Sukses

Alergi Kulit Dan Benjolan Pada Klitoris

23 Oct 2015, 09:57 WIB
Wanita, 22 tahun.

dok, aku mau tanya. sudah setahun ini bagian kelamin saya kok suka nyeri saat bawa motor ya? aku pikir karena celana terlalu ngetat atau rambut kemaluan yg belum dicukur. Tapi saat aku raba ternyata di klitoris bagian atas kiri ada semacam melenting gitu, kadang terasa nyeri kadang juga tidak. itu kenapa ya dok? bahaya gak? kira-kira bisa hilang gak? aku takut :( dan satu lagi dok. kulit badan aku kok kadang muncul gatal ya? aku bisa bedain rasa gatal karena nyamuk dan mana yg bukan. kadang ada bentol yang gatalnya bukan main. rasanya minta digaruk terus, tapi kalo makin di garuk nanti makin merah dan ninggalin bekas dikulit. mungkin gak dok aku punya alergi? mohon jawabannya atas kedua pertanyaan aku dok. sebelumnya aku ucapkan terimakasih.

dr. Irma Rismayanty

Dijawab Oleh:

dr. Irma Rismayanty

Terima kasih telah menggunakan layanan e-Konsultasi Tanya Dokter KlikDokter.com.

Kami mengerti rasa khawatir yang Anda rasakan. 

Alergi Kulit

Perlu diketahui bahwa gejala alergi macam-macam, bisa berupa kelainan kulit (kemerahan, gatal, bentol, iritasi), sesak napas, keluar lendir dari hidung, dan sebagainya. Alergi adalah reaksi tubuh yang berlebihan terhadap benda asing tertentu atau yang disebut alergen. Apabila alergen masuk ke dalam tubuh seseorang, melalui berbagai cara, baik terhisap, tertelan, ataupun kontak dengan kulit, maka sistem kekebalan tubuh seseorang yang memiliki alergi akan aktif dan menimbulkan reaksi yang berlebihan.

Kendati alergi bersifat genetik, seseorang tetap memiliki risiko alergi sebesar 5-15 persen tanpa mempertimbangkan ada atau tidaknya riwayat alergi pada orangtua penderita. Mengingat banyaknya alergen di luar riwayat keluarga (genetik), hendaknya Anda memperhatikan dengan lebih teliti apa yang mungkin menjadi faktor pemicu timbulnya alergi, seperti jenis makanan, kondisi udara, atau faktor pemicu lainnya.

Alergi tidak dapat hilang sepenuhnya, yang dapat dilakukan bagi penderita alergi adalah melakukan pencegahan atau penghindaran dari materi-materi yang dapat menyebabkan alergi. Maka, penting bagi Anda untuk mengetahui apa saja yang dapat memicu timbulnya reaksi alergi Anda dan menghindarinya.

Sudahkah Anda mengetahui faktor pencetus timbulnya kondisi ini? Apakah Anda sudah pernah melakukan tes alergi?

Kami sarankan Anda untuk memeriksakan diri ke Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin untuk mengetahui sebab pasti dan mendapatkan terapi yang sesuai.

Benjolan Pada Klitoris

Daerah bibir luar vagina termasuk daerah yang memiliki kelenjar sebasea. Sedangkan daerah kemaluan adalah daerah yang cukup lembab karena lokasinya dan selalu tertutup celana dalam. Fakta inilah yang membuat kulit daerah tersebut menjadi lebih mudah terinfeksi.

Benjolan yang berupa kutil atau bintil-bintil kecil di daerah vulva (sekitar vagina) dapat disebabkan oleh berbagai macam sebab, diantaranya:

  1. Kondiloma akuminata (kutil kelamin)

  2. Moluscum kontagiosum (infeksi virus pox)

  3. Herpes simplex (infeksi virus herpes)

  4. Skabies (infeksi oleh kutu)

  5. Jerawat

Selain itu ada juga beberapa penyakit yang dapat menyebabkan benjolan pada daerah bibir vagina, sebagai berikut :

  1. Kista Bartholin 
    Disebut juga "Abses Kelenjar Bartholin". Kista ini berasal dari kelenjar bartholin yang tersumbat. Setiap wanita memiliki sepasang kelenjar bartholin pada bibir vagina. Kelenjar yang tersumbat menyebabkan munculnya benjolan (kista) dan dapat pula terinfeksi sehingga meradang. Bila sudah radang, maka benjolan akan menjadi nyeri, kemerahan, dan hangat. Bila terdapat nanah kemungkinan sudah menjadi abses/bisul

  2. Fibroma 
    Merupakan tumor jinak yang berasal dari jaringan ikat pada bibir vagina

  3. Lipoma
    Merupakan tumor jinak yang berasal dari jaringan lemak
  4. Sarkoma
    Merupakan tumor ganas yang berasal dari jaringan ikat

  5. Adenocarcinoma Bartholin
    Merupakan tumor ganas dari kelenjar Bartholin. 

Kami sarankan teman Anda untuk memeriksakan diri ke Dokter karena dibutuhkan informasi lebih jauh mengenai ukuran, bentuk, warna, rasa nyeri, lokasi tepat, dan sebagainya.  Dari pemeriksaan fisik, Dokter dapat memperkirakan apakah benjolan tersebut ganas atau tidak. Namun untuk mengetahui secara pasti, maka benjolan tersebut harus diangkat dan diperiksa di bawah mikroskop (histopatologi).

Hindari konsumsi obat, terutama jenis antibiotik, tanpa resep dan petunjuk Dokter agar tidak terjadi efek samping yang tidak diinginkan. Konsumsi air putih minimal 8 gelas per hari, jangan menahan buang air kecil, bersihkan vagina dari arah atas ke bawah setiap selesai buang air kecil, dan buang air kecil setiap selesai berhubungan seksual untuk menghindari terjadinya infeksi saluran kencing.

Demikian informasi ini kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Salam,

    0 Komentar

    Belum ada komentar