Sukses

Nafas Bayi Grok-Grok

22 Oct 2015, 13:09 WIB
Wanita, 23 tahun.

dok mohon info 1.apa wajar bayu usia 1.5 bulan kadang saat bernafas ada suara (grok..grok..) seperti ada yg menyumbat ? 2.bagai mana mengatasi bayi cegukan? 3.bayi saya kadang batuk apa bener itu cara bayi mengeluarkan kotoran dr dalam?

Terima kasih telah menggunakan layanan e-Konsultasi Tanya Dokter KlikDokter.com.           

Dalam keadaan normal, dinding saluran napas kita menghasilkan cairan lendir yang banyak fungsinya. Salah satu fungsi utama adalah untuk pertahanan saluran napas yaitu untuk memerangkap zat asing yang terbawa dalam udara yang kita hirup yang berpotensi menimbulkan gangguan saluran napas. Lendir ini kemudian akan dibawa keluar oleh suatu mekanisme seperti ban berjalan yang disebut bersihan mukosilier (mucociliary clearance).Bersihan mukosilier ini dapat diibaratkan seperti petugas kebersihan (cleaning service) di saluran napas kita.

Lendir yang dibawa dari saluran napas bawah ini kemudian akan sampai di tenggorokan, dan kita telan secara tidak sadar. Bila jumlah lendir ini lebih banyak daripada biasa, maka akan merangsang refleks batuk, dan kita akan batuk yang tujuannya untuk mendorong gumpalan lendir keluar. Jadi bersihan mukosilier dan batuk merupakan pasangan mekanisme pertahanan saluran napas yang sangat efektif dan bermanfaat. Anugerah dari Tuhan untuk kita. Jika tidak ada kedua mekanisme tersebut maka kita akan ‘tenggelam’ dalam lendir kita sendiri.

Pada bayi baru lahir petugas kebersihan ini belum begitu terampil dalam melaksanakan tugasnya, sehingga tersisa lendir dalam saluran napasnya. Suara udara napas yang melewati cairan lendir itulah yang menimbulkan suara grok-grok. Pada pasien yang mempunyai riwayat alergi dalam keluarga, ibu, ayah, atau anggota keluarga lain, keadaan ini dapat lebih nyata.

Bila pasien mempunyai kecenderungan timbul alergi di saluran napas maka produksi lendirnya akan lebih banyak. Pada pasien dengan keluhan grok-grok, untuk membersihkan lendir dalam jumlah yang normalpun masih kewalahan. Apalagi bila produksinya di atas normal, makin kewalahan bersihan mukosiliernya, dan makin keras suara grok-groknya.

Keadaan ini akan diperparah bila ada hal-hal tertentu yang merangsang produksi lendir lebih banyak lagi, misalnya asap rokok, bulu binatang, debu rumah, dan tungau debu rumah di dalamnya.

Debu dan tungaunya banyak terdapat antara lain dalam karet bulu, boneka bulu, korden yang lama tidak dicuci.                           

Setiap orang bisa mengalami cegukan, termasuk bayi. Cegukan pada bayi merupakan hal yang normal dan tidak berbahaya. Pada bulan pertama kehidupan, bayi Anda akan cegukan dengan interval rutin, terutama setelah diberikan ASI. Jika bayi Anda cegukan saat di dalam kandungan, maka tentunya juga dapat terjadi setelah dia lahir.

Cegukan terjadi akibat rangsangan dari diafragma, pada  bayi, rangsangan tersebut dapat terjadi karena bayi bernapas atau setelah minum ASI. Hal ini normal dan tidak berbahaya. Umumnya cegukan hanya berlangsung selama beberapa menit saja.

Apabila memang berlangsung cukup lama, cobalah untuk membuat bayi Anda sendawa segera setelah menyusu. Untuk menghentikannya, Anda dapat mencoba memberikan ASI untuk bayi. Penghisapan konstan dan proses menelan akan membantu otot diafragma lebih relaks dan membantu menghentikan cegukan. 

Demikian informasi ini kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Salam,                  

 

    0 Komentar

    Belum ada komentar