Sukses

Kesemutan, Sering Pegal, dan Pusing

28 Oct 2015, 15:01 WIB
Pria, 30 tahun.

As. Selat siang dok 1.Cepet kesemutan setiap jongkok 2. Sering pegal2 kaki Dulu kolestrol y 25.4 3.Sering pusing2 Terimksih

dr. Karin Wiradarma

Dijawab Oleh:

dr. Karin Wiradarma

Terima kasih telah menggunakan layanan e-Konsultasi Tanya Dokter KlikDokter.com.

Kami memahami kekhawatiran Anda.

Kesemutan merupakan suatu gangguan sistem saraf sensorik akibat rangsang listrik di sistem tidak tersalurkan maksimal. Ketika posisi tubuh kita menyebabkan saraf terjepit, kita pasti mengalami kesemutan karena aliran darah menjadi tidak lancar. Ada beberapa hal lain yang dapat menimbulkan kesemutan, baik kesemutan yang bersifat sementara ataupun kesemutan yang berlangsung jangka panjang (kronis), yakni:

  1. Penekanan saraf yang berlangsung lama seperti saat tidur, duduk bersila, dan lain-lain
  2. Dehidrasi (kurang cairan)
  3. Kekurangan suplai darah pada tempat kesemutan

Sedangkan kesemutan yang berlangsung lama (kronis) dapat disebabkan oleh:

  1. Gangguan otak, saraf tulang belakang atau saraf tepi, termasuk di dalamnya adalah trauma, stroke, perdarahan otak, tumor, infeksi otak dan selaputnya, penyempitan saraf (carpal tunnel syndrome), melakukan gerakan berulang atau getaran jangka panjang, dan sebagainya
  2. Gangguan jantung dan pembuluh darah
  3. Gangguan metabolik dan hormonal: diabetes, gula darah rendah, gangguan hormon tiroid, menopause, kadar kalsium, kalium, natrium, ureum abnormal
  4. Infeksi dan sindrom pasca infeksi
  5. Gangguan jaringan ikat dan imunitas
  6. Kelainan darah, kulit, tulang, dan sendi
  7. Kekurangan vitamin: vit B1, vit B5, dan B12
  8. Keganasan/tumor otak

Untuk mengobati kesemutan yang terkadang mengganggu, apalagi jika berlarut-larut, adalah mengenali terlebih dulu gejala awal kesemutan tersebut. Jika hanya karena kaki atau tangan tertekuk terlalu lama, biasanya kesemutan akan hilang dengan sendirinya.

Sementara itu kesemutan yang disebabkan oleh faktor lain, maka pengobatannya disesuaikan dengan faktor penyebabnya yakni dengan menghilangkan atau meminimalisasi faktor penyebab tersebut. 

Meningkatnya kadar kolesterol dalam tubuh sebenarnya tidak memberikan gejala apapun, termasuk pegal-pegal. Pada beberapa orang yang sensitif biasanya akan timbul gejala sakit kepala, akan tetapi hal ini tidak terjadi pada kebanyakan orang.

Sementara badan pegal-pegal yang Anda rasakan kemungkinan adalah fibromyalgia. Fibromialgia adalah kondisi yang disebabkan keluhan nyeri dan kaku pada bagian otot, tendon, dan sendi. Fibromialgia juga dikarakterisasi dengan kondisi kurang istirahat, perasaan lelah saat bangun pagi, lelah, cemas, depresi, dan gangguan pencernaan.

Penyebab dari fibromyalgia sendiri masih belum diketahui. Meskpun fibromyalgia merupakan penyakit yang mempengaruhi otot, nyeri pada jaringan tersebut tidak diikuti dengan peradangan pada jaringan dan tidak menyebabkan kerusakan dari jaringan, berbeda dengan arthritis atau peradangan lainnya.

Anda dapat mulai melakukan peregangan pada otot tubuh Anda dengan cara berolahraga. Tidak perlu olahraga yang berat olahraga intensitas ringan-sedang saja seperti berjalan sudah cukup. Pastikan cukup isttirahat, jangan terlalu memforsir tubuh Anda sehingga Anda akan kelelahan. Perbanyak makan sayur dan buah-buahan untuk menjaga stamina Anda.

Perlu dibedakan antara pusing dan sakit kepala. Pusing biasanya disertai perasaan lingkungan seperti berputar (vertigo). Seperti apa keluhan nyeri kepala yang Anda rasakan, apakah nyeri kepala di seluruh bagian kepala atau sebelah? Nyeri seperti diikat atau berdenyut? Adakah gejala lain seperti kesemutan/baal, kelemahan sisi tubuh, gangguan penglihatan, penurunan berat badan? Bagaimana intensitas nyeri Anda, apakah sama atau semakin lama semakin berat? Apakah saat gejala muncul Anda melihat lingkungan sekitar seperti bergoyang?

Kami memahami kekhawatiran yang Anda rasakan. Sakit kepala pada umumnya tidak diketahui sebabnya (lebih kurang 90%). Biasanya sakit kepala dapat dicetuskan oleh kelelahan, kurang tidur, dsb. Sakit kepala yang tidak diketahui sebabnya ini disebut dengan sakit kepala primer, contohnya adalah migraine dan tension type headache, cluster headache. Sakit kepala yang sebabnya diketahui lebih sedikit (sakit kepala sekunder) dapat disebabkan oleh misalnya sakit gigi, demam, tumor otak, dll. 

Apabila dengan obat pereda rasa nyeri, sakit kepala tidak berkurang atau justru frekuensinya semakin meningkat apalagi disertai dengan gejala lain seperti pingsan dan gangguan keseimbangan, maka kami sarankan untuk berkonsultasi ke dokter spesialis saraf karena dikhawatirkan ada penyebab lain dari sakit kepala tersebut. Mengenai apa pemeriksaan penunjang yang sekiranya diperlukan tergantung hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh dokter yang memeriksa anda langsung.

Demikian informasi ini kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Salam,

    0 Komentar

    Belum ada komentar