Sukses

Penyebab Nyeri Leher

22 Sep 2015, 13:01 WIB
Pria, 31 tahun.

Saya mengalami nyeri leher sebelah kanan dan kiri. Juga kadang kadang nyeri di bagian pinggang. Biasanya nyeri hilang setelah di pijat. Namun kali ini sudah 3 kali pijat dan diterapi bekam nyeri dibagian leher masih saya rasakan. Apakah keluhan yang saya rasakan ini saraf kejepit ?

Terima kasih telah menggunakan layanan e-Konsultasi Tanya Dokter KlikDokter.com.

Kami memahami kekhawatiran yang Anda rasakan. Secara umum, nyeri dan kaku pada leher biasanya muncul akibat beberapa penyebab seperti salah posisi tidur, menggunakan komputer dengan waktu yang lama, ataupun akibat salah posisi duduk. Kecemasan dan stres juga dapat menyebabkan nyeri pada leher. Selain itu, nyeri juga dapat dipengaruhi keadaan-keadaan di bawah ini: 

  • Penggunaan otot-otot leher yang berlebihan, misalnya oleh posisi leher yang salah selama aktifitas sehari-hari, yang dapat menyebabkan nyeri leher dan ketegangan otot yang kronis, biasanya nyeri semakin dirasakan bila terjadi pergerakan leher yang dapat disertai oleh nyeri kepala, kaku otot, dan keterbatasan pergerakan otot.
  • Proses degeneratif dari diskus tulang belakang biasanya disebabkan oleh proses penuaan.
  • Herniasi diskus tulang belakang (hernia nukleus pulposus/HNP): dapat menekan saraf pada tulang belakang yang memicu nyeri pada leher dan kesemutan pada tangan
  • Beberapa penyakit seperti peradangan sendi pun dapat menyebabkan nyeri pada leher

Intinya, nyeri pada leher dapat disebabkan oleh masalah pada otot, sendi, maupun tulang leher. Penjepitan syaraf (hernia nukelus pulposus/HNP) memang tidak hanya dapat terjadi pada punggung, di leher pun bisa terjadi. Gejala tersering berupa nyeri, baal/kesemutan di leher yang dapat menjalar sampai tangan, sampai kelumpuhan. Untuk memastikan HNP diperlukan pemeriksaan MRI.

Cobalah untuk olahraga secara teratur, untuk sementara Anda dapat mengkonsumsi obat anti nyeri seperti parasetamol atau asam mefenamat. Kami sarankan agar Anda memeriksakan diri ke dokter spesialis saraf untuk memastikan penyebab nyeri Anda dan terapi lebih lanjut.

Berikut kami lampirkan artikel sebagai tambahan informasi:

 

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat. 

Salam sehat,

 

    0 Komentar

    Belum ada komentar