Sukses

Cara Penularan HIV AIDS

26 Sep 2015, 12:46 WIB
Wanita, 35 tahun.

apakah HIV dapat di tularkan melalui spekulum bergantian?

 

Terima kasih telah menggunakan layanan e-Konsultasi Tanya Dokter KlikDokter.com.

Virus HIV dapat menular melalui beberapa cara, yaitu:

1.         Hubungan Seks

Penularan virus HIV terjadi melalui hubungan seks penetratif (penis masuk kedalam vagina/anus) yang dilakukan tanpa menggunakan kondom. Hubungan seks seperti ini memungkinkan tercampurnya cairan sperma dengan cairan vagina (untuk hubungan seks lewat vagina). Sedangkan hubungan seks melalui anus bisa memungkin tercampurnya cairan sperma dengan darah.

Hubungan seksual secara anal (lewat dubur) paling berisiko menularkan HIV karena epitel mukosa anus relatif tipis dan lebih mudah terluka dibandingkan epitel dinding vagina, sehingga HIV lebih mudah masuk ke aliran darah. Dalam berhubungan seks vaginal, perempuan lebih besar risikonya daripada pria karena selaput lendir vagina cukup rapuh. Disamping itu karena cairan sperma akan menetap cukup lama di dalam vagina, kesempatan HIV masuk ke aliran darah menjadi lebih tinggi. HIV di cairan vagina atau darah tersebut juga dapat masuk ke aliran darah melalui saluran kencing pasangannya.

Orang yang punya penyakit infeksi jika memiliki luka atau ada cairan dari tubuh yang keluar maka bisa 10 kali menularkan potensi HIV kepada pasangannya lewat hubungan seks. Perilaku gonta ganti pasangan seks tanpa menggunakan kondom juga sangat berisiko. Untuk itu lakukan hubungan seks yang aman, sesuai dengan ajaran agama. Jika Anda melakukan hubungan seksual dengan kondom kemungkinan tertularnya kecil. Tapi Anda tetap harus berhati2. 

2.         Menerima transfuksi darah yang terinfeksi virus HIV

Penularan melalui transfusi darah risikonya sangat tinggi. Maka itu bank darah biasanya akan mengecek berulang-ulang pada darah yang digunakan pasien melalui skrining yang ketat.  Beberapa penderita diduga tertular setelah menjalani transfusi darah. Seseorang yang harus menerima transfusi darah tubuhnya dalam keadaan sakit atau lemah, sehingga virus bisa dengan cepat menyebar dan berkembang dalam tubuhnya.

3.         Penggunaan bersama jarum suntik yang sudah terkontaminasi

Penularan lewat jarum suntik banyak terjadi pada pengguna narkoba. Penularan juga dapat melalui pemakaian jarun suntik yang berulangkali dalam kegiatan lain, misalnya: peyuntikan obat, imunisasi, pemakaian alat tusuk yang menembus kulit, misalnya alat tindik, tato, dan alat facial wajah. Sebaiknya gunakan jarum suntik sekali pakai.

4.         Penularan dari Ibu Hamil kepada janinnya

Penularan dari ibu hamis positif HIV dapat terjadi ketika bayi dalam kandungan, bisa juga ketika melahirkan atau bisa juga ditularkan ketika menyusui bayi tersebut.

Spekulum tidak akan tertular selama tidak ada luka dan cairan tidak ada yang masuk ke dalam pembuluh darah Anda.

Demikian informasi ini kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Salam,

    0 Komentar

    Belum ada komentar