Sukses

Liver dan Gula Darah Tinggi

01 Sep 2015, 15:44 WIB
Pria, 24 tahun.

Dok saya punya penyakit liver dan kadar gula yg cukup lumayan tinggi juga . Apa itu berbahaya dok ? Kalau berbahaya cara apa yg terbaik untuk mengobatinya dok ? Terimakasih .

dr. Melyarna Putri

Dijawab Oleh:

dr. Melyarna Putri

Terima kasih telah menggunakan layanan e-Konsultasi Tanya Dokter KlikDokter.com

Kami memahami kekhawatiran Anda. Kapankah kadar gula darah tersebut diperiksa? Apakah ketika puasa atau setelah makan? Kadar gula darah dapat bervariasi bergantung pada jenis makanan yang terakhir dikonsumsi sebelum tes. Makanan dengan indeks glikemik tinggi akan menaikkan kadar gula lebih tinggi. Indeks Glikemik (Glycemic Index/GI) adalah ukuran pengaruh suatu makanan yang mengandung karbohidrat terhadap kenaikan kadar gula darah. Makanan dengan indeks glikemik tinggi menaikkan kadar gula darah lebih banyak dibandingkan makanan dengan GI rendah atau sedang. 

Berikut adalah contoh beberapa makanan dan nilai indeks glikemiknya:

  • Low GI (GI ≤ 55): Oatmeal, roti gandum, macaroni, Diabetasol, Jeruk, Apel)
  • Medium GI (55 < GI < 70): Kue-kue bolu, bihun, pizza, nanas, mangga
  • High GI (GI ≥ 70): Nasi, mie, lemper, perkedel kentang, bakwan, kentang goreng, corn flakes, semangka

Untuk mencegah diabetes, perhatikan 3J (Jumlah, Jadwal, dan Jenis) makanan yang Anda konsumsi, lakukan aktivitas fisik atau olahraga yang teratur.

Sebagai informasi tambahan untuk Anda, diagnosis diabetes didasarkan pada hal-hal berikut 

  • Kadar gula darah puasa Anda sama dengan atau lebih besar dari 126 mg/dL
  • Hasil tes gula darah sewaktu (hasil pemeriksaan sesaat pada suatu hari tanpa memperhatikan waktu makan terakhir ) lebih dari 200 mg/dL disertai dengan gejala klasik
  • Anda memiliki tes toleransi glukosa oral dengan hasil lebih dari 200 mg/dL
  • Tes HbA1c Anda lebih besar dari 6,5%

Adapun gejala klasik yang dimaksud adalah (3P) yaitu polydipsia (minum lebih sering), polyphagia (makan lebih sering), dan polyuria (kencing lebih sering), disertai penurunan berat badan. Gejala lainnya antara lain pandangan mata kabur, parestesia (rasa baal, tebal, atau kesemutan) pada anggota tubuh bagian bawah, terdapat infeksi jamur (sebagai contoh: balanitis pada pria), tubuh lemah.

Selain hasil pemeriksaan di atas, seseorang juga dapat mengidap diabetes bila memiliki faktor risiko berikut:

Faktor risiko yang tidak dapat dimodifikasi: 

  • Riwayat diabetes di keluarga
  • Umur (risiko meningkat seiring usia bertambah)
  • Riwayat diabetes saat hamil (diabetes gestasional) bagi wanita
  • Riwayat berat badan lahir rendah (<2500 gram)

Faktor risiko yang dapat dimodifikasi: 

  • Berat badan lebih (IMT >23, atau BB >120% BB idaman)
  • Aktivitas fisik kurang; hipertensi (tekanan darah >140/90 mmHg)
  • Dislipidemia (kolesterol HDL=35 mg/dL, trigliserida ≥250 mg/dL)
  • Memiliki riwayat penyakit jantung dan pembuluh darah
  • Diet tidak sehat (asupan tinggi gula dan rendah serat)

Apabila didapati faktor-faktor di atas, maka Anda perlu memberi perhatian ekstra terhadap langkah pencegahan diabetes dan menjaga kadar gula senantiasa normal. Langkah yang Anda lakukan dengan rutin melakukan jogging sudah baik, apabila sudah nyaman Anda dapat meningkatkan frekuensi, intensitas, atau variasi olahraga Anda. Lalu jika didapati keluhan yang merupakan ciri diabetes di atas, segera periksakan diri Anda ke dokter untuk evaluasi menyeluruh.

Sakit liver merupakan istilah awam yang menyatakan terdapatnya gangguan di hati. Gangguan di hati dapat berupa berbagai jenis penyakit seperti hepatitis (infeksi), hepatoma (kanker hati), gangguan hati karena kolesterol, gangguan hati karena alkohol, sirosis (pengerasan hati), dan banyak lagi.

Yang paling banyak diderita saat ini adalah hepatitis. Hepatitis adalah penyakit gangguan fungsi hati yang disebabkan karena virus Hepatitis. Virus Hepatitis yang paling banyak menyerang manusia adalah virus Hepatitis A, virus Hepatitis B, dan virus Hepatitis C. Gejala pun dapat bermacam-macam tergantung jenis gangguan hati yang dialami. Gejala hepatitis pada umumnya adalah:

  • Perut begah

  • Mata kuning

  • Mual/muntah

  • badan lemas/cepat lelah

  • nyeri di daerah ulu hati

  • Perubahan pada buang air besar (BAB) atau buang air kecil (BAK)

Jenis pengobatan yang akan dilakukan tergantung kepada jenis gangguan hati yang diderita. Salah satu cara untuk melihat fungsi hati adalah dengan pemeriksaan SGOT dan SGPT. SGPT dan SGOT merupakan enzim-enzim pada hati yang akan meningkat jumlahnya di dalam tubuh jika hati mengalami kerusakan. 

Liver atau hati adalah organ tubuh yang penting untuk menetralisir racun dari makanan atau minuman. Oleh karena itu, pada gangguan fungsi hati, hindarilah makanan yang tidak alami atau banyak mengandung bahan pengawet atau pewarna dan perbanyak asupan nutrisi yang bergizi dan seimbang. Hindari juga konsumsi obat selain dari dokter, seperti jamu-jamuan, obat herbal, obat warung, dan lain-lain. 

Jadi merujuk kepada pertanyaan Anda mengenai obat tradisional apa yang ampuh, sebaiknya dikonsultasikan lebih lanjut dengan dokter yang sebelumnya merawat keluarga Anda, karena dokter tersebut mengetahui secara detail mengenai kondisi anggota keluarga Anda yang sakit saat ini. 

 

Berikut artikel terkait yang dapat menambah informasi Anda:

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar