Sukses

Rheumatoid Arthritis

26 Oct 2015, 10:06 WIB
Pria, 20 tahun.

Saya diagnosis penyakit arthritis rheumatoid. apakah transfer factor bisa menyembuhkan penyakit ini?

Terima kasih telah menggunakan layanan e-Konsultasi Tanya Dokter KlikDokter.com.           

Apakah transfer faktor yang Anda maksud? Belum ada penelitian yang bisa membuktikan tentang kebenaran terapi rheumatoid arthritis dengan transfer faktor dapat membantu menyembuhkan. Sebaiknya gunakan terapi dari Dokter yang sudah terbukti bisa menyembuhkan penyakit Anda.

Rheumatoid Arthritis harus diterapi sedini mungkin untuk mencegah kecacatan, berikut adalah terapi yang diberikan pada penyakit rheumatoid arthritis berdasarkan standar internasional:

1. NSAID (non steroid anti inflamasi) dimana fungsi kerja obat ini adalah menghambat sintesa prostaglandin yang menimbulkan nyeri. Obat ini menghambat COX1 dan COX2, dimana COX1 sangat penting untuk fungsi pertahanan mukosa lambung, sehingga obat ini mempunyai efek samping pada lambung. Kerusakan pada ginjal disebabkan adanya nekrosis unit fungsional dari ginjal, dengan pemakaian yang hati-hati dan pertimbangan yang cukup bijaksana, maka pemakaian NSAID ini tidak perlu dikhawatirkan. Saat ini sudah ada obat yang selektif hanya menghambat COX2 sehingga aman digunakan jangka panjang. Pada umumnya masyarakat menganggap bahwa anti nyeri ini sama dengan “anti rematik”.

2. DMARD (disease modyfing anti rheumatic drug): obat ini bertujuan untuk mengendalikan sel kekebalan tubuh yang merusak synovial, namun obat ini tidak jelas bagaimana mekanisme kerjanya. Untuk itu pada akhir-akhir ini berkembang obat rematik yang disebut biologic agent yang terdiri dari antibody monoclonal dengan tujuan mentarget molekul tertentu yang berperanan dalam mekanisme penyakit, misalnya TNF alfa, IL-1, IL-6, sel B. beberapa obat DMARD yang digunakan pada RA yaitu metrotrexate, leflunomide, sulfasalazine, azatioprine, siklosporin, kloroquin. Obat ini bisa digunakan tunggal atau kombinasi, bila dosis yang digunakan dengan tepat, maka efek samping dapat diminimalisasi. Bila tidak respon dengan DMARD, maka terapi saat ini adalah kombinasi antara DMARD dan biologic agent. Kombinasi DMARD tidak boleh lebih dari tiga macam obat (cocktail), ini sangat berbahaya efek sampingnya sangat tinggi.

3. Biologic agent: macamnya adalah anti TNFalfa (etanercept, infliximab, adalimumab, golimumab), anti CD20, anti IL-6, anti IL-1 (anakinra).

Terapi DMARD bisa dalam bentuk monoterapi atau single DMARD dan bisa dikombinasi dengan DMARD yang lain, artinya terapi kombinasi. Bila tidak respon, maka diperlukan terapi Biologic Agent. Bila sejak awal RA sangat berat, maka sebaiknya terapi dilakukan dengan DMARD + Biologic Agent.

Demikian informasi ini kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Salam,   

    0 Komentar

    Belum ada komentar