Sukses

Melenting di Telapak Kaki

30 Oct 2015, 13:26 WIB
Pria, 29 tahun.

Selamat pagi dok. saya punya masalah di telapak kaki. jdi kulit saya tuh kaya semacam bekas kebakar. melendung dan berair. ini sering kali terjadi putus nyambung terus kendalanya. sudah pernah periksa katanya alergi protein. sebenarnyasakit apa ya? apakah alergi atau virus apa yg menyerang? dan apa solusinya? terima kasih

Terimakasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Tanya Dokter di Klikdokter.com 

Kami dapat memahami kekhawatiran Anda saat ini. Sayang informasi yang Anda berikan masih sangat terbatas. Terdapat beberapa keadaan yang dapat menimbulkan keluhan berupa lenting, seperti peradangan (eksim), infeksi virus cacar, infeksi bakteri, dsb. Idealnya perlu dilakukan evaluasi lebih lanjut untuk memastikan penyebabnya. Diagnosis kelainan kulit juga akan lebih mudah ditegakkan melalui pemeriksaan langsung oleh dokter secara langsung.

Sementara ini kami menduga Anda mengalami suatu keadaan yang disebut dishidrosis, yaitu suatu kondisi kulit kronis yang ditandai oleh adanya lenting-lenting kecil pada tangan, kaki, dan daerah lipatan. Nama dishidrosis diambil dari kata dishidrotik yang berarti ”berkeringat yang buruk”, yang diduga sebagai penyebab timbulnya dishidrosis. Dishidrosis tidak menular, tetapi dapat menyebabkan nyeri dan stres hebat pada penderitanya.

Hingga saat ini penyebab pasti dishidrosis belum diketahui. Namun kondisi ini seringkali terkait kelainan kulit lain seperti dermatitis atopi, dermatitis kontak, infeksi bakteri atau stres berlebih. Bagaimanapun, terdapat beberapa faktor yang diduga dapat memicu timbulnya dishidrosis, yaitu:

-    Alergi nikel. Penderita dishidrosis yang menerapkan diet rendah nikel lebih jarang mengalami fase akut dibandingkan yang tidak menerapkan diet tersebut.

-          Kontak dengan alergen (faktor yang dapat memicu alergi, seperti debu, dingin, dsb)

-          Keracunan logam seperti tembaga, merkuri, dan nikel

-          Bahan makanan tertentu (terkait alergi)

-          Konsumsi aspirin, kontrasepsi oral, merokok, susuk, dsb.

Dishidrosis masih merupakan tipe eksim sehingga pengobatan umumnya dilakukan dengan steroid topikal. Terapi lain adalah dengan hidrogen peroksida (35% kekuatan) dan larutan PK. Namun penggunaannya harus hati-hati di bawah pengawasan dokter oleh karena efek samping yang dapat ditimbulkan berupa rasa terbakar dan gatal. Terapi paling mendasar yang dapat Anda lakukan adalah menjaga daya tahan tubuh dan mengeluarkan racun dari dalam tubuh. Beberapa tips yang dapat Anda terapkan antara lain:

  1. Gunakan pelembab untuk mencegah kulit kering dan gatal
  2. Manajemen stres
  3. Hindari menggaruk karena justru akan memperburuk dishidrosisnya. Untuk mengurangi gatalnya Anda dapat membasuh atau merendam tangan dan kaki Anda dalam air dingin.
  4. Buka kaus kaki dan sepatu setiap ada kesempatan untuk mengalirkan uap keringat
  5. Hindari penggunaan shampoo dan sabun yang berbahan keras
  6. Hindari nikel jika Anda alergi terhadapnya. Sumber nikel antara lain beberapa jenis makanan, perhiasan, bra, dsb.
  7. Hindari produk kulit yang mengandung alkohol karena dapat mengiritasi kulit.
  8. Gunakan alas kaki dari bahan kulit daripada karet
  9. Gunakan kaus kaki yang terbuat dari katun dibandingkan bahan sintetik

Bagaimanapun, yang kami katakan saat ini hanyalah dugaan. Kami sarankan sebaiknya Anda segera mengunjungi dokter spesialis kulit dan kelamin untuk memastikannya dan mendapat tatalaksana yang lebih optimal.

Demikian penjelasan kami. Semoga dapat membantu. 

Salam sehat,

    0 Komentar

    Belum ada komentar