Sukses

Nyeri Telapak Kaki Pada Pagi Hari
01 Oct 2015, 12:17 WIB
Wanita, 29 tahun.

saya mau tanya setiap hari saya selalu merasakan sakit pada tumit sampai pergelangan kaki dan saat menginjak lantai pun terasa sngat sakit, apakah saya terkena kolesterol atau asama urat...

Terima kasih telah menggunakan layanan e-Konsultasi Tanya Dokter KlikDokter.com.           

Keluhan Anda berupa rasa nyeri pada kedua telapak kaki pada saat bangun tidur di pagi hari. Selain rasa nyeri adakah keluhan lain yang Anda rasakan? Kapan lagi saja rasa nyeri dirasakan? Bagaimana deskripsi rasa nyeri?

Telapak kaki yang sering terasa sakit terutama pada bagian tumit dapat didasari oleh berbagai macam kemungkinan penyebab. Untuk mengetahui secara pasti, diperlukan data keluhan yang rinci ditambah dengan pemeriksaan fisik oleh dokter dan jika diperlukan dapat dilakukan pemeriksaan tambahan berupa laboratorium ataupun foto rontgen tulang kaki.

Kami menduga bahwa telah terjadi peradangan pada jaringan ikat yang menghubungkan antara jari-jari kaki dengan daerah tumit. Hal ini disebut dengan plantar fasciitis. Hal ini seringkali disebabkan karena aktivitas yang berlebih atau sepatu yang kurang cocok. Diperlukan pemeriksaan fisik dan juga pemeriksaan fisik dan penunjang yang tepat untuk mendiagnosa penyakit ini. 

Pada umumnya, nyeri tumit disebabkan oleh peradangan dari plantar fascia – suatu jaringan disepanjang bagian bawah kaki yang menghubungkan tulang tumit dengan ibu jari kaki kita. Keadaan ini disebut plantar fasciitis.

Plantar fasciitis menyebabkan nyeri seperti ditusuk atau rasa terbakar yang biasanya bertambah buruk pada pagi hari karena fascia mengencang (berkontraksi) sepanjang malam. Segera setelah kita berjalan-jalan beberapa saat, nyeri yang disebabkan oleh plantar fasciitis ini biasanya berkurang, tetapi mungkin akan terasa nyeri kembali setelah berdiri beberapa lama atau setelah bangun dari posisi duduk.

Dalam keadaan normal, plantar fascia bekerja seperti sebuah serabut-serabut penyerap kejutan (shock-absorbing bowstring), menyangga lengkung dalam kaki. Tetapi, jika tegangan pada serabut-serabut tersebut terlalu besar, maka dapat terjadi beberapa robekan kecil di serabut-serabut tersebut. Bila ini terjadi berulang-ulang maka fascia akan teriritasi atau meradang.

Penyebab plantar fasciitis antara lain adalah:

  • Aktivitas fisik yang berlebihan
  • Trauma pada tumit yang berulang
  • Artritis atau peradangan pada sendi
  • Diabetes
  • Mekanik kaki yang abnormal. Lengkung telapak kaki yang datar atau terlalu melengkung atau pola berjalan yang abnormal dapat mengakibatkan distribusi berat badan kita tidak seimbang diterima oleh kedua kaki, dan menyebabkan stres tambahan pada plantar fascia
  • Sepatu yang tidak cocok. Sepatu yang solnya tipis, longgar atau tidak ada dukungan untuk lengkung kaki atau tidak ada kemampuan untuk menyerap hentakan tidak melindungi kaki kita

Pada kebanyakan kasus, nyeri dari plantar fasciitis akan menghilang dengan sendirinya tanpa pembedahan atau pengobatan invasif lainnya, namun pada kasus-kasus tertentu tetap diperlukan pemberian obat golongan antiradang nonsteroid (OAINS) seperti ibuprofen, asam mefenamat, natrium diklofenak, dsb. Selain itu, dapat diberikan suntikan steroid pada tempat yang dirasa nyeri. Kurangi aktivitas Anda serta pilihlah alas kaki yang sesuai bentuk dan ukuran kaki Anda. Kompres tumit dengan air dingin saat terasa nyeri, dan lakukan fisioterapi secara rutin dengan menekuk pergelangan kaki dan jempol ke arah atas menggunakan satu tangan. Dan jagalah berat badan Anda agar tetap ideal. Menurut jurnal American Academy of Orthopaedic Surgeon, dengan berjalan tumit menanggung 110% beban tubuh, bahkan mencapai 200% saat berlari. Sementara waktu Anda dapat menggunakan sepatu yang ergonomis untuk pada kaki Anda, merendam dalam air hangat dan mengistirahatkan kaki Anda dengan mengurangi aktivitas yang mengharuskan Anda banyak berjalan atau berlari.

Apabila setelah menerapkan tips-tips di atas, keluhan tidak juga dirasa membaik, maka sebaiknya Anda segera mengunjungi dokter spesialis tulang untuk evaluasi lebih lanjut dan penanganan yang optimal.

Demikian informasi ini kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Salam,                  

 

    0 Komentar

    Belum ada komentar