Sukses

Adenoma Folikuler Tiroid

10 Sep 2015, 18:03 WIB
Pria, 22 tahun.

Assalamualaikum selamat sore dok, maaf dok, saya mempunyai mbak yang berusia 33 tahun. ia mempunyai benjolan di leher bagian depan sehingga beliau cek di lab rumah sakit beliau diketahui mempunyai penyakit folicular adenoma thyroid, yang saya pertanyakan penyakit apa itu dan kira-kira bahaya atau tidak ya dok? sebelumnya terimakaasih dok atas bantuanya :)

dr. Citra Roseno

Dijawab Oleh:

dr. Citra Roseno

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Kami memahami kekhawatiran Anda. Kelenjar tiroid atau lebih dikenal dengan kelenjar gondok, terletak dibagian bawah leher yang terbagi menjadi bagian kanan dan kiri. Kelenjar yang pada keadaan normal berukuran panjang 2,5 - 4 cm, lebar 1,5 - 2 cm, dan tebal 1 - 1,4 cm ini menghasilkan hormon tiroid yang dibutuhkan oleh hampir seluruh tubuh termasuk proses metabolisme, sehingga perubahan fungsi yang terjadi dapat berpengaruh pada berbagai peristiwa dalam tubuh.

Tumor adalah segala bentuk benjolan yang tidak normal adanya dalam tubuh, dibedakan menjadi tumor jinak dan tumor ganas. Tumor pada kelenjar tiroid atau nodul tiroid sangat mudah ditemui karena letaknya yang dekat dengan kulit. Istilah nodul ini sendiri dapat berupa kista atau tumor ganas. Yang terpenting dari nodul ini adalah mencari kemungkinan adanya keganasan.

Adenoma folikuler tiroid adalah jenis neoplasma/tumor jinak pada kelenjar tiroid yang umum ditemukan. Mayoritas pasien tidak mengeluhkan gejala, namun pada tumor berukuran besar dapat ditemukan gejala penekanan pada trakea sehingga menimbulkan kesulitan bernapas, penekanan pada esofagus sehingga timbul kesulitan menelan, penekanan pada persarafan, dan gejala nyeri leher.

Untuk menilai risiko terkait tumor tersebut, selain adanya gejala di atas perlu juga diketahui fungsi kelenjar tiroid pasien, apakah terdapat hipertiroid atau hipotiroid. Kemudian perlu dievaluasi risikonya menjadi suatu keganasan (kanker). Langkah selanjutnya, kami menyarankan Anda untuk berdiskusi dengan dokter yang menangani beliau untuk mengetahui penanganan yang paling tepat.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Salam,

    0 Komentar

    Belum ada komentar