Sukses

Nyeri Pinggang Pasca Tindakan ESWL

09 Oct 2015, 13:11 WIB
Pria, 25 tahun.

dekter saya terkena batu ginjal posisi batu diureter sebelah kiri sebesar 5,6 mm dan sudah di ESWL 2X tapi kok masi pegal agak kadang sakit di punggung dan pinggang saya dok,,,apa ada dampak terhadap ginjal saya setelah di ESWL??

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Tanya Dokter dari Klikdokter.com

ESWL (Extracorporeal Shockwave Lithotripsy) yaitu menembak batu dengan gelombang suara yang tinggi. Batu yang ditembak akan pecah dan keluar bersama dengan kencing. Namun, tidak semua batu saluran kencing dapat diterapi dengan ESWL, tergantung ukuran dan letaknya. Anda dapat berkonsultasi dengan dokter bedah urologi mengenai hal ini. Alangkah baiknya apabila setelah dilaser (ESWL) batu yang keluar dari air seni dianalisis merupakan batu jenis apa sehingga dapat dicari solusi terbaik bagaimana cara menangani berdasarkan jenis batunya. Jenis batu dapat memberikan petunjuk apa penyebab dari batu saluran kencing berulang.

Komplikasi ESWL:

  • Nyeri saat batu melewati saluran kemih
  • Tidak bisa buang air kecil karena saluran kecil tersumbat oleh pecahan batu. Kondisi ini biasanya membutuhkan tindakan uteroskop.
  • Infeksi saluran kemih
  • Perdarahan di sekitar ginjal

 

Apabila pernah ada riwayat pernah dilakukan ESWL sebelumnya. Pada pasien yang pernah menjalani ESWL ataupun pembedahan, terdapat risiko untuk mengalami riwayat batu ginjal kembali apabila tidak dilakukan tatalaksana yang optimal (kontrol ke dokter, banyak minum, aktivitas fisik teratur, menghindari faktor risiko batu, dsb), sebanyak ± 50%. Sebaliknya, apabila dilakukan tatalaksana yang optimal baik dengan terapi medis maupun pembedahan, didapatkan angka kekambuhan hanya sekitar 10% atau kurang.  

Kapan terakhir kali Anda melakukan tindakanESWL? Nyeri pinggang yang Anda rasakan bisa saja disebabkan oleh pecahan batu ginjal yang melewati saluran kemih atau batu ginjal muncul kembali. Saya menyarankan Anda kontrol kembali ke dokter yang mengobati anda sebelumnya atau berobat ke dokter spesialis urologi untuk memastikan diagnosis dan mendapatkan tatalaksana yang optimal.

Demikian penjelasan yang dapat kami berikan. Semoga dapat membantu.

Salam,

    0 Komentar

    Belum ada komentar