Sukses

Cara Pembacaan Hasil Tes Laboratorium

29 Oct 2015, 08:38 WIB
Pria, 25 tahun.

pagi dokter,,,gini dok,,,saya kan terkena batu ginjal sudah di ESWL 2x dan skarang alhamdulillah batu udah keluar 3 butir,,,setelah it saya kontol ke dokter urologi,,,saya disuruh cek BNO dan cek darah dan urin,,dan hasilnya hemoglobin 13,4 - normal : 13,5-18 hematokrit 40,3 % - normal : 42-52 % monosit 3,9 % - normal 5,3- 12,2 % dan hasil urin ada kandungan sel epitel yang saya tanyakan knapa HB,Hematokrit,dan monosit saya rendah....soalnya sebelum sudah saya cek jga rendah... trus hasil tes urin ada sel epitel apakah it normal???

Terima kasih telah menggunakan layanan e-Konsultasi Tanya Dokter KlikDokter.com.           

 Monosit adalah jenis leukosit atau sel darah putih yang berperan dalam fungsi sistem kekebalan tubuh. Tergantung pada tingkat kesehatan pasien, monosit membuat antara satu sampai tiga persen dari jumlah sel darah putih dalam tubuh. Monosit dapat dianggap sebagai bagian dari tes darah, dan perubahan tingkat monosit dapat menunjukkan perubahan dalam kesehatan pasien. Sebagai aturan umum, jumlah monosit rendah adalah pertanda baik, dan jumlah yang tinggi monosit menunjukkan bahwa hadir suatu masalah.                           

Hemoglobin adalah metaloprotein (protein yang mengandung zat besi) di dalam sel darah merah yang berfungsi sebagai pengangkut oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh, pada mamalia dan hewan lainnya. Hemoglobin juga pengusungkarbon dioksida kembali menuju paru-paru untuk dihembuskan keluar tubuh.   Hemoglobin yang rendah dalam dunia medis disebut dengan anemia seringkali dihubungkan dengan beberapa penyakit dan kondisi yang menyebabkan tubuh memiliki terlalu sedikit sel darah merah, misal: thalassemia. Anemia dapat terjadi jika tubuh menghasilkan sel darah merah yang lebih sedikit dibandingkan biasanya, misal: kekurangan asupan Fe (besi, bahan pembentuk hemoglobin); jika tubuh menghancurkan sel darah merah lebih cepat daripada sel darah dapat diproduksi (misal: Malaria) atau jika Anda mengalami kehilangan darah seperti misalnya pada kecelakaan, menstruasi, penyakit demam berdarah, perdarahan organ dalam ataupun muntah darah.  

Hematokrit menunjukkan persentase zat padat (kadar sel darah merah, dan Iain-Iain) dengan jumlah cairan darah. Semakin tinggi persentase HMT berarti konsentrasi darah makin kental. Hal ini terjadi karena adanya perembesan (kebocoran) cairan ke luar dari pembuluh darah sementara jumlah zat padat tetap, maka darah menjadi lebih kental.    Penurunan HMT terjadi pada pasien yang mengalami kehilangan darah akut (kehilangan darah secara mendadak, misal pada kecelakaan), anemia, leukemia, gagalginjal kronik, mainutrisi, kekurangan vitamin B dan C, kehamilan, ulkuspeptikum (penyakit tukak lambung) 

 Adanya sel epitel pada hasil urinalisi itu adalah normal jika menemukan beberapa sel epitel dalam sampel urin. Hal ini karena penumpahan sel reguler dari kandung kemih dan uretra eksternal. Sel epitel dari ginjal biasanya tidak ditumpahkan. Namun, peningkatan jumlah sel epitel dalam urine dapat menunjukkan beberapa masalah kesehatan. Kehadiran bentuk abnormal sel-sel epitel juga bisa menjadi masalah.

Demikian informasi ini kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Salam,

    0 Komentar

    Belum ada komentar