Sukses

Janin Kembar
26 Oct 2015, 11:05 WIB
Wanita, 26 tahun.

Dok, saya sedang hamil 32 minggu dan di USG ternyata kembar, dgn posisi interlocking..apakah masih bisa melahirkan normal? BB bayi yg idela utk kembar brp KG y dok, saya takut BBnya kurang, bbrp kali USG sih kt dokter kandungan saya beratnya cukup tapi ttap saja saya agak takut..

dr. Irma Rismayanty

Dijawab Oleh:

dr. Irma Rismayanty

Terima kasih telah menggunakan layanan e-Konsultasi Tanya Dokter KlikDokter.com.

Kami mengerti rasa khawatir yang Anda rasakan. Selama 2 triwulan pertama kehamilan, janin kembar berkembang pada kecepatan yang sama dengan janin tunggal. Namun, pada triwulan terakhir, jumlah berat badan kedua janin sama dengan berat badan satu janin pada kehamilan tunggal. Dengan kata lain, berat badan janin tunggal terus meningkat sampai minggu ke-40 kehamilan, sedangkan peningkatan berat badan pada janin kembar menurun mulai minggu 30 - 32 kehamilan. Karena itu, bayi kembar cenderung lebih kecil dibandingkan bayi tunggal yang lahir pada usia kehamilan yang sama.

Pada awal triwulan ketiga, janin kembar sebetulnya mempunyai keuntungan dibandingkan janin tunggal dalam hal perkembangannya, karena perkembangan mereka sedikit lebih cepat sampai minggu ke 30 kehamilan. Sebagai contoh, bayi kembar yang dilahirkan pada minggu ke-30 mungkin memiliki perkembangan paru yang lebih baik dan memiliki masalah karena kelahiran prematur yang lebih sedikit dibandingkan bayi tunggal yang lahir pada usia kehamilan yang sama.

Pada usia kehamilan 32 minggu biasanya janin kembar memiliki berat masing-masing antara 1,5 - 2 kg dengan panjang sekitar 40 cm.

Persalinan bayi kembar normal atau Caesar, tergantung dari beberapa faktor. Faktor utama adalah posisi janin di dalam rahim. Penilaiannya dilakukan menjelang persalinan.

  • Jika letak kedua janin memanjang atau membujur dengan posisi kepala di bawah dan tidak ada masalah lainnya, keduanya dapat dilahirkan normal.
  • Jika letak janin pertama memanjang kepala di bawah namun janin kedua tidak, maka janin pertama bisa dilahirkan normal. Setelah ia lahir, dilakukan penilaian ulang lewat perabaan perut dan vagina untuk menilai letak dan keadaan janin kedua.
  • Jika letak  janin kedua melintang, namun ukurannya lebih kecil dari janin pertama sehingga bida diputar ke letak memanjang, ia bisa dilahirkan normal.
  • Jika letak janin kedua sungsang, maka ketubannya harus dipecahkan, lalu dilahirkan normal dengan bokong atau kaki keluar lebih dulu. Prosedur ini meningkatkan risiko terjadinya prolaps tali pusat, yakni tali pusat keluar lebih dulu dari vagina. Tindakan Caesar darurat mungkin diperlukan.
  • Jika letak janin pertama tidak memanjang, maka kedua janin dilahirkan secara Caesar. Misal, terjadi posisi saling mengunci atau interlocking, yaitu letak janin pertama memanjang dengan bokong di bawah dan letak janin kedua juga memanjang dengan kepala di bawah. Dengan turunnya bokong janin pertama melewati jalan lahir ibu, maka dagu janin pertama dapat mengunci di dagu janin kedua. Jika ini terjadi, operasi Caesar harus segera dilakukan.

Selain letak janin, masalah lain yang mungkin terjadi sehingga diperlukan persalinan Caesar adalah:

  • Prolaps tali pusat. Risiko terjadinya tinggi karena ukuran janin kecil.
  • Kelainan letak plasenta, misal, di bawah atau plasenta previa
  • Pada kembar monoamniotik atau 1 kantung ketuban, terjadi tali pusat saling melilit, baik di tubuh janin sendiri, di tubuh saudaranya, atau tali pusat saudaranya.
  • Janin kembar 3 atau lebih umumnya dilahirkan Caesar.

Demikian informasi ini kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar