Sukses

Pola Haid Paska Kuretase

18 Oct 2015, 19:12 WIB
Wanita, 22 tahun.

haid pertama sedikit pasca kuret. amankah ?

Terima kasih atas pertanyaan Anda dan telah setia menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.
 
 
 
Perubahan pola dan lama haid tidak dipengaruhi oleh tindakan kuret. Siklus menstruasi normal berlangsung selama 21-35 hari, 2-8 hari adalah waktu keluarnya darah haid yang berkisar 20-60 ml per hari atau mengganti pembalut sekitar 2-4 kali. Jika siklus menstruasi masih dalam kisaran di atas maka tidak ada yang perlu dikhawatirkan.
 
Pada umumnya setelah satu minggu dari keguguran dan kuret, darah sudah tidak keluar lagi. Selama, darah yang keluar semakin berkurang maka tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Namun, jika darah yang keluar tidak semakin berkurang, maka sebaiknya Anda mengunjungi dokter untuk evaluasi lebih lanjut.

Darah haid yang berwarna kecoklatan dan kehitaman (merah pekat dan ada gumpalan darah) merupakan darah haid yang mengandung sel darah yang lebih lama (bukan sel darah merah segar) karena tertahan di dalam rahim dan tidak segera dikeluarkan (biasanya pada wanita yang siklus haidnya mundur). Berikut adalah beberapa info terkait massa pasca kuretase yang mungkin berguna untuk Anda.

  • Umumnya seorang perempuan akan mulai berovulasi 2 - 3 minggu setelah tindakan kuretase, sehingga sebetulnya dapat segera hamil (tidak ada hubungan tindakan kuretase dengan kesuburan).
  • Sekitar 10-15% dari kehamilan akan mengalami keguguran oleh berbagai sebab. Sebab yang paling sering (sekitar 60%) adalah adanya kelainan kromosom berat pada embrio (atau janin) sehingga embrio tersebut tidak dapat berkembang normal dan akhirnya akan gugur. Faktor ini tidak ada tindakan pencegahannya.
  • Persiapan kehamilan pasca keguguran 1x tidak berbeda:
    • Hitung masa subur: Jika siklus menstruasi anda berlangsung teratur selama 28 hari, maka waktu terjadinya ovulasi anda adalah perkiraan Hari Pertama Haid Berikutnya dikurangi 14 hari. Lakukanlah hubungan seksual terutama pada 3 hari sebelum waktu ovulasi hingga 3 hari setelah terjadinya ovulasi. Kemungkinan terjadinya pembuahan akan lebih tinggi jika Anda dan suami melakukan hubungan seksual pada masa-masa itu.   
    • Ubah pola hidup menjadi lebih sehat dengan makan makanan bergizi dan seimbang, asupan vitamin sesuai kebutuhan, istirahat teratur, dan berolahraga. 
    • Hentikan segala kegiatan yang kurang baik apabila Ibu ingin hamil. Hindari merokok, obat-obatan terlarang, dan alkohol (termasuk suami).
    • Hindari juga konsumsi obat-obatan termasuk yang dijual bebas.
    • Konsumsi vitamin B dalam jumlah cukup dan asam folat sebanyak 400 mikrogram/hari seperti yang sudah Anda lakukan sebelumnya agar dapat mengurangi risiko gangguan perkembangan otak embrio.
    • Lakukan hubungan intim 3x/minggu dengan posisi misionaris (pria di atas)
  • Jumlah dan kualitas sel telur seorang perempuan memang berkurang seiring bertambahnya usia. Selain itu, perempuan yang lebih tua juga memiliki kemungkinan mengalami kondisi medis seperti endometriosism fibroid, atau polip. Hal-hal ini dapat mempengaruhi fertilitas atau kesuburan seseorang.
Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat.
 
Salam,
 

    0 Komentar

    Belum ada komentar