,semoga bermanfaat

Salam

0 Komentar

Belum ada komentar