Sukses

Testpack Positif Tapi Tidak Hamil
04 Nov 2015, 10:21 WIB
Wanita, 25 tahun.

Testpack Positif Tapi Tidak Hamil Dokter saya pernah telat sampai hampir 3 minggu, di testpack berkali-kali dengan berbeda-beda merk hasilnya positif 2 garis merah tebal, bidan bilang positif. Namun ketika USG ke SPOG saya tidak hamil. Seminggu kemudia saya haid. Dan sampai sekarang saya haid masih teratur tepat waktu tiap bulan sejak itu. Kira-kira saat itu kenapa hasil TP saya positif padahal saya tidak hamil. Apa ada kelainan ya? Saya sangat ingin hamil. Terima kasih

dr. Karin Wiradarma

Dijawab Oleh:

dr. Karin Wiradarma

Terima kasih telah menggunakan layanan e-Konsultasi Tanya Dokter KlikDokter.com.

Kami memahami kekhawatiran Anda.

Pemeriksaan test pack didasarkan pada cara kerja mendeteksi marker kimiawi dalam tubuh, yang disebut human chorionic gonadotropin (hCG). Tidak dipengaruhi oleh waktu pemeriksaan (pagi/siang/sore/malam). Test pack dapat mendeteksi kehamilan dengan tingkat keakuratan mencapai 99%. Bahkan garis tipis saja sudah menunjukkan hasil yang positif.

Namun, masih mungkin terjadi hasil negatif ataupun positif palsu.

Beberapa penyebab terjadinya hasil negatif palsu adalah akibat kesalahan teknik pemeriksaan, terlalu lama mencelupkan strip, atau apabila kadar hormon B-hCG dalam urin belum mencukupi. Masih ada kemungkinan muncul hasil yang negatif akibat masih rendahnya kadar hormon yang ada. Dalam keadaan tersebut, ulang pemeriksaan 1 - 2 minggu kemudian, atau langsung melakukan pemeriksaan kadar hormon B-hCG dalam darah untuk hasil yang lebih akurat, jika memang masih belum menstruasi.

Sedangkan beberapa kemungkinan dari hasil positif palsu diantaranya:

1.  Hamil kimia
Banyak kasus kehamilan yang tidak diketahui mengalami keguguran yang disangka menstruasi. Test pack yang dilakukan sebelum terlambat haid menunjukkan hasil positif, ternyata menstruasi tetap keluar seperti biasa jumlahnya beserta jaringan hasil pembuahan.
2.  Waktu pemeriksaan
Tes kehamilan yang dilakukan di luar standar yang ditentukan akan membuat tes menjadi positif,misalnya: terlalu lama .
3. Pengaruh obat atau bahan kimia. Obat-obatan tertentu dapat membuat tes menjadi positif 
seperti:
   - Pemakaian b-hCG untuk terapi kesuburan dan diet
   - Obat diuretik dan obat anti Parkinson
   - Bahan kimia atau sabun yang terkontaminasi pada urin
   - Vitamin C dosis tinggi juga dikatakan bisa mempengaruhi hasil tes 4.

selain itu Adanya tumor dalam tubuh yang menghasilkan b-hCG seperti tumor jaringan   plasenta (trofoblastik), tumor indung telur yang menghasilkan b-hCG dll, atau selain itu, masih ada kehamilan di luar rahim (ektopik) dan kehamilan anggur (mola) yang juga dapat menyebabkan hasil positif akibat hormon b- hCG yang dihasilkan.

Usaha-usaha yang dapat Anda lakukan dalam memperoleh keturunan diantaranya adalah dengan melakukan hubungan seksual di sekitar masa subur Anda. Masa subur adalah masa di mana telah terjadi ovulasi (pelepasan sel telur matang dari indung telur). Untuk mengetahui kapan masa subur, Anda harus mengetahui berapa rata-rata siklus haid Anda dari 3-6 siklus haid terakhir. Jika siklus menstruasi Anda berlangsung teratur selama 27-28 hari, maka waktu terjadinya ovulasi adalah perkiraan Hari Pertama Haid Berikutnya dikurangi 14 hari. Lakukanlah hubungan seksual terutama pada 3 hari sebelum waktu ovulasi hingga 3 hari setelah terjadinya ovulasi. Kemungkinan terjadinya pembuahan akan lebih tinggi jika Anda melakukan hubungan seksual pada masa-masa itu. Kemudian Anda dan pasangan juga perlu melakukan hubungan seksual yang teratur 2-3 x/minggu.

Di samping itu, yang perlu dilakukan dalam persiapan kehamilan bagi Anda dan suami adalah merubah pola hidup menjadi lebih sehat dengan makan makanan bergizi dan seimbang, asupan vitamin sesuai kebutuhan, istirahat teratur, dan berolahraga. Perlu juga diperhatikan: 

  • Hentikan segala kegiatan yang kurang baik. Hindari merokok, obat-obatan terlarang, dan alkohol
  • Hindari juga konsumsi obat-obatan termasuk yang dijual bebas
  • Menurut The Center for Disease Control (CDC), wanita yang berencana untuk hamil dianjurkan mengkonsumsi vitamin B dalam jumlah cukup dan asam folat sebanyak 400 mikrogram/hari agar dapat mengurangi risiko gangguan perkembangan otak embrio.

Apabila setelah satu tahun melakukan hubungan intim secara teratur (2-3x/minggu) tanpa menggunakan kontrasepsi kehamilan belum juga terjadi, perlu dicari penyebab yang mendasari baik dari pihak Anda maupun suami. Anda dapat  menjalani pemeriksaan hormonal, USG rahim, atau HSG. Untuk suami, dapat dilakukan pemeriksaan analisa sperma baik secara kualitas maupun kuantitas. Apabila ditemukan adanya kelainan agar dapat segera ditatalaksana sesuai penyebabnya. Untuk itu kami sarankan sebaiknya Anda dan suami berkonsultasi dengan dokter spesialis kebidanan dan kandungan (untuk istri) dan dokter spesialis andrologi (untuk suami) untuk tatalaksana yang lebih optimal.

Demikian informasi ini kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar