Sukses

Nyeri Haid

09 Oct 2015, 16:31 WIB
Wanita, 20 tahun.

saya mau tanya, pacar saya saat datang menstruasi sering sakit perut yg berlebihan sampai beraktifitas sangat terganggu akibat susah bergerak, terkadang sampai pingsan T.T, dan kondisi sangat pucat akibat kekurangan darah. yang ingin saya tanyakan: Kenapa bisa begitu ya? Apa penyebabnya? Bagaimana mengatasinya dan cara mengurangi sakit waktu mens? Apakah mens normal banyak mengeluarkan darah hingga mengakibatkan kekurangan darah hingga lemas? Terima kasih

Terima kasih telah menggunakan layanan e-Konsultasi Tanya Dokter KlikDokter.com.

Penyebab nyeri haid ada beberapa faktor yaitu sebagai berikut yang ketiganya terkadang memiliki saling keterkaitan:

1.Terjadinya konstraksi rahim atau iskemia otot rahim. Karena lepasnya dinding rahim akibat peningkatan prostaglandin.

Nyeri haid atau dismenorrhoe adalah nyeri kejang otot (spasmodik) diperut bagian bawah dan menyebar kesisi dalam paha atau bagian bawah pinggang yang terjadi menjelang haid atau selama haid akibat kontraksi otot rahim.

2. Faktor hormonal

Nyeri haid diduga terkait dengan produksi hormon progesteron yang meningkat. Hormon progesteron dihasilkan oleh jaringan ikat kelenjar indung telur (corpus luteum) setelah melepaskan sel telur matang setiap bulan. Hormon tersebut memperbesar ketegangan mulut rahim hingga lubang mulut rahim menjadi sempit, akibatnya otot-otot rahim lebih kuat berkontraksi untuk dapat mengeluarkan darah haid melalui mulut rahim yang sempit. Kontraksi otot rahim yang menyebabkan kejang otot yang dirasakan sebagai nyeri. Keluhan nyeri haid berkurang atau malahan hilang setelah kehamilan atau melahirkan anak pertama. Hal ini karena regangan pada waktu rahim membesar dalam kehamilan membuat ujung-ujung syaraf dirongga panggul dan sekitar rahim menjadi rusak.

3. Psikis atau kecemasan berlebihan. Maka tidak heran apabila emosi wanita sering susah ditebak. Kadang kala begitu tegar menghadapi berbagai masalah dan cobaan namun kali lain begitu rapuh menghadapi masalah yang sepele saja.

Apabila gejala semakin berat maka Anda bisa mengunjungi dokter specialis kebidanan dan kandungan. Apabila nyeri Anda juga dapat mengkonsumsi obat-obatan nyeri seperti paracetamol. 

Demikian informasi ini kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Salam,

    0 Komentar

    Belum ada komentar