Sukses

Buang Air Kecil Nyari dan Bernanah
28 Oct 2015, 09:09 WIB
Pria, 23 tahun.

Selamat siang dok. Dok.kenapa penis saya selalu keluar cairan seperti nanah... Dan saat buang air kecil terasa sakit.. Perih dan terasa seperti terbakar... Gejala apakah ini dok...? Dan untuk pemeriksaan saya harus ke RS mana ya dok...? Wilayah jakarta...

 

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Tanya Dokter di KlikDokter.com.

Kami memahami kekhawatiran yang Anda rasakan.

Cairan keluar dari penis dapat terjadi secara normal (fisiologis) atau tidak normal (patologis). Secara fisiologis, pengeluaran terjadi saat laki-laki terangsang secara seksual. Cairan ini bersifat pelumas sebelum ejakulasi. Pada pria yang belum disunat, dapat terjadi penumpukan smegma di kulup (frenulum) dan bergabung dengan cairan pelumas ini, sehingga dapat terlihat bercak putih. Bila rangsangan diteruskan, dapat terjadi ejakulasi pada pria yang mengeluarkan cairan mani.
 
Secara patologis, cairan keluar saat tidak ada rangsangan seksual. Cairan dapat bersifat putih kehijauan atau bening. Keluarnya cairan yang patologis dapat disebabkan oleh infeksi menular seksual ataupun infeksi saluran kemih. Biasanya selain keluhan keluarnya cairan dari kemaluan juga disertai dengan keluhan nyeri saat berkemih,perasaan tidak tuntas saat berkemih, sering berkemih/anyang-anyangan, dan lain sebagainya.

Keluarnya cairan seperti nanah dari kemaluan dan gangguan berkemih, merupakan suatu pertanda adanya proses infeksi pada saluran kemih/kemaluan. Adapun infeksi yang dimaksud umumnya disebabkan oleh kuman yang dapat ditransmisikan melalui hubungan seksual seperti gonore, klamidia, dan kuman lainnya. Infeksi kuman yang berbeda menyebabkan jenis cairan yang berbeda. Diagnosis perlu ditentukan dengan pemeriksaan langsung dan pemeriksaan penunjang seperti pemeriksaan cairan yang keluar dari kemaluan.

Penyebab tersering kencing nanah adalah Gonore. Gonore / Kencing Nanah merupakan penyakit menular seksual yang disebabkan oleh bakteri Neisseria gonorrhoeae yang pada umumnya ditularkan melalui hubungan kelamin, tetapi juga kontak secara langsung dengan eksudat yang infektif.

Penularannya adalah melalui kontak hubungan seksual dan pertukaran cairan tubuh. Bergonta-ganti pasangan dalam berhubungan intim adalah salah satu penyebab paling sering terjadi. Pun penularan dari alat bantu seks dapat terjadi juga. Hal yang pastinya, prinsip penularan penyakit tidak akan terjadi jika melakukan pola hubungan seksual yang sehat (tidak berganti-ganti pasangan) dan dilakukan secara tanggung jawab.

Selain infeksi tunggal, dapat juga terjadi infeksi campuran antara gonore dengan bakteri lain. Untuk mengatasi infeksi tersebut, dokter akan memberikan antibiotik. Kami sarankan Anda untuk segera berkonsultasi kepada dokter spesialis kulit dan kelamin untuk mendapatkan terapi lebih lanjut.

Demikian informasi ini kami sampaikan, semoga bermanfaat.

 

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar