Sukses

Mata Minus Sering Pusing

04 Sep 2015, 09:33 WIB
Wanita, 27 tahun.

Mata saya kanankiri minus 1 n silindris 0,5. Akhir2 ini pandangan saya suka berbayang lalu jd agak pusing. Apa pengaruh kondisi mata atau adakah penyakit lain?

dr. Melyarna Putri

Dijawab Oleh:

dr. Melyarna Putri

Terima kasih telah menggunakan layanan e-Konsultasi Tanya Dokter KlikDokter.com.

Sakit kepala merupakan keluhan saraf yang paling sering muncul. Sakit kepala bisa merupakan gejala klinis tersendiri namun sakit kepala dapat juga merupakan bagian dari kondisi medis lain. Sakit kepala yang merupakan gejala klinis tersendiri tanpa kondisi klinis lain yang mendasari seperti infeksi, peradangan, dan sebagainya dikenal dengan sakit kepala primer.

Sakit kepala primer terdapat beberapa jenis, yaitu migrain, tension type headache, dan cluster headache. Apabila pada sakit kepala primer tidak ada kondisi medis yang menyertai, lalu apa penyebab terjadinya sakit kepala tipe ini?

Beberapa hal yang dipercaya memiliki peran dalam timbulnya sakit kepala primer,yaitu :

  1. Stres psikologis
  2. Kondisi emosional
  3. Suara tertentu
  4. Bau-bauan tertentu (parfum, bensin, zat kimia lain)
  5. Kelelahan
  6. Musim tertantu
  7. Makanan (alkohol, keju, dan coklat)
  8. Ketegangan mata (kelainan refraksi mata)
  9. Kurang tidur
  10. Perubahan hormon (menstruasi, menopause, ovulasi)
  11. Terlambat makan
  12. Menangis
  13. Obat tertentu
  14. Kekurangan cairan (dehidrasi)
  15. Trauma kepala
  16. Rokok

Stres psikologis merupakan faktor pencetus terjadinya TTH dan  migraine terbanyak. Pada penelitian Shimmery, dikatakan bahwa 80% pasien mengalami sakit kepala yang dicetuskan akibat stres psikologis. Sedang pada penelitian lain oleh Haque, dkk menyebutkan kelelahan, kekurangan tidur, dan makanan yang paling berperan mencetuskan migrain.

Ternyata pencetus sakit kepala merupakan hal yang biasa kita alami sehari-hari. Sehingga rasanya sulit untuk menghindari pencetus tersebut. Apabila dibiarkan berlarut-larut, adanya sakit kepala akan mengganggu aktivitas sehari-hari dan dapat menurunkan produktivitas seseorang. Lalu bagaimana meredakan gejala tersebut?

Untuk mengurangi gejala tersebut, Anda dapat mencoba beberapa tips berikut.

Rutin berolahraga

Yokoyama, dkk mengatakan rutin berolahraga setidaknya 2 hari/minggu akan menurunkan resiko sakit kepala pada pria dan wanita

Tidur

Ternyata tidur merupakan cara yang efektif untuk mengurangi sakit kepala. Pada penelitian Shimmery menyatakan bahwa obat golongan NSAID dapat menghilangkan sakit kepala pada 45,%% pasien.

Obat golongan NSAID (Non steroid Anti Inflammatory Drug)

Pada penelitian Shimmery menyatakan bahwa obat golongan NSAID dapat menghilangkan sakit kepala pada 50% pasien. Obat golongan ini antara lain ibuprofen, asetilsalisilat, dan natrium diklofenak.

Demikian informasi yang dapat disampaikan. Semoga dapat bermanfaat. 

Salam,

 

0 Komentar

Belum ada komentar