Sukses

Bahaya Gastritis Kronik

31 Aug 2015, 09:10 WIB
Wanita, 16 tahun.

Selamat siang Apakah bahaya dari gastritis kronik , apakah ada kemungkinan terkena kanker lambung ? Terima kasih

dr. Karin Wiradarma

Dijawab Oleh:

dr. Karin Wiradarma

Terima kasih telah menggunakan layanan e-Konsultasi Tanya Dokter KlikDokter.com.

Kami memahami kekhawatiran Anda. Gastritis kronik yang berlangsung lama tanpa mendapatkan pengobatan yang adekuat dapat meningkatkan risiko terjadinya tukak lambung (ulkus/luka di lambung) dan kanker lambung.

Ulkus peptikum adalah perlukaan terbuka pada lapisan lambung atau usus dua belas jari (duodenum). Terdapat beberapa faktor yang dapat menyebabkan ulkus peptikum, diantaranya adalah merokok, stres, faktor genetik, dan  dapat disebabkan oleh bakteri (misalnya Helicobacter pylori) atau obat-obatan yang menyebabkan melemahnya lapisan lendir pelindung lambung dan duodenum sehingga asam lambung bisa menembus lapisan di bawahnya.

Pemakaian NSAIDs (non-steroid anti inflammatory drugs, obat anti peradangan non-steroid) dosis menengah bisa menyebabkan kelainan saluran pencernaan dan perdarahan. Alkohol dan merokok dapat memicu terbentuknya ulkus. Selain itu, kopi, teh, soda dan makanan yang mengandung kafein dapat merangsang pelepasan asam lambung dan memicu terbentuknya ulkus.

Pengobatan ulkus peptikum terdiri atas penghambat H2 (misalnya ranitidin, famotidin dan cimetidin). Pada ulkus peptikum yang disebabkan oleh Helicobacter pylori, akan diberikan terapi antibiotik. Masa penyembuhan biasanya memerlukan waktu selama 8 minggu, tetapi nyeri biasanya akan menghilang setelah beberapa hari. Meskipun gejalanya telah mereda, obat harus diminum sampai habis agar infeksi benar-benar reda.

Berikut terdapat tips untuk mencegah tukak lambung :

  1. Perhatikan pola makan. Hendaknya makan dalam porsi yang cukup dan teratur. Hindari makanan yang bersifat iritatif terhadap lambung seperti makanan yang pedas, asam, berminyak, atau berlemak.
  2. Hindarkan mengonsumsi alkohol. Alkohol dapat menyebabkan penipisan dinding lambung sehingga dapat menimbulkan peradangan dan perdarahan lambung.
  3. Hindari merokok. Merokok dapat menimbulkan gangguan pada kerja lapisan pelindung lambung dan juga meningkatkan produksi asam lambung.
  4. Olahraga teratur. Olahraga yang dipilih adalah yang bersifat aerobic. Aerobik dapat meningkatkan kecepatan pernapasan dan jantung, menstimulasi aktifitas otot usus sehingga membantu mengeluarkan limbah makanan dari usus lebih cepat.
  5. Ganti obat penghilang rasa nyeri. Hindarkan penggunaan obat yang tergolong anti inflamasi non steroid karena dapat memperparah peradangan yang ada.

Bahaya Gastritis Kronik

Kanker lambung adalah penyakit yang disebabkan oleh sel-sel ganas yang terbentuk di lapisan lambung. Lambung terdapat pada perut bagian atas dan membantu dalam proses pencernaan makanan.

Hampir semua kanker lambung adalah adenokarsinoma (kanker yang dimulai di sel-sel yang membuat dan melepaskan lendir dan cairan lainnya). Jenis lain dari kanker lambung adalah tumor gastrointestinal karsinoid, tumor stroma gastrointestinal, dan limfoma.

Beberapa hal lain yang dapat berperan dalam meningkatkan risiko terjadinya kanker lambung antara lain :

  • Merokok
  • Berat badan berlebih atau obesitas
  • Konsumsi makanan yang diawetkan (diasinkan atau diasap)
  • Riwayat operasi lambung (tukak lambung atau perforasi lambung)
  • Infeksi virus Epstein Barr
  • Anemia pernisiosa
  • Genetik
  • Bekerja di batubara, industri logam, kayu, atau karet

Kanker lambung sering didiagnosis pada stadium lanjut karena tidak ada tanda-tanda atau gejala pada awal terjadinya penyakit kanker lambung. Jika kanker lambung sudah berkembang, akan timbul gejala yang serius seperti :

  • sakit perut
  • Perasaan kembung setelah makan
  • Melena (terdapat darah pada tinja)
  • Mual atau muntah
  • Pucat karena anemia
  • Berat badan menurun tanpa alasan
  • Disfagia (sulit menelan)
  • Nafsu makan berkurang
  • Bengkak pada perut
  • Gangguan pencernaan seperti sembelit atau diare
  • Cepat lelah
  • Pembesaran kelenjar getah bening pada ketiak atau leher

Bahaya Gastritis Kronik

Pemeriksaan yang dilakukan untuk mendiagnosis kanker lambung diantaranya adalah :

  • Pemeriksaan darah. Dilakukan untuk mencari tanda-tanda kanker dalam tubuh.
  • Upper endoscopy. Pemeriksaan ini menggunakan tabung fleksibel yang terdapat kamera kecil lalu dimasukan kedalam tenggorokan sampai kelambung untuk melihat keadaan pada lambung dan juga bisa digunakan untuk mengambil sampel jaringan dari lapisan lambung.
  • Upper Gastrointestinal series test. Test ini dilakukan dengan cara meminum cairan dengan zat yang disebut barium. Lalu setelah itu dilakukan pemeriksaan sinar X agar terlihat lebih jelas.
  • CT scan. Pemeriksaan ini dilakukan pada bagian perut, untuk mengetahui apakah terdapat kelainan pada lambung.
  • Biopsi. Pemeriksaan biopsi adalah pemeriksaan jaringan yang dilihat dibawah mikroskop, untuk melihat apakah terdapat sel-sel kanker didalam jaringan tersebut. Pengambilan jaringan ini dilakukan pada saat dilakukan pemeriksaan upper endoscopy.

Demikian informasi ini kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Salam,

    0 Komentar

    Belum ada komentar