Sukses

Stafilokokus Epidermidis pada Kultur Sperma

16 Sep 2015, 11:48 WIB
Wanita, 27 tahun.

dok mau tanya dok untuk hasil kultur sperma suami saya ada hasil menunjukkan positif staphylococcus epidermidis itu jenis virus yang berbahaya gak ya dok? terus kalo kami melakukan program hamil apakah bisa menghasilkan keturunan yang sempurna tanpa kurang satu apapun? apakah saya bisa tertular virus itu??virus itu bisa ada karena faktor apa ya dok? setelah itu kami melakukan operasi varikokel dok,,langkah apa saja yang harus kami lakukan dok? mohon untuk jawabanya dok,,terimakasih

dr. Atika

Dijawab Oleh:

dr. Atika

Terima kasih telah menggunakan fasilitas e-Konsultasi Tanya Dokter KlikDokter.com, 

Kami memahami kekhawatiran Anda. Adapun stafilokokus epidermidis adalah nama bakteri yang secara normal memang ditemukan di kulit (disebut 'flora normal'). Bakteri ini secara normal memang dapat ditemukan di kulit manusia, dan umumnya tidak menimbulkan gangguan pada kulit. Bila pada hasil analisis kultur sperma ditemukan adanya stafilokokus epidermidis, maka kemungkinan dalam mengambil sampel sperma sempat terjadi kontaminasi ke kulit (contohnya sampel sperma sempat tersentuh oleh kulit), padahal seharusnya sampel sperma dijaga tetap steril. Untuk itu, adanya bakteri ini dalam hasil analisis sperma tersebut tidak menandakan/ mengartikan adanya kelainan dalam sperma, maupun organ reproduksi suami Anda. Sebaiknya pemeriksaan kultur sperma diulang.

 

Varikokel adalah pelebaran pembuluh darah vena pada skrotum (buah zakar) yang mempendarahi testis. Aliran darah di vena diatur dengan katup 1 arah yang mencegah aliran darah kembali. Fungsi katup yang terganggu atau penekanan dari pembuluh darah vena dapat menyebabkan pembesaran dari vena yang berujung terhadap pembentukan varikokel.

Penyebab dari varikokel ini diantaranya adalah idiopatik yang disebabkan karena fungsi katup vena yang tidak bekerja sempurna. Varikokel umumnya terjadi pada 15-20% pria dan penyebab gangguan kesuburan pada 40% pria. Penyebab lain adalah vakrikokel sekunder yang disebabkan oleh penekanan pada vena yang umumnya terjadi akibat keganasan di rongga panggul / perut. Biasanya terjadi pada pria di atas usia 40 tahun.

Pada pemeriksaan fisik dapat  terlihat adanya pembengkakan pada skrotum dan rasa nyeri serta rasa berat. Jika dipegang, dapat terasa seperti kita memegang kantung yang berisi banyak cacing.

Tidak semua varikokel membutuhkan operasi, yang memerlukan operasi adalah :
1. Jika varikokel tersebut dapat teraba (sudah cukup besar)
2. Jika suami dan istri terbukti ada infertilitas
3. Jika istrinya subur
4. Jika hasil tes sperma pada laki-laki membuktikan adanya gangguan

Pengobatan varikokel selain operasi dapat dilakukan embolisasi varikokel dengan memasukkan kateter atau selang kecil ke pembuluh darah vena di bawah bimbingan x-ray. Cincin metal akan diletakkan di pembuluh darah vena spermatika sinistra (kiri) untuk menghambat aliran darah ke vena di bawahnya. Namun hal ini masih di dalam penelitian.

Demikian penjelasan yang dapat kami berikan. Semoga bermanfaat.

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar