Sukses

Merawat Luka Akibat Penyakit Buerger Disease

01 Nov 2015, 20:10 WIB
Wanita, 37 tahun.

Bagaimana cara merawat penderita penyakit burger disease yang sudah ada luka?

dr. Suci Dwi Putri

Dijawab Oleh:

dr. Suci Dwi Putri

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Apakah sebelumnya Anda pernah memeriksakan diri kepada dokter? Bagaimana Anda tahu bahwa penyakit yang Anda derita adalah Penyakit Buerger Disease? Apakah sebelumnya dokter telah menjelaskan mengenai gejala dan juga penanganan penyakit ini?

Jika sebelumnya anda belum memeriksakan diri, ada baiknya terlebih dahulu diperiksakan untuk memastikan diagnosis penyakit Anda, dan menghindari kesalahan dalam pengobatan karena tidak sesuai dengan penyakitnya.

Untuk itu, kami akan bahas sedikit mengenai Penyakit Buerger Disease.

Thromboangiitis Obliterans (Buerger Disease) merupakan suatu penyakit pembuluh darah yang progresif dimana terjadi peradangan dan pembentukan thrombus (gumpalan darah) di dalam pembuluh darah kecil hingga sedang di tangan dan kaki. Penyakit ini seringkali dikaitkan dengan penggunaan/paparan tobako (rokok).  Pennyakit ini sering mengenai pria berusia antara 20-40 tahun, namun dapat menyerang anak-anak juga yang memiliki penyakit autoimun (sangat jarang).

Gejalanya dapat berupa nyeri pada daerah yang terkena pada saat jalan ataupun istirahat, sensitif terhadap dingin, hilangnya denyut nadi di daerah ujung, dan perubahan warna di kaki. Komplikasinya adalah bisa terbentuk gangren (pembusukan di daerah yang terkena). 

Pengobatannya paling penting adalah menghindari paparan tobako (rokok). Dan ada beberapa jenis macam obat yang dapat mengurangi gejala seperti untuk mengurangi nyeri bisa diberikan obat-obatan pelebar pembuluh darah, epidural anesthesia, hiperbarik oksigen, lumbar symphatectomy, dan apabila sudah terbentuk luka bisa dilakukan pembersihan luka hingga amputasi.  Bisa juga digunakan beberapa jenis obat untuk mencegah pembentukan thrombus.  

Untuk mendapatkaan pengobatan ini, segeralah memeriksakan diri kepada dokter spesialis bedah.

Demikian informasi yang dapat disampaikan. Semoga bermanfaat.

 

Salam, 

    0 Komentar

    Belum ada komentar