Sukses

Apakah Saya Terkena HIV?

14 Sep 2015, 07:21 WIB
Pria, 14 tahun.

Selamat siang. Dok, 1 tahun yg lalu (mulai sekarang) di Bulan Ramadhan, saya mengalami kecelakaan kendaraan bersama teman saya. Waktu itu luka saya tidak parah dibandingkan dengan teman saya yg kepala mengalami pembenturan sehingga banyak sekali darah yg keluar. Disaat itu saya menolongnya, kaki saya pun terkena darahnya. Waktu itu saya lupa apakah kaki saya ini ada lecet atau tidak dan saya tidak tahu apakah teman saya HIV Aids atau tidak. Yg saya pertanyakan adalah, apakah hal tersebut bisa menularkn virus HIV atau tidak? Saya lupa apakah saya mengalami gejala awal HIV karena saya sadarnya setelah 1 tahun sejak kecelakaan tersebut.

 

Bapak/Saudara yang terhormat,

 

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi KlikDokter.

 

Halo! Kami akan mencoba menjawab pertanyaan Anda. Sebelum menjawab pertanyaan Anda, izinkan Kami membagikan informasi mengenai penyakit HIV.

Infeksi HIV terdapat 3 tahap yang berbeda-beda dan sangat penting bagi kita semua untuk memahami tahap-tahap ini.

Tahap Pertama

Pada tahap pertama (infeksi akut atau serkonversi) biasanya terjadi 2 – 6 minggu setelah terinfeksi. Pada saat ini sistem imun tubuh berusaha melawan virus HIV. Gejala awal dari infeksi akut ini mirip dengan gejala infeksi virus lainnya seperti infeksi flu. Gejala awal ini hanya berlangsung 1 hingga 2 minggu lantas akan hilang dan virus akan masuk ke tahap berikutnya.

Gejala awal dari infeksi HIV adalah :

-          Nyeri kepala

-          Diare

-          Mual dan Muntah

-          Lelah

-          Nyeri otot

-          Nyeri menelan

-          Lesi merah pada tubuh yang biasanya tidak gatal dan biasanya muncul di bagian dada

-          Demam

Hubungi dokter segera bila Anda merasa telah terinfeksi oleh HIV oleh karena ada obat yang dapat mencegah perkembangan virus. Obat ini dapat dikonsumsi beberapa jam hingga hari setelah terinfeksi.

Tahap Kedua

Setelah tahap serokonversi, sistem tubuh kita akan kalah dan gejala akan hilang. Infeksi HIV masuk ke tahap kedua. Pada tahap ini dapat tidak terjadi gejala apapun dalam waktu yang lama, tahap ini dinamakan periode asimtomatis (tanpa gejala). Pada tahap ini orang sering tidak mengetahui mereka terinfeksi HIV dan dapat menyebarkan ke orang lain. Periode ini dapat bertahan hingga 10 tahun. Pada periode ini, virus perlahan-lahan akan membunuh sistem sel darah putih kita yang dinamakan sel T CD4 dan merusak sistem imunitas.

Tahap Ketiga  (Infeksi HIV dan AIDS)

AIDS merupakan suatu tahap HIV lanjut. Pada tahap ini CD4 sudah berada dibawah angka 200 dan orang akan didiagnosis dengan AIDS. Beberapa penyakit yang dapat muncul adalah Kaposi sarcoma dan pneumocystis pneumonia. Pada tahap ini orang harus mengkonsumsi obat anti HIV/AIDS baik untuk kendali virus maupun obat untuk mengendalikan infeksi AIDS.

Beberapa orang tidak menyadari mereka terinfeksi HIV, dan biasanya akan mulai memeriksakan diri ketika muncul gejala:

-          Lelah setiap saat

-          Pembengkakan kelenjar getah bening di leher atau selangkangan

-          Demam > 10 hari

-          Keringat malam

-          Berat badan menurun drastis

-          Bintik ungu di tubuh yang sulit hilang

-          Sulit bernafas

-          Diare yang berkepanjangan

-          Infeksi jamur di mulut, tenggorokan, atau vagina

-          Mudah berdarah atau memar

Untuk memulai pengobatan HIV memang diperlukan pemeriksaan yang detil mengenai kondisi tubuh, status imunitas dan jumlah virus dalam tubuh.

Pengobatan HIV sekarang ada berbagai macam, yaitu menggunakan obat ARV (anti retroviral). Obat tersebut dapat Anda peroleh jika Anda berkonsultasi dengan dokter spesialis penyakit dalam. Dengan obat itu, diharapkan terjadi supresi virus sehingga tidak dapat melemahkan sistem imun tubuh. Infeksi ini berat jika sel darah putih itu turun sehingga tubuh dapat terinfeksi oleh berbagai virus dan bakteri. Untuk sembuh masih diperdebatkan dan sepertinya sulit. Yang dapat dilakukan adalah supresi dari replikasi virus. Hingga saat ini belum ada cara lain untuk mensupresi virus selain dengan konsumsi obat ARV.

Berdasarkan penelitian, jumlah CD4 akan meningkat dengan cepat jika pengobatan ARV dimulai dengan cepat dan terjadi supresi virus yang efektif. Semakin efektif supresi virus dan semakin rendah viral load (jumlah virus) dalam tubuh maka jumlah CD4 akan semakin meningkat.

Selain itu beberapa hal yang dapat dilakukan adalah dengan menjaga pola hidup sehat untuk membantu sistem pertahanan tubuh dan juga untuk melindungi diri agar tidak terlalu lelah dan terpapar sumber infeksi.

Kami sertakan artikel yang dapat Anda baca: 

Pemahaman mengenai penyakit ini memang sangat penting. Penderita perlu mengetahui apa yang dapat dan sebaiknya tidak dilakukan agar dapat tetap bugar dan bisa beraktivitas. Aktif dalam kelompok penderita HIV/AIDS juga membantu Anda untuk tetap aktif dan sehat. Beberapa yayasan dan organisasi kesehatan yang bergerak dalam bidang ini dapat Anda temukan di internet dengan mudah. Kelompok pendukung ini akan dapat membantu penderita dengan berbagi pengalaman dan saling membantu serta memberi dukungan untuk tetap sehat, aktif dan bugar.

 

Terkait dengan keluhan Anda, HIV memang dapat ditularkan melalui darah yang masuk lewat luka lecet. Namun memang perlu diketahui status HIV dari teman Anda. Jika tidak ada infeksi HIV memang tidak akan terjadi penularan. Apakah pada diri Anda terdapat gejala-gejala yang disebutkan di atas?

Berikut kami sertakan artikel:

3 Tanda Anda Terkena Penyakit Menular Seks

11 Tanda Anda Terkena Peyakit Menular Seksual

 

Kami sarankan Anda mengunjungi dokter untuk pemeriksaan langsung jika memang Anda merasa tidak tenang dan khawatir, untuk melakukan pemeriksaan.

 

Demikian informasi yang kami dapat sampaikan, semoga bermanfaat. (JF)

 

Salam sehat selalu,

Tim Redaksi KlikDokter

0 Komentar

Belum ada komentar