Sukses

Plasenta Previa
03 Nov 2015, 21:47 WIB
Wanita, 31 tahun.

pagi dok, saya mau tanya soal kehamilan. saat ini uk 30w, terakhir usg seminggu yang lalu plasenta nya terdeteksi letak rendah. untuk kondisi tersebut apakah masih bisa dimungkinkan untuk persalinan secara normal nantinya?ada kah cara agar plasenta tersebut berubah posisi ke atas? janin saat ini sudah posisi mutar (kepala di bawah) apakah masih bisa berubah lagi posisinya? terima kasih

dr. Suci Dwi Putri

Dijawab Oleh:

dr. Suci Dwi Putri

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Kami memahami kekhawatiran yang Anda rasakan. Sebelum kami menjawab pertanyaan Anda, akan kami jelaskan sedikit tentang kelainan letak plasenta.

Kondisi dimana letak plasenta menutupi jalan lahir disebut sebagai plasenta previa. Sebetulnya pada minggu-minggu awal kehamilan, adanya plasenta previa tidak menjadi masalah, namun jika tetap bertahan sampai triwulan ketiga, keadaan ini dapat menimbulkan masalah. Masalah yang timbul berupa perdarahan dari jalan lahir sehingga janin terpaksa dilahirkan lebih cepat sebelum waktunya dengan operasi sesar.

Sebetulnya, selama rahim semakin membesar, letak plasenta tersebut akan semakin menjauh dari mulut rahim. Jadi, tergantung dari derajat plasenta previa (totalis, marginal, atau plasenta letak rendah), masih ada kemungkinan melahirkan secara normal. Jika pada usia cukup bulan, plasenta tetap menutupi jalan lahir, operasi sesar akan direncanakan.

Terkadang Anda perlu melakukan pemeriksaan ultrasonografi (USG) secara berkala. Selain itu, Anda akan dimonitor secara ketat oleh dokter, dan perlu diperhatikan apakah ada perdarahan dari kemaluan (walaupun sedikit), jika ada sebaiknya segeralah ke dokter kandungan. Selain itu, anda perlu "mengistirahatkan" panggul, yang berarti tidak boleh berhubungan intim atau aktivitas fisik berat. Anda juga sebaiknya membatasi kegiatan atau aktivitas yang dapat memprovokasi timbulnya perdarahan, seperti pekerjaan rumah tangga atau mengangkat barang yang berat.

Sekali lagi, diskusikanlah dengan dokter spesialis kebidanan dan kandungan Anda mengenai hal ini. 

Demikian, semoga informasi ini bermanfaat.

 

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar